Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: 19 Tewas dalam Desak-desakan di Kolkata

18 Oktober 2026 • zul • 27 kali dibaca
Pandal Durga Puja di Kolkata pada 2018
Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
ASM Group
Iklan

Viral hari ini dari Kolkata, India: sedikitnya 19 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka dalam desak-desakan di pandal Durga Puja Chorbagan, Sabtu malam 17 Oktober 2026. Insiden terjadi saat hujan deras turun dan kerumunan yang menunggu di luar berdesakan masuk mencari tempat berteduh. Pemerintah Benggala Barat menyebut 17 korban meninggal di lokasi kejadian.

Viral Hari Ini: 19 Tewas di Pandal Chorbagan

Lokasi kejadian adalah pandal Chorbagan Sarbojanin Durgotsab Samity di kawasan Kolkata utara. Pandal itu berdiri di gang sempit Radha Madhab Saha Lane dan termasuk salah satu yang paling ramai dikunjungi setiap tahun. Malam itu adalah hari pertama Saptami pada kalender Durga Puja 2026.

Kepala Menteri Benggala Barat Suvendu Adhikari menyampaikan angka korban dalam kunjungan ke rumah sakit tempat para korban dibawa. Menurutnya, 17 orang meninggal di tempat kejadian dan sisanya meninggal setelah mendapat perawatan. Dari 25 orang yang dirawat, 24 dinyatakan stabil dan satu masih kritis.

Sejumlah media melaporkan bahwa korban tewas mencakup 13 perempuan dan seorang anak. Data itu berasal dari keterangan sumber di rumah sakit, bukan dari rilis resmi pemerintah. Otoritas menyatakan proses identifikasi masih berjalan dan keluarga korban berangsur datang ke rumah sakit.

Tata Atur
Iklan

Hujan Deras dan Gelombang Kerumunan

Insiden berlangsung sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Ribuan orang mengantre di gang sempit menuju pandal ketika hujan turun tiba-tiba. Pengunjung yang sudah berada di dalam berusaha bertahan karena tidak ada tempat berteduh, sementara yang di luar terus mendorong masuk.

Menurut keterangan saksi yang dikutip Times of India, tekanan dari belakang meningkat sementara jalan ke depan tertahan. Sejumlah orang terjatuh di dekat tangga keluaran, dan pengunjung lain ikut terjerembab. Warga setempat yang menjadi penolong pertama membongkar sebagian struktur pandal untuk menarik korban keluar.

Desain pandal ikut disorot. Pengunjung harus menuruni tangga dari dek atas menuju pintu keluar di level bawah, dan alur itu dianggap memperlambat pergerakan massa. Polisi telah menyegel lokasi dan menyerahkannya kepada tim forensik, satuan tugas khusus, dan petugas pemadam kebakaran.

12 Orang Diamankan dan SIT Dibentuk

Kepolisian Kolkata mengamankan 12 orang untuk dimintai keterangan, termasuk pengurus panitia puja, relawan, dan petugas keamanan swasta. Seorang pejabat kepolisian menyebut para petugas sedang menggali penyebab kejadian dan akan bertindak sesuai hukum bila ditemukan kelalaian.

Pemerintah negara bagian mengumumkan pembentukan tim investigasi khusus atau SIT yang diketuai hakim aktif Pengadilan Tinggi Calcutta. Tim itu akan melibatkan satuan tugas khusus, badan investigasi kriminal, dan departemen terkait. Kepala Menteri menyatakan akan menulis surat kepada Ketua Pengadilan Tinggi untuk menugaskan hakim tersebut.

Sebuah komite tingkat tinggi juga dibentuk untuk meninjau keselamatan di pandal-pandal besar di seluruh Benggala Barat. Menurut kantor berita PTI, komite itu akan memeriksa pengelolaan kerumunan, jalur keluar, dan kekuatan struktur bangunan. Kepolisian setempat juga memerintahkan penutupan sementara sejumlah pandal utama selama pemeriksaan.

Kompensasi dan Janji Pemeriksaan

Pemerintah Benggala Barat menjanjikan bantuan bagi keluarga korban. Kepala Menteri menyebut santunan 25 lakh rupee atau sekitar Rp470 juta untuk setiap keluarga korban meninggal, disertai satu pekerjaan tetap di lingkungan pemerintah bagi anggota keluarga. Korban luka dijanjikan santunan 5 lakh rupee dan biaya perawatan penuh di rumah sakit pilihan mereka.

Perdana Menteri Narendra Modi juga mengumumkan santunan 2 lakh rupee dari dana bantuan nasional untuk keluarga korban meninggal, sebagaimana dilaporkan media India. Besaran santunan dari pemerintah pusat dan negara bagian berbeda, dan keduanya disebut akan disalurkan melalui mekanisme masing-masing.

Kepala Menteri menyatakan tidak akan melindungi siapa pun yang gagal menjalankan tugas. Ia menyebut pihak yang bisa dimintai tanggung jawab mencakup anggota panitia, petugas keamanan, pekerja sementara, hingga aparat kepolisian yang bertugas malam itu. Pernyataan itu muncul setelah warga menilai pengamanan di lokasi tidak memadai.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga