Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Qualcomm Targetkan AI 100 Miliar di HP 2028

13 Oktober 2026 • zul • 11 kali dibaca
Chipset Qualcomm Snapdragon untuk perangkat bergerak
Jaredryandloneria, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral dari dunia chip kembali mencuat setelah Qualcomm menyebut perusahaan-perusahaan AI terdepan meminta ponsel masa depan mampu menjalankan model 100 miliar parameter secara langsung di perangkat. Permintaan itu disampaikan Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon dalam wawancara yang terbit awal Oktober 2026, dan menyebar cepat di kanal teknologi.

Berita Viral: Permintaan Perusahaan AI ke Qualcomm

Amon menyatakan sejumlah perusahaan AI yang ia sebut berada di garis depan meminta Qualcomm memastikan kemampuan itu tersedia pada 2028. Ia menolak menyebut nama perusahaan yang dimaksud karena terikat kesepakatan kerja sama yang belum diumumkan.

Permintaannya bukan model yang dipanggil sesekali untuk satu tugas. Model 100 miliar parameter itu harus bisa berjalan terus-menerus di ponsel, bukan sekadar dimuat saat pengguna membuka aplikasi tertentu.

Menurut India Today, angka tersebut jauh di atas kemampuan ponsel saat ini. Sebagai gambaran, Gemini Nano-2 yang dipakai di sebagian ponsel Android kelas atas hanya memiliki 3,25 miliar parameter.

Tata Atur
Iklan

Amon memakai kalimat yang banyak dikutip media. Manusia tidak akan pergi ke data center untuk meminta AI, tetapi akan memakai perangkat bergerak sehari-hari. Karena itu perangkat disebutnya punya peran penting dalam peta komputasi AI.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Batas Kemampuan Chip Ponsel Saat Ini

Platform flagship terbaru Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dibangun dengan proses 2 nanometer. Keduanya dirancang untuk menjalankan model mixture of experts hingga sekitar 30 miliar parameter secara on-device.

Versi sensing hub yang selalu aktif menjalankan model jauh lebih kecil, sekitar 200 juta parameter. Fungsi utamanya menjaga sensor dan deteksi aktivitas tetap hidup tanpa menghabiskan baterai secara berlebihan.

Jarak dari 30 miliar ke 100 miliar parameter bukan kenaikan biasa. Menurut ulasan Startup Fortune, lompatan itu lebih dari tiga kali skala kemampuan platform mobile terbaru Qualcomm, dan harus terjadi dalam ukuran fisik ponsel yang relatif sama.

Kendala teknisnya konkret. Model 100 miliar parameter membutuhkan sekitar 64 GB memori, sedangkan ponsel flagship hari ini umumnya bermodal 12 sampai 24 GB DRAM. Baterai dan suhu perangkat menjadi pekerjaan rumah berikutnya.

Strategi Teknis yang Disiapkan

Qualcomm menyiapkan beberapa pendekatan agar model besar bisa bekerja di ruang yang sempit. Salah satunya memuat parameter dari penyimpanan flash, sehingga seluruh model tidak perlu berada di memori aktif sekaligus.

Perusahaan juga memperbesar memori yang bisa diakses neural processing unit. Manajemen flash yang cerdas dan arsitektur memori berdaya rendah disebut menjadi kunci agar model tetap responsif tanpa menguras baterai.

Pendekatan lain adalah pembagian tugas. Model kecil di sensing hub menangani pekerjaan pengawasan ringan, sementara model besar dipanggil saat pengguna butuh penalaran lebih berat atau tindakan yang lebih rumit.

Laporan TokenPost mencatat Qualcomm menargetkan perangkat dengan AI lokal ini masuk kategori yang mereka sebut perang agen. Agen AI yang berjalan di perangkat harus tetap hidup di memori dan terus melakukan inferensi sepanjang hari.

Kenapa Pabrikan Ingin AI Tinggal di Ponsel

Alasan pertama adalah privasi. Data pribadi, riwayat aplikasi, dan informasi sensor dinilai lebih aman bila diproses di perangkat, bukan dikirim ke server cloud milik pihak lain.

Alasan kedua adalah kecepatan dan biaya. Inferensi lokal menghapus waktu tunggu jaringan dan menekan biaya komputasi cloud ketika jumlah permintaan AI meningkat tajam seiring bertambahnya pengguna.

Alasan ketiga adalah pengalaman pemakaian. Asisten yang mengenal konteks pemiliknya bisa membantu tanpa perlu dijelaskan panjang lebar soal kebiasaan, jadwal, atau preferensi pengguna.

Namun kompromi tetap ada. Model lokal berukuran besar akan tertinggal dari model frontier di cloud yang memiliki triliunan parameter dan diperbarui lebih sering, sehingga kemungkinan besar keduanya akan dipakai bersama, bukan saling menggantikan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga