Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Penjualan Emas Freeport Anjlok 70 Persen

29 Oktober 2026 • zul • 48 kali dibaca
Area tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Papua, dokumentasi Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM RI via Wikimedia Commons, domain publik
ASM Group
Iklan

Tambang nasional hari ini menyorot laporan kinerja PT Freeport Indonesia yang mencatat penurunan tajam produksi dan penjualan pada kuartal III 2026. Volume penjualan emas perseroan merosot sekitar 70 persen secara tahunan, sementara penjualan tembaga juga ikut melemah. Penurunan terjadi di tengah proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave setelah insiden lumpur pada September 2025.

Tambang Nasional: Penjualan Emas Freeport Anjlok

Mengacu laporan induk usaha Freeport-McMoRan, penjualan emas PT Freeport Indonesia pada Juli sampai September 2026 hanya 98.000 ounce. Angka itu turun 70,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 332.000 ounce. Produksi emas pada kuartal tersebut masih 229.000 ounce, sehingga ada selisih besar antara produksi dan penjualan.

FCX menjelaskan penjualan tertekan oleh tingkat operasi yang lebih rendah selama proses peningkatan kapasitas tambang bawah tanah. Sekitar 60.000 ounce emas murni yang semestinya terjual pada kuartal III ditunda ke kuartal IV 2026. Penundaan itu berkaitan dengan pengiriman dan persediaan di fasilitas pengolahan.

Untuk tembaga, produksi PTFI pada kuartal III 2026 mencapai 249 juta pon atau turun 19,9 persen dari 311 juta pon pada kuartal III 2025. Penurunan produksi tembaga lebih kecil dibanding penurunan penjualan emas karena komposisi bijih dan jadwal pengapalan berbeda. Namun arah keduanya sama, yaitu masih di bawah kapasitas normal.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Angka Sembilan Bulan Pertama

Sepanjang Januari sampai September 2026, produksi tembaga dari operasi Freeport di Indonesia turun 43,2 persen menjadi 549 juta pon. Pada periode yang sama tahun lalu, produksi mencapai 966 juta pon. Produksi emas juga merosot 42,4 persen menjadi 505.000 ounce dari 876.000 ounce.

Dari sisi penjualan, volume tembaga anjlok 64,5 persen menjadi 388 juta pon dari sebelumnya 1,09 miliar pon. Penjualan emas menyusut 65,9 persen menjadi 332.000 ounce dari 975.000 ounce. Selisih antara produksi dan penjualan menunjukkan sebagian hasil tambang masih tersimpan sebagai persediaan yang belum dikirim.

Harga jual rata-rata tembaga pada Januari sampai September 2026 mencapai 6,21 dolar Amerika per pon. Harga itu naik dari 4,42 dolar Amerika per pon pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan harga menahan penurunan nilai penjualan, tetapi tidak cukup menutup hilangnya volume.

Pemulihan Grasberg Block Cave

PTFI masih berada dalam fase peningkatan kapasitas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Pada kuartal III 2026, rata-rata pengolahan bijih mencapai sekitar 141.000 metrik ton per hari atau setara 67 persen dari kapasitas. Sekitar 70.000 ton per hari di antaranya berasal dari Grasberg Block Cave.

Perusahaan menargetkan tingkat operasi mencapai 80 persen kapasitas pada pertengahan 2027. Kapasitas penuh diperkirakan baru tercapai mendekati akhir 2027. Produksi dari Blok 1S dijadwalkan kembali beroperasi pada pertengahan 2027 setelah pembersihan dan perbaikan infrastruktur selesai.

Peningkatan kapasitas berjalan sesuai jadwal April, menurut laporan FCX. Remediasi selesai pada kuartal I 2026 dan peningkatan produksi dimulai pada Maret 2026. Tingkat operasi yang direncanakan tercapai pada kuartal II dan kuartal III 2026, meski belum kembali ke kondisi sebelum insiden.

Smelter Kembali Mengolah Konsentrat

Fasilitas peleburan PTFI di Jawa Timur kembali beroperasi pada akhir Agustus 2026 setelah sempat berhenti akibat insiden Grasberg. PT Smelting sudah lebih dulu beroperasi kembali pada akhir 2025. Keduanya menjadi ujung rantai yang menentukan kapan konsentrat bisa dijual sebagai produk olahan.

FCX memperkirakan selisih antara produksi dan penjualan masih akan terjadi sampai fasilitas pengolahan hilir beroperasi pada tingkat normal. Persediaan yang menumpuk di smelter membuat arus kas perseroan tidak sepenuhnya mengikuti produksi tambang. Kondisi ini juga memengaruhi penerimaan negara dari royalti dan pajak.

Untuk tahun 2026, volume penjualan tembaga PTFI diproyeksikan sekitar 700 juta pon. Penjualan emas diperkirakan mencapai 632.000 ounce. Proyeksi itu mempertimbangkan penundaan sekitar 100 juta pon tembaga dan 70.000 ounce emas yang masih terkait persediaan di fasilitas peleburan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga