Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Politik Nasional: Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri

11 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Potret resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Gambar: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Wikimedia Commons, Public domain.
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SuaraLutim.com – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026. Taklimat tertutup itu menjadi sorotan politik nasional karena digelar hanya dua hari setelah peringatan HUT ke-81 TNI dan kurang sepekan setelah pelantikan Kapolri baru. Para perwira diminta hadir langsung untuk mendengar arahan Presiden tanpa kehadiran media. Pengarahan berlangsung di halaman tengah Istana dan berjalan tertutup bagi wartawan.

Politik Nasional: Prabowo Kumpulkan 800 Perwira di Istana

Sejumlah perwira tinggi mulai berdatangan ke kompleks Istana sejak pukul 08.00 WIB, dua jam sebelum acara dimulai. Mereka yang hadir mencakup pejabat yang bertugas di institusi TNI dan Polri serta perwira aktif yang mendapat penugasan di kementerian dan lembaga. Kehadiran itu memperlihatkan bahwa taklimat tidak hanya menyasar struktur komando, tetapi juga posisi strategis di luar markas satuan.

Dari matra darat tampak Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dari matra udara hadir Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto turut tercatat berada di lokasi.

Taklimat Juga Dihadiri Purnawirawan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman hadir mendampingi agenda tersebut. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga terlihat di kompleks Istana. Selain perwira aktif, acara itu diikuti sejumlah purnawirawan, termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Darat, mantan Kapolri, serta mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Mantan Komandan Kopassus Jenderal (Hormat) Agum Gumelar pun tercatat hadir.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan dirinya beserta para perwira tinggi lainnya datang untuk mendengarkan langsung arahan Presiden. Ia mengaku belum mengetahui materi yang akan disampaikan sebelum acara dimulai. “Nanti kita dengar ya, arahan bapak Presiden,” kata Suharyanto kepada wartawan di lokasi.

Pesan Profesionalisme dan Orientasi Rekrutmen

Dalam pengarahannya, Presiden menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme di tubuh TNI dan Polri. Ia meminta orientasi perekrutan aparat diubah agar mempertimbangkan aspek intelektualitas calon prajurit maupun personel kepolisian. Menurut Presiden, perubahan itu krusial untuk menghadapi perkembangan jenis perang dan dinamika situasi global yang semakin sulit diprediksi.

Dudung Abdurachman menyebut arahan Presiden menyentuh soal penyegaran di lingkungan pertahanan dan keamanan. “Beliau sering menyampaikan tentang penyegaran-penyegaran dalam rangka mendukung program pemerintah, kaitannya masalah keamanan, masalah pertahanan, itu saja,” ujar Dudung di kompleks Istana.

Pernyataan serupa juga muncul dalam pemberitaan media internasional. Presiden disebut meminta perbaikan rekrutmen anggota militer dan kepolisian karena perang masa depan akan semakin bergantung pada teknologi, termasuk drone, dan menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi. Dudung menambahkan, situasi global saat ini menuntut penguatan profesionalisme prajurit melalui pendidikan dan pelatihan yang lebih baik.

Rangkaian Taklimat Sepanjang 2026

Pengarahan 7 Oktober bukan agenda pertama yang mempertemukan Presiden dengan pimpinan TNI dan Polri. Pada 1 Oktober 2026, Presiden melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara. Sebelumnya, pada 5 Oktober 2026, Presiden memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam upacara tersebut, Presiden meresmikan 204 satuan baru TNI. Rinciannya mencakup enam komando daerah militer, 30 brigade infanteri pembangunan teritorial, 150 batalyon infanteri pembangunan teritorial, serta tiga batalyon pendukung tempur. Enam kodam baru itu adalah Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.

Jejak taklimat serupa juga tercatat pada 25 Mei 2026 di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung, yang diikuti sekitar 1.000 perwira. Pada 9 Februari 2026, Presiden mengumpulkan petinggi TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan di Istana Negara. Pola itu menunjukkan pengarahan langsung kepada jajaran keamanan menjadi instrumen rutin menjelang dua tahun pemerintahan yang jatuh pada 21 Oktober 2026.

Agenda ini berlangsung menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada 21 Oktober 2026. Sejumlah pengamat menilai pengumpulan perwira dalam jumlah besar merupakan cara Presiden memastikan arah kebijakan keamanan dipahami seluruh lapisan komando. Pola komunikasi langsung itu juga dinilai dipakai untuk menekan potensi gesekan antara institusi militer dan kepolisian di daerah.

Dalam pemberitaan sejumlah media, pengarahan disebut menyentuh dukungan terhadap program prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan energi. Para pimpinan TNI dan Polri menyatakan arahan itu menjadi pedoman menghadapi tantangan keamanan, pertahanan, geopolitik, dan geostrategi. Hingga berita ini disusun, Istana belum merilis transkrip resmi pengarahan tersebut.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga