Selasa, 3 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas

2 November 2026 • zul • 26 kali dibaca
Ilustrasi Stadion Nasional Bukit Jalil Malaysia, bukan lokasi pertandingan yang dibahas dalam artikel
*angys*, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral dari dunia sepak bola: hukuman skorsing 12 bulan yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Internasional kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia resmi berakhir pada Minggu, 1 November 2026. Dengan begitu, mereka kembali diperbolehkan tampil dalam pertandingan resmi di level klub. Namun, kebebasan itu belum tentu membuka pintu untuk memperkuat tim nasional Malaysia.

Apa yang Berakhir pada 1 November 2026

Ketujuh pemain tersebut menjalani sanksi sejak kasus pemalsuan dokumen keturunan mencuat pada September 2025. FIFA menemukan pelanggaran dalam dokumen yang dipakai untuk membuktikan status keturunan mereka. Selain menghukum pemain, FIFA menjatuhkan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia.

Berakhirnya masa hukuman dikonfirmasi melalui surat edaran Liga Sepak Bola Malaysia tertanggal 30 Oktober 2026. Surat itu dikirim kepada klub-klub peserta Liga Malaysia sebagai pemberitahuan resmi. Dokumennya sempat beredar di media sosial sebelum dikonfirmasi.

Menurut Kompas.com, CEO MFL Shazli Shaik membenarkan keaslian surat tersebut saat dihubungi kantor berita Bernama. Pernyataannya singkat: benar, otentik. Konfirmasi itu menjadi dasar pemberitaan bahwa masa skorsing telah selesai.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Berita Viral: Tujuh Pemain dan Klubnya

Empat dari tujuh pemain merupakan bagian dari Johor Darul Ta’zim. Mereka adalah pemain yang sebelumnya aktif di kompetisi domestik Malaysia. Satu pemain lain disebut hampir bergabung dengan klub asal Brunei, DPMM FC.

Menurut Free Malaysia Today, kepastian itu membuat klub-klub Liga Malaysia bisa kembali mendaftarkan mereka dalam pertandingan. Surat edaran MFL menyebut penghentian hukuman berlaku untuk semua aktivitas sepak bola mulai 1 November 2026.

Kabar ini menjadi viral di kalangan penggemar sepak bola Asia Tenggara. Sebab, kasus tersebut tidak hanya berdampak pada karier pemain, tetapi juga pada posisi tim nasional Malaysia di kompetisi regional.

Jejak Sanksi Sejak September 2025

FIFA menjatuhkan sanksi pada September 2025 setelah menemukan bukti penggunaan dokumen palsu. Dokumen itu dipakai untuk mendukung klaim kelayakan tujuh pemain kelahiran luar negeri. Sanksi awal mencakup larangan mengikuti seluruh aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Para pemain mengajukan banding. Pada Januari 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga memberikan penangguhan sementara sehingga mereka bisa kembali bertanding sambil menunggu keputusan akhir. Penangguhan itu tidak membatalkan sanksi, hanya menunda pelaksanaannya.

Keputusan akhir keluar pada 5 Maret 2026. CAS mempertahankan hukuman 12 bulan, tetapi membatasi larangan hanya untuk pertandingan resmi. Para pemain tetap diperbolehkan berlatih dan mengikuti aktivitas klub lainnya.

Perhitungan Masa Hukuman

CAS juga memperhitungkan masa hukuman yang sudah dijalani. Periode 25 September 2025 sampai 26 Januari 2026 dihitung sebagai bagian dari sanksi. Dari perhitungan itu, larangan bertanding berakhir sekitar 1 November 2026.

Rincian tersebut dirangkum VIVA dari keputusan CAS. Selain mempertahankan skorsing, CAS tetap memberlakukan denda sebesar 350 ribu franc Swiss kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia.

Artinya, banding federasi hanya berhasil sebagian. Hukuman tidak dihapus, tetapi ruang gerak pemain selama menjalani sanksi diperluas. Keputusan itu juga menegaskan bahwa pelanggaran dokumen tetap dianggap serius.

Dampak bagi Tim Nasional Malaysia

Izin bermain di level klub tidak otomatis memulihkan kelayakan membela tim nasional. Kompas.com mencatat persyaratan kelayakan membela timnas tetap menjadi persoalan tersendiri meski masa skorsing selesai.

Persoalannya menyangkut dasar dokumen yang pernah dipersoalkan FIFA. Selama status keturunan tidak dapat dibuktikan ulang secara sah, pemain tetap menghadapi hambatan administratif. Belum ada keterangan resmi dari FIFA atau FAM soal jalan keluar bagi mereka.

Dampak kolektifnya sudah terasa lebih dulu. Menurut Kompas.id, keputusan CAS membuat Malaysia kehilangan tempat di Piala Asia 2027. Posisi itu beralih ke Vietnam setelah Malaysia terkena pengurangan poin dalam kualifikasi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga