Viral hari ini di jagat otomotif global datang dari aksi Tesla Roadster generasi kedua yang melompat, berputar terbalik, lalu mendarat dengan bantuan pendorong gas dingin. Peragaan itu berlangsung di fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas, pada Kamis, 15 Oktober 2026 waktu setempat. Momen mobil listrik terbang singkat itu langsung memenuhi linimasa media sosial dan memicu pertanyaan besar: seberapa nyata kemampuan terbangnya dan kapan mobil ini dijual.
Viral Hari Ini: Aksi Roadster di Fasilitas SpaceX
Rekaman dokumentasi resmi Tesla memperlihatkan Roadster melaju dari posisi diam, menanjak pada jalur melengkung, lalu berputar hingga posisi roda menghadap ke atas. Kendaraan itu kemudian bertahan terbalik sebelum melanjutkan gerakan dan mendarat kembali. Pendorong yang dipakai diklaim memakai teknologi gas dingin yang biasa dipakai kendaraan antariksa.
Di segmen berikutnya, Roadster melompati barisan kendaraan Tesla lain, termasuk truk Semi dan model penumpang. Menurut laporan Yahoo Finance, aksi itu diklaim sebagai yang pertama dilakukan produsen mobil dalam peragaan terbuka. Kerumunan penonton menjaga jarak karena suara pendorong dinilai keras.
Panitia menyiapkan penonton dengan pelindung telinga dan menjaga mereka tetap jauh dari arena. Panitia penyelenggara di McGregor, Texas, juga berkoordinasi dengan kepolisian dan pengelola bandara setempat, seperti dicatat Austin American-Statesman dalam laporan langsungnya. Awalnya acara dijadwalkan 1 Oktober 2026, tetapi ditunda karena cuaca.
Bagi publik Indonesia, CNN Indonesia menyebut peragaan itu sebagai atraksi akrobat yang membuat penonton terperangah. Liputan CNN Indonesia menekankan bahwa aksi itu terjadi di arena tertutup dan belum menjadi standar produk yang dijual bebas.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Tiga Versi dan Pendorong Gas Dingin
Tesla memecah Roadster ke dalam tiga varian dengan tingkat kemampuan berbeda. Varian Performance digambarkan siap jalan dengan dua kursi dan sistem penghisap multi-mode. Varian Thrust menambahkan pendorong gas dingin di bagian belakang yang memangkas waktu akselerasi.
Varian paling ekstrem diberi nama Rocket dan hanya menyediakan satu kursi. Pendorong gas dingin dipasang mengelilingi badan mobil untuk memberi dorongan ke depan, ke atas, serta rotasi lateral. Versi inilah yang dalam materi resmi disebut mampu melakukan penerbangan singkat.
Menurut laporan Yahoo Finance, seluruh varian diklaim memiliki jangkauan lebih dari 300 mil dengan kecepatan puncak hingga 230 mil per jam pada varian Rocket. Klaim itu belum diverifikasi penguji independen karena unit produksinya belum tersedia. Angka jangkauan dan kecepatan masih sepenuhnya berasal dari pihak Tesla.
Konsep pendorong gas dingin berbeda dari mesin jet karena tidak melibatkan pembakaran. Gas bertekanan dilepaskan untuk menghasilkan dorongan singkat. Karena itu, kemampuan melayangnya punya batas durasi dan sangat bergantung pada volume tangki yang dibawa.
Akselerasi di Bawah Satu Detik
Tesla menyebut Roadster sebagai mobil tercepat di dunia dengan waktu 0 sampai 60 mil per jam di bawah satu detik. Klaim resmi menyebut angka 1,6 detik untuk varian Performance, 0,9 detik untuk Thrust, dan 0,59 detik untuk Rocket. Pada pengujian yang dilakukan di arena, terukur 0,81 detik.
Angka akselerasi itulah yang menjadi inti daya tarik produk ini sejak pertama diperkenalkan pada 2017. Selama bertahun-tahun, janji performa itu menjadi penanda ambisi Tesla di segmen kendaraan sport, meski realisasinya sering mundur.
Kecepatan ekstrem pada mobil jalan raya selalu memunculkan pertanyaan soal keselamatan dan regulasi. Ban, sistem rem, serta struktur rangka harus mampu menahan gaya yang jauh lebih besar daripada mobil penumpang biasa. Belum ada penjelasan teknis rinci dari perusahaan soal hal ini.


