Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Indonesia: Prancis Kuasai 49 Persen Saham Eramet

15 Oktober 2026 • zul • 9 kali dibaca
Kawasan operasi tambang nikel Weda Bay di Halmahera, Maluku Utara
Foto: Muhammad Ector Prasetyo via Wikimedia Commons, CC BY 2.0
ASM Group
Iklan

Tekanan yang Membuat Eramet Mencari Modal

Eramet menyebut penambahan modal bersifat penting untuk memulihkan kondisi keuangan perseroan. Perusahaan mencatat kerugian pada 2025 dan menjalankan rencana pelepasan sejumlah aset. Langkah itu ditempuh demi menjaga kepatuhan pada komitmen pembiayaan bank.

Salah satu sumber tekanan adalah pemangkasan kuota penambangan nikel di Indonesia. Pemerintah menetapkan kuota bijih nikel 2026 pada kisaran 260 sampai 270 juta ton. Angka itu berada di bawah kebutuhan smelter yang diperkirakan 340 sampai 350 juta ton per tahun.

Karena kuota cepat habis, operasi penambangan PT Weda Bay Nickel sempat dihentikan sejak Mei 2026. Perusahaan menyebut masa itu sebagai care and maintenance. Operasi penambangan baru dimulai kembali secara bertahap pada 10 September 2026 setelah otorisasi dari otoritas Indonesia.

Harga nikel global yang lemah menambah beban. Tekanan serupa juga dirasakan produsen dalam negeri, sebagaimana dibahas dalam laporan tentang proyeksi produksi nikel olahan yang berpotensi menurun.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Arti Suntikan Modal bagi Industri Nasional

Bagi pasar, masuknya negara Prancis sebagai pemegang saham terbesar memperjelas arah dukungan finansial bagi Eramet. Perusahaan mendapat kepastian modal pada saat harga komoditas sedang tidak bersahabat. Dukungan itu sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan logam kritis bagi Eropa.

Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong hilirisasi bernilai tambah tinggi. Jejaknya terlihat pada ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan Weda Bay, seperti dibahas dalam artikel tentang ekspor perdana baterai EV Weda Bay. Kehadiran modal jangka panjang dibutuhkan agar rantai itu berjalan stabil.

Namun, kebutuhan modal juga menegaskan bahwa industri nikel tidak lagi sekadar soal volume produksi. Kebijakan kuota, harga acuan, dan pajak menentukan daya tarik investasi. Pelaku usaha menilai kepastian regulasi sama pentingnya dengan insentif.

Karena itu, perkembangan di tingkat pemegang saham Eramet layak dicermati. Keputusan investasi di hulu dapat bergeser mengikuti perubahan prioritas pemilik modal. Bagi daerah penghasil seperti Maluku Utara, stabilitas itu berdampak langsung pada lapangan kerja dan penerimaan daerah.

Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi

Yang sudah diketahui, Eramet mengonfirmasi rencana penambahan modal 500 juta euro pada kuartal IV 2026. Negara Prancis melalui APE akan menaikkan kepemilikan hingga maksimal 49 persen hak suara efektif. Keluarga Duval akan menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan porsi di bawah 30 persen.

Yang juga sudah diketahui, operasi penambangan PT Weda Bay Nickel sudah dimulai kembali secara bertahap sejak 10 September 2026. Eramet belum memberikan perkiraan pasti volume produksi dan penjualan bijih nikel untuk sisa 2026. Perusahaan menyatakan akan memperbarui panduan penjualan bijih nikel pada waktu yang tepat.

Yang belum terkonfirmasi, besaran pasti dana yang akan disuntikkan negara masih bergantung pada kondisi pasar dan kesepakatan dengan keluarga Duval. Jadwal resmi pelaksanaan rights issue juga belum disebutkan secara rinci selain rentang antara akhir Oktober dan akhir 2026. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Indonesia mengenai dampak transaksi ini terhadap izin operasi di tanah air.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa nilai penambahan modal Eramet?

Eramet merencanakan rights issue 500 juta euro atau sekitar Rp10 triliun dengan asumsi kurs Rp20.000 per euro. Pelaksanaannya dijadwalkan pada kuartal IV 2026.

Apakah negara Prancis akan menasionalisasi Eramet?

Tidak. Chair and CEO Eramet Christel Bories menegaskan tujuan transaksi bukan menasionalisasi perusahaan. Kepemilikan negara dibatasi agar tidak melampaui 50 persen modal dan hak suara.

Apa kaitan transaksi ini dengan tambang Indonesia?

Eramet memegang 38,7 persen saham PT Weda Bay Nickel di Maluku Utara, salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia. Perubahan struktur pemegang saham di tingkat induk dapat memengaruhi arah investasi di proyek tersebut.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga