Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Penjualan Emas Freeport Anjlok 70 Persen

29 Oktober 2026 • zul • 48 kali dibaca
Area tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Papua, dokumentasi Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM RI via Wikimedia Commons, domain publik
ASM Group
Iklan

Dampak ke Negara dan Mitra

PTFI merupakan salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara dari sektor mineral. Penurunan volume penjualan berarti setoran royalti dan pajak ikut tertekan, meski harga komoditas sedang tinggi. Pemerintah perlu menghitung ulang asumsi penerimaan minerba bila pemulihan berjalan lebih lambat.

FCX memiliki kepentingan ekonomi 48,76 persen di PTFI, sedangkan sisanya dipegang pihak Indonesia melalui holding BUMN tambang. Pembagian itu membuat dampak kinerja PTFI terasa langsung pada laporan keuangan holding. Investor akan mencermati apakah target kapasitas 2027 realistis.

Di sisi lain, harga tembaga yang tinggi memberi ruang bagi perseroan untuk menjaga pendapatan. Selama volume belum pulih, strategi biaya menjadi penentu. FCX mencatat sebagian biaya produksi dan pengiriman selama masa peningkatan kapasitas dibukukan sebagai biaya fasilitas menganggur.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Konteks Industri Tembaga

Tembaga menjadi komoditas kunci untuk kabel, kendaraan listrik, dan pembangkit listrik. Permintaan global yang kuat membuat harga bertahan di level tinggi meski pasokan dari beberapa tambang besar terganggu. Kondisi itu menjelaskan mengapa nilai penjualan PTFI tidak anjlok sebesar volume fisiknya.

Indonesia sendiri sedang mendorong hilirisasi mineral, termasuk nikel dan tembaga. Fasilitas pengolahan dalam negeri menjadi syarat agar nilai tambah tidak keluar. Namun hilirisasi hanya efektif bila pasokan bahan baku dari tambang stabil.

Gangguan di Grasberg menunjukkan risiko operasional tambang bawah tanah berskala besar. Insiden kecil bisa menghentikan alur produksi berbulan-bulan dan mengubah proyeksi tahunan. Karena itu, perusahaan menempatkan perbaikan sistem penanganan material dan drainase sebagai prioritas.

Respons Pasar dan Karyawan

Kinerja kuartalan PTFI menjadi perhatian analis karena pengaruhnya terhadap emiten holding dan penerimaan negara. Beberapa analis menilai pemulihan bertahap lebih aman daripada mengejar produksi penuh terlalu cepat. Keselamatan kerja menjadi pertimbangan utama setelah insiden tahun lalu.

Di tingkat operasional, penyesuaian jadwal kerja dan perawatan peralatan terus dilakukan. Perusahaan menyatakan peningkatan kapasitas mengikuti prosedur keselamatan yang ketat. Isu keamanan di sekitar wilayah tambang juga masih menjadi perhatian, termasuk kasus buron penembakan karyawan Freeport yang belum tuntas.

Masyarakat di sekitar wilayah operasi berharap pemulihan membawa dampak ekonomi kembali normal. Aktivitas tambang menopang perdagangan, jasa, dan lapangan kerja di Papua Tengah. Perlambatan produksi biasanya terasa pada permintaan barang dan jasa di sekitar lokasi.

Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi

Yang sudah diketahui, produksi dan penjualan PTFI turun tajam pada kuartal III 2026. Angka itu berasal dari laporan resmi FCX sebagai induk usaha, bukan perkiraan pasar. Pengolahan bijih baru mencapai sekitar 67 persen kapasitas, dan smelter baru beroperasi kembali pada akhir Agustus 2026.

Yang belum terkonfirmasi adalah proyeksi penerimaan negara yang terdampak. Belum ada angka resmi dari pemerintah mengenai selisih royalti akibat penurunan volume ini. Begitu juga dampak pasti terhadap dividen holding BUMN tambang pada tahun buku 2026.

Target kapasitas 80 persen pada pertengahan 2027 juga masih proyeksi perusahaan. Pencapaiannya bergantung pada perbaikan sistem penanganan material, drainase, dan kesiapan Blok 1S. Perubahan jadwal bisa terjadi bila ada kendala teknis baru.

FAQ Seputar Kinerja Freeport

Mengapa penjualan emas turun lebih dalam daripada produksi?

Sebagian emas sudah diproduksi tetapi belum dikirim karena jadwal penjualan dan persediaan di fasilitas pengolahan. FCX mencatat penundaan sekitar 60.000 ounce ke kuartal IV 2026, sehingga angka penjualan kuartal III terlihat lebih rendah.

Apakah tambang Grasberg berhenti beroperasi?

Tidak. Tambang tetap berproduksi, tetapi pada tingkat kapasitas yang lebih rendah selama proses peningkatan pascainsiden September 2025. Perusahaan menargetkan operasi mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Apa dampaknya bagi Indonesia?

Penurunan volume penjualan berpotensi mengurangi setoran royalti dan pajak dari sektor mineral. Pemerintah belum merinci besaran dampaknya, sementara harga tembaga yang tinggi menahan penurunan nilai ekspor.

Kinerja PTFI pada kuartal III 2026 menunjukkan bahwa pemulihan tambang bawah tanah tidak berjalan linear. Produksi bisa naik, tetapi penjualan bergantung pada kesiapan pengolahan dan pengapalan. Bagi publik, angka-angka ini adalah pengingat bahwa nilai tambah mineral ditentukan oleh rantai yang utuh, dari terowongan tambang sampai smelter.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga