Berita viral hari ini datang dari Seoul: Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan menjatuhkan denda 20,114 miliar won atau sekitar Rp272 miliar kepada Samsung Electronics. Denda itu bukan karena produknya rusak, melainkan karena iklannya. Samsung dinilai menyembunyikan fakta bahwa performa Galaxy S21 dan Galaxy S22 sengaja dibatasi ketika game berat dijalankan.
Keputusan itu diambil pada Selasa, 27 Oktober 2026, dan langsung menjadi perbincangan di kalangan pengguna ponsel. Sebab, perangkat yang dipersoalkan adalah ponsel kelas atas yang dijual dengan janji pengalaman bermain gim premium.
Bagi konsumen, kasus ini menyentuh hal yang lebih sederhana: seberapa jauh sebuah iklan boleh melebihkan kemampuan perangkat. Bagi Samsung, ini menjadi ujian kedua setelah delapan gugatan konsumen di tiga negara berakhir tanpa putusan yang menyatakan perusahaan bertanggung jawab atas kerugian.
Apa yang Diputuskan Pengawas Persaingan Korea Selatan
FTC menyatakan Samsung melanggar aturan pelabelan dan periklanan karena mempromosikan kemampuan bermain gim tanpa memberi tahu adanya pembatasan performa. Keputusan itu mencakup tiga lini produk: Galaxy S21 yang dirilis 2021, Galaxy S22 yang dirilis 2022, dan tablet Galaxy Tab S8.
Menurut pengawas, iklan berjalan sejak Januari 2021 sampai Maret 2022. Samsung menampilkan klaim performa gaming di situs resmi, video promosi, dan panggung peluncuran Galaxy Unpacked. Salah satu kalimat iklan yang dikutip pengawas berbunyi seperti janji pengalaman bermain kelas atas (Yonhap).
Selain denda, FTC mengeluarkan perintah koreksi. Artinya Samsung wajib memperbaiki praktik periklanan yang dipersoalkan, bukan sekadar membayar sanksi finansial. Nilai denda disebut sebagai sanksi sementara yang masih bisa diuji di jalur administrasi.
Denda dihitung dari nilai penjualan yang terkait perkara, yaitu 4,0228 triliun won atau sekitar 2,8 miliar dolar Amerika Serikat. FTC memakai tarif dasar 0,5 persen karena menilai tingkat pelanggaran tergolong rendah, antara lain karena Samsung sudah melakukan koreksi sukarela (Chosun Biz).
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Angka GOS yang Membuat Iklan Dianggap Menyesatkan
Inti perkara adalah fitur bernama Game Optimizing Service atau GOS. Fitur ini bekerja sebagai pengelola panas perangkat saat aplikasi gim berjalan. Dalam kebijakan khusus per gim, GOS menetapkan batas atas kecepatan pemrosesan tanpa menunggu suhu perangkat naik.
FTC menemukan bahwa batas itu aktif begitu gim beresolusi tinggi dibuka, terlepas dari kondisi suhu. Pada Galaxy S22, menjalankan PUBG: New State menurunkan kecepatan puncak CPU dari 2,99 gigahertz menjadi 0,94 gigahertz, sekitar 31 persen dari kecepatan awal. Kecepatan GPU turun menjadi sekitar 26,9 persen (Korea JoongAng Daily).
Pembatasan itu tidak berlaku pada semua gim. FTC mencatat cakupannya 82 judul di seri Galaxy S21, 47 judul di seri Galaxy S22, dan delapan judul di seri Galaxy Tab S8. Namun pengguna tidak mendapat informasi soal daftar dan mekanisme pembatasan tersebut.
Yang memberatkan Samsung adalah tidak adanya tombol permanen di menu setelan standar untuk mematikan GOS. Pengguna hanya bisa mengakali lewat aplikasi pihak ketiga atau menunggu pembaruan perangkat lunak yang akhirnya membuka pembatasan pada Maret 2022 (Korea JoongAng Daily).
Mengapa Berita Viral Ini Penting bagi Pembeli Ponsel
Berita viral soal denda ini penting karena menyangkut cara produsen berbicara tentang performa. Angka di atas kertas, seperti kapasitas memori atau kecepatan prosesor, mudah dijadikan bahan iklan. Yang jarang dijelaskan adalah kondisi nyata saat perangkat bekerja keras.
Bagi pembeli, selisih antara klaim dan pengalaman bisa terasa langsung: layar tersendat, grafik menurun, atau respons sentuh melambat. Semua itu bukan kerusakan, melainkan konsekuensi kebijakan pembatasan yang tidak diumumkan.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa pengawasan iklan bisa berjalan lambat. Pembatasan GOS menjadi sorotan publik sejak 2022, tetapi sanksi baru dijatuhkan empat tahun kemudian.
Pelajaran praktisnya sederhana: klaim performa sebaiknya dibaca bersama ulasan independen. Pembahasan soal pengujian perangkat dan model kecerdasan buatan juga pernah kami angkat dalam artikel tentang kerangka tidur AI Google serta tinjauan model terbuka Nemotron 3.5.


