Bantahan Gerindra
Partai Gerindra merespons laporan itu dengan sikap kritis. Juru bicara partai, Sugiat Santoso, menilai hasil survei dan rapor tersebut tidak punya bukti yang cukup untuk menggambarkan kinerja pemerintahan secara objektif.
Ia menyatakan format skoring dalam laporan itu lebih mencerminkan opini kelompok tertentu. Menurut dia, Presiden Prabowo tidak dipilih rakyat untuk menyenangkan para pengamat, melainkan untuk mengeksekusi perubahan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Sugiat juga membela program Makan Bergizi Gratis. Ia mempertanyakan apakah para pengkritik tega melihat anak anak kembali ke sekolah dengan perut lapar tanpa gizi yang layak.
Soal temuan bahwa mayoritas responden merasa stres dengan kebijakan pemerintah, ia menilai klaim itu berlebihan dan cenderung mendramatisasi proses kebijakan yang sedang berjalan.
Bantahan ini penting dicatat sebagai bagian dari hak jawab. Kritik lembaga riset dan tanggapan partai politik sama sama menjadi bahan penilaian publik.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Respons Pemerintah dan Wapres Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi laporan itu dengan nada menerima. Menurut laporan IDN Times, ia menyebut kritik sebagai bagian dari demokrasi dan bahan evaluasi pemerintah.
Ia menyatakan menghargai survei, kajian, dan kritik dari masyarakat maupun lembaga independen. Sikap itu berbeda dari respons partai pendukung yang mempertanyakan metodologi laporan.
Di sisi lain, pemerintah punya versi tersendiri soal capaian dua tahun terakhir. Kantor berita Antara mencatat bahwa APBN memang diarahkan untuk menjaga stabilitas dan memperluas layanan dasar, meski pelaksanaan efisiensi anggaran masih menyisakan dinamika di daerah.
Sebelumnya, sejumlah hasil survei lain juga menunjukkan pelemahan kepercayaan publik, seperti kami laporkan dalam artikel penurunan kepercayaan publik ke 47,7 persen.
Cara Membaca Hasil Survei
Hasil survei publik sebaiknya dibaca sebagai potret persepsi pada satu periode, bukan sebagai putusan akhir atas kinerja pemerintahan. Persepsi bisa berubah setelah kebijakan tertentu terasa dampaknya.
Pembaca perlu memperhatikan siapa lembaga pelaksananya, bagaimana sampel diambil, dan apa pertanyaan yang diajukan. Tiga hal itu sangat menentukan arah hasil yang dilaporkan.
Perbandingan antar survei juga penting. Angka dari lembaga berbeda tidak bisa langsung disandingkan bila metode dan waktu pengambilan datanya tidak sama.
Sebaliknya, pemerintah juga perlu menjawab substansi temuan. Bila persoalannya ada pada pelaksanaan program, perbaikan teknis di lapangan biasanya lebih menentukan daripada perdebatan soal angka.
Apa yang Diketahui
CELIOS bersama Kabinet Bayangan merilis Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran dengan penilaian rendah dari kedua kelompok responden. Survei dilakukan pada 15 September sampai 9 Oktober 2026 dengan 1.142 responden umum dan 129 responden ahli.
Laporan itu menyoroti dua program strategis nasional, mengusulkan enam rekomendasi perbaikan, dan mencatat tingginya keluhan soal beban pajak serta harga kebutuhan pokok.
Partai Gerindra menilai laporan tersebut tidak objektif, sementara Wakil Presiden Gibran menyebut kritik sebagai bagian dari demokrasi dan bahan evaluasi pemerintah.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Pemerintah belum memberikan tanggapan resmi butir per butir atas enam rekomendasi CELIOS. Belum jelas pula apakah ada langkah lanjutan yang akan diambil atas usulan tersebut.
Rincian metodologi survei, termasuk margin of error, belum dirinci secara lengkap dalam pemberitaan. Pembaca perlu merujuk dokumen asli untuk menilai ketelitiannya.
Dampak politik laporan ini pada susunan kabinet juga belum bisa dipastikan. Wacana perombakan kabinet disebut sejumlah pihak, tetapi belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi arahnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa nilai kinerja dua tahun Prabowo-Gibran menurut CELIOS?
Menurut laporan itu, kabinet memperoleh nilai akhir 4,7 dari responden masyarakat umum dan 2,9 dari responden ahli. Survei melibatkan 1.142 responden umum dan 129 responden ahli.
Apa saja rekomendasi CELIOS?
Enam rekomendasi diajukan, mencakup penghentian pemotongan Dana Desa untuk program koperasi desa, kabinet berbasis kompetensi, pajak kekayaan, pengendalian utang, perubahan indikator pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Bagaimana pemerintah menanggapi laporan ini?
Wakil Presiden Gibran menyebut kritik itu bagian dari demokrasi dan bahan evaluasi. Partai Gerindra justru menilai laporan tersebut tidak objektif dan lebih mencerminkan opini kelompok tertentu.


