Viral hari ini datang dari Istanbul, Turki, setelah hujan ekstrem melumpuhkan kota terbesar di negara itu. Gubernur Istanbul Davut Gul menyebut curah hujan pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebagai yang terbesar dalam 84 tahun pencatatan. Banjir menutup sekolah di enam provinsi, mengalihkan puluhan penerbangan, dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah.
Viral Hari Ini: Hujan Terlebat 84 Tahun Lumpuhkan Istanbul
Hujan mulai mengguyur Istanbul pada Rabu dan berlanjut hingga Kamis. Jalan raya berubah menjadi aliran air yang menyeret kendaraan. Gubernur mengimbau warga tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.
Warga yang tinggal di apartemen bagian bawah tanah diminta pindah ke lantai lebih tinggi. Pemerintah kota melarang sepeda motor dan kendaraan roda dua melintas selama cuaca ekstrem. Underpass serta area dekat aliran sungai ditutup sementara.
Hujan membuat Sungai Kagithane meluap dan merendam kawasan bersejarah Sadabad. Air masuk ke ruang utama masjid bersejarah di kawasan itu. Bengkel dan bangunan pendukung di sekitarnya juga terendam.
Lembaga meteorologi Turki mencatat curah hujan harian tertinggi sejak pengukuran dimulai pada 1942. Rekor itu membuat peristiwa ini disebut sebagai banjir terparah dalam delapan dekade terakhir.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Curah Hujan di Beykoz Capai 242 Milimeter
Pemerintah kota Istanbul mencatat curah hujan 242 milimeter di Beykoz, salah satu angka tertinggi sejak 1985. Eyupsultan tercatat 190,5 milimeter dan Sariyer 187,9 milimeter. Hujan terlebat terjadi di kawasan Omerli, Beykoz, di sisi Asia kota.
Dalam 12 jam, sebagian wilayah menerima hujan hingga 100 milimeter. Jumlah itu setara sebagian besar curah hujan bulanan. Tanah dan saluran drainase kota tidak sanggup menyerap volume air sebesar itu.
Pengamat menilai kapasitas drainase kota belum dirancang untuk hujan sebesar itu. Berkurangnya area resapan membuat air lebih cepat mengalir ke jalan. Perbaikan saluran air dinilai perlu berjalan seiring penataan ruang kota.
Pemerintah kota menerima 6.937 laporan darurat. Kantor gubernur mencatat 1.277 kejadian genangan, 15 longsor, dan 47 kasus orang terjebak. Sebanyak 595 warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Lebih dari 8.000 petugas dan sekitar 2.000 kendaraan serta alat berat dikerahkan. Tim penyelamat membersihkan jalan dari lumpur dan material longsor. Penerangan jalan dan aliran listrik di sejumlah kawasan sempat terputus.
Korban Jiwa dan Data yang Masih Berubah
Gubernur Istanbul melaporkan dua orang meninggal dunia pada Kamis. Laporan media Turki menyebut jumlah korban bertambah menjadi tiga orang pada hari yang sama. Otoritas masih memutakhirkan data sambil menunggu proses identifikasi.
Seorang remaja berusia 14 tahun meninggal setelah tersengat listrik saat menginjak genangan air di kawasan Balat, distrik Fatih. Rekaman kamera pengawas yang diverifikasi kantor berita internasional memperlihatkan peristiwa itu. Pemerintah provinsi menyatakan sedang menyelidiki kasus tersebut.
Satu korban lain meninggal di Sariyer setelah terjatuh saat menyeberangi jalan yang tergenang. Satu jasad ditemukan di kawasan Kagithane dan identitasnya belum ditetapkan. Data korban luka dan orang hilang masih dihimpun otoritas setempat.
Dalam peristiwa banjir, jumlah korban sering berubah cepat pada hari pertama. Verifikasi identitas dan penyebab kematian memerlukan waktu. Karena itu, angka resmi perlu diperlakukan sebagai data sementara.
43 Penerbangan Dialihkan, Sekolah Libur di Enam Provinsi
Kementerian Transportasi dan Infrastruktur mencatat 43 pesawat gagal mendarat di Bandara Istanbul sehingga dialihkan ke bandara lain. Sebanyak 39 penerbangan dialihkan di dalam Turki dan empat dikirim ke luar negeri. Angin kencang membuat pesawat tidak bisa mendarat dengan aman.
Operasi di Bandara Sabiha Gokcen sempat terhenti karena angin kencang dan wind shear. Penerbangan dilanjutkan kembali pada Rabu malam. Maskapai menyesuaikan jadwal beberapa hari setelah banjir.
Pemerintah meliburkan sekolah di enam provinsi pada Kamis. Provinsi itu adalah Istanbul, Duzce, Zonguldak, Sakarya, Kocaeli, dan Yalova. Gubernur Istanbul memperpanjang libur sekolah hingga Jumat karena cuaca belum sepenuhnya membaik.
Beberapa universitas mengalihkan perkuliahan ke daring. Pegawai negeri dengan kebutuhan khusus diberi izin tidak masuk kantor. Pemerintah kota mengimbau warga memakai angkutan umum bila harus bepergian.


