Jakarta, SuaraLutim – Artikel ini disusun dari pemberitaan media arus utama pada 12 Oktober 2026.
Dukungan politik nasional untuk pencalonan kembali Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029
semakin menguat. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungan penuh melalui Wakil Ketua Umum
Faisol Riza pada Senin, 12 Oktober 2026, menyusul Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN)
yang lebih dulu menyampaikan sikap serupa. Pernyataan PKB itu disampaikan lewat siaran pers dan
langsung diberitakan sejumlah media arus utama pada hari yang sama.
Politik Nasional: Dukungan PKB Disampaikan Lewat Siaran Pers
Faisol Riza menyebut partainya mendukung seratus persen, bahkan seribu persen, pencalonan kembali
Prabowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Menurut dia, Prabowo layak memimpin Indonesia
untuk dua periode karena program-program kerakyatan dinilai berjalan. Pernyataan itu dikutip
Kompas.com dan detikcom dari siaran pers yang diterima wartawan pada Senin siang.
Dukungan tersebut bukan pernyataan pertama dari lingkaran partai koalisi. Sebelumnya, Golkar
menegaskan telah memiliki nama calon presiden untuk 2029, sementara PAN menyatakan sikap serupa
dalam beberapa kesempatan. Yang baru adalah penegasan terbuka dari PKB, partai yang pada pemilu
sebelumnya menempatkan kadernya di kursi wakil presiden.
Dalam pernyataannya, Faisol mengajak seluruh elemen bangsa meminta kesediaan Prabowo melanjutkan
kepemimpinan. Ia berargumen, dukungan rakyat perlu disampaikan secara langsung maupun lewat partai
politik agar tidak menimbulkan salah tafsir di lingkungan istana. Nada pernyataan itu lebih tegas
dibanding sikap PKB pada tahun-tahun awal pemerintahan.
Alasan yang Dikutip Faisol Riza
Faisol menyebut sejumlah program kerakyatan yang dinilai terealisasi, seperti Makan Bergizi
Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, hingga pembangunan tiga
juta rumah. Ia mengakui masih ada kendala di lapangan, tetapi menilai persoalan itu ditangani secara
bertahap. Baginya, capaian itu menjadi dasar utama dukungan PKB.
Ia juga mengungkit tekad Prabowo menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Menurut Faisol,
program-program tersebut menyentuh kebutuhan dasar rakyat sehingga pantas dilanjutkan pada periode
berikutnya. Argumen itu disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan mengapa PKB menyatakan dukungan
sebesar itu.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Golkar Membuka Bola Sejak Awal Oktober
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya sudah memiliki calon presiden
untuk Pilpres 2029, yaitu Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Menurut Doli, posisi itu sudah menjadi sikap resmi Golkar sejak
akhir 2024.
Doli menambahkan, Golkar belum memutuskan siapa calon wakil presiden yang akan didukung. Nama
cawapres akan dibahas bersama partai pengusung dan diputuskan oleh Prabowo sendiri. Pernyataan itu
dinilai memberi sinyal bahwa Golkar ingin menjaga ruang negosiasi untuk kursi pendamping.
Beberapa analis politik membaca sikap Golkar sebagai upaya mengunci posisi sebelum kongres partai
lain digelar. Dengan menjadi partai pertama yang menegaskan dukungan, Golkar berharap memperoleh
pengaruh lebih besar dalam penyusunan koalisi. Pembacaan itu muncul di sejumlah pemberitaan
nasional sepanjang pekan lalu.
PAN Tegaskan Sikapnya Tidak Tergoyahkan
PAN melalui pernyataan yang dikutip Kompas.com pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menegaskan sikapnya
soal Pilpres 2029 sudah jelas. Partai itu menyebut posisinya tidak tergoyahkan dalam mendukung
Prabowo. Ketua Umum PAN sebelumnya juga pernah menyatakan kesiapan partainya mendukung Prabowo
untuk keempat kalinya pada pemilu berikutnya.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam beberapa kesempatan menyebut partainya siap mendukung
pencalonan Prabowo. Ia mengingatkan, keputusan soal pendamping pada 2029 dibicarakan terpisah.
Pernyataan itu memperlihatkan pola serupa dengan Golkar, yaitu mengunci nama capres lebih dulu
sambil menahan pembahasan cawapres.
Dengan bergabungnya PKB, tiga partai besar kini berada pada barisan yang sama. Koalisi itu
menguasai kursi signifikan di DPR, sehingga menentukan arah pembahasan anggaran dan legislasi
selama sisa masa pemerintahan. Konfigurasi tersebut menjadi salah satu alasan pernyataan PKB
dibaca sebagai peristiwa politik penting, bukan sekadar retorika.


