Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Politik Nasional: Elektabilitas Prabowo 9,8 Persen Terjun

17 Oktober 2026 • zul • 15 kali dibaca
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada sesi foto resmi Gubernur Jawa Barat 2025 sampai 2030
Foto: Pemerintah Provinsi Jawa Barat via Wikimedia Commons, domain publik
ASM Group
Iklan

Politik nasional kembali menjadi sorotan setelah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei bertajuk Elektabilitas Presiden Prabowo. Dalam simulasi semi terbuka 24 nama, dukungan kepada Prabowo Subianto tercatat 9,8 persen, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin dengan 35,5 persen. Survei dilakukan pada 1 sampai 10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden di seluruh Indonesia.

Hasil Survei SMRC Terbaru

Di bawah Dedi Mulyadi, Anies Baswedan meraih 10,3 persen dan Prabowo 9,8 persen. Posisi berikutnya ditempati Gibran Rakabuming Raka dengan 8,4 persen, lalu Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo yang masing masing mendapat 5 persen.

Nama nama lain dalam daftar 24 tokoh mendapat dukungan di bawah 6 persen. Responden yang belum menentukan pilihan tercatat 13,9 persen, angka yang cukup besar untuk mengubah peta jika pemilihan digelar hari ini. Rincian angka per nama dirangkum dalam laporan IDN Times yang mengutip siaran pers SMRC.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyampaikan temuan itu melalui kanal YouTube SMRC TV pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Rilis tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian evaluasi publik yang lebih dulu dipublikasikan lembaga itu, mencakup kepuasan kinerja presiden, kondisi ekonomi politik, serta dua program prioritas pemerintah.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Politik Nasional: Peta 24 Nama Berubah

Posisi Prabowo dan Dedi Mulyadi berbalik dalam kurun satu tahun. Pada November 2025, Prabowo masih unggul dengan 34,9 persen, sedangkan Dedi Mulyadi berada di 19,7 persen. Selisih keduanya saat itu lebih dari 15 poin.

Pada Februari sampai Maret 2026, elektabilitas Prabowo masih 33,3 persen. Angka itu turun menjadi 14,5 persen pada Juli 2026, lalu 9,8 persen pada Oktober 2026. Dalam periode yang sama, dukungan kepada Dedi Mulyadi terus naik hingga 35,5 persen.

Penurunan itu terjadi pada simulasi semi terbuka, yaitu model yang menyodorkan daftar nama kepada responden. Model ini berbeda dari simulasi terbuka yang meminta responden menyebut nama tanpa bantuan, sehingga hasilnya tidak bisa dibandingkan langsung dengan survei berkategori top of mind.

Yang menarik, angka elektabilitas tidak bergerak seirama dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden. SMRC mencatat penilaian publik atas pemerintahan tahun kedua memburuk, tetapi sebagian responden yang masih puas tetap memilih nama lain ketika diberi daftar calon.

Simulasi Dua Nama dan Tiga Nama

Dalam simulasi dua nama, Dedi Mulyadi mendapat 69,3 persen dan Prabowo 18,8 persen. Responden yang belum menjawab sebanyak 12 persen. Angka ini menunjukkan jarak yang jauh lebih lebar daripada simulasi 24 nama.

SMRC juga menguji simulasi tiga nama tanpa menyertakan Dedi Mulyadi. Hasilnya, Gibran Rakabuming Raka meraih 29,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 28,2 persen, dan Prabowo 22,7 persen. Sebanyak 19,4 persen responden belum menentukan pilihan, seperti dilaporkan IDN Times pada rilis yang sama.

Perbedaan hasil antar simulasi bukan hal baru dalam riset opini. Kehadiran nama populer dalam daftar dapat menyerap dukungan dari tokoh lain, sementara penghapusan nama tersebut membuka ruang bagi kandidat kedua dan ketiga untuk naik.

Karena itu, angka 9,8 persen tidak bisa dibaca sebagai posisi final Prabowo pada kontestasi mendatang. Angka itu menggambarkan preferensi sesaat pada daftar nama tertentu, bukan proyeksi hasil pemilu yang masih tiga tahun lagi.

Metode Survei dan Margin Kesalahan

Populasi survei adalah warga negara Indonesia yang punya hak pilih, yaitu berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah saat survei dilakukan. Populasi dibagi menjadi dua subpopulasi, yakni pemilik telepon seluler dan yang tidak memilikinya.

Pada subpopulasi pemilik telepon, 1.013 responden dipilih secara acak dengan metode double sampling dan diwawancarai lewat telepon. Pada subpopulasi tanpa telepon, 200 responden dipilih dengan stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.

Total sampel yang diwawancarai 1.213 responden. Margin of error diperkirakan lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling, sebagaimana dijelaskan dalam rilis resmi SMRC.

Dengan margin sebesar itu, selisih tipis antara Anies Baswedan dan Prabowo secara statistik masih dapat saling bertukar posisi. Yang tidak bisa dijelaskan margin of error adalah tren penurunan yang berlangsung konsisten sejak akhir 2025.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga