Viral hari ini bukan soal model baru, melainkan soal hutan yang hilang. Otoritas perizinan dan pengawasan Finlandia, LVV, memerintahkan anak usaha Google, Tuike Finland, menghentikan pekerjaan persiapan yang berdampak besar pada lingkungan di Muhos dan Kajaani. Perintah itu keluar setelah sekitar 250.000 pohon di Muhos ditebang sebelum kajian dampak lingkungan selesai, bagian dari investasi AI Google senilai 13 miliar euro di Finlandia.
Kronologi Perintah LVV
LVV menyampaikan perintah pada 6 Oktober 2026. Isinya meminta Tuike Finland menghentikan pekerjaan persiapan yang dianggap mengubah lingkungan secara signifikan, paling lambat 23 Oktober, dan perintah itu berlaku sampai prosedur kajian dampak lingkungan untuk kedua lokasi tuntas. Yle melaporkan perusahaan diberi waktu sampai 14 Oktober untuk memberi penjelasan tertulis.
Menurut LVV, pekerjaan yang harus berhenti mencakup penebangan pohon, pengupasan tanah lapisan atas, pembangunan jalan kerja dan area penyimpanan, perubahan saluran air dan gorong-gorong, serta penataan air hujan. Kepala Departemen Lingkungan LVV, Tommi Muilu, menyatakan langkah itu perlu karena identifikasi dan penilaian dampak justru menjadi tujuan utama prosedur kajian lingkungan.
Perintah tersebut tidak melarang semua aktivitas. Perencanaan, pengukuran, penyelidikan tanah, dan pekerjaan kecil yang mudah dipulihkan masih boleh dilakukan. Pada 11 Oktober Google menyampaikan tanggapan resmi yang mengonfirmasi bahwa pekerjaan persiapan sudah dihentikan di kedua lokasi.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Viral Hari Ini: 250.000 Pohon dan Reaksi Warga Muhos
The Guardian melaporkan sekitar seperempat juta pohon hilang dari lahan seluas 330 hektare di Muhos, Finlandia utara. Ekolog dari Asosiasi Konservasi Alam Finlandia, Mari Annala, memperkirakan tambahan sekitar 150.000 pohon ditebang di Otanmäki, kawasan Kajaani. Warga menyebut air cokelat dari lokasi mengalir ke aliran yang bermuara di Sungai Oulujoki.
Google mengonfirmasi angka luas kepada Yle. Juru bicara perusahaan untuk Finlandia dan Norwegia menyatakan hutan yang ditebang di Muhos sekitar 330 hektare dan di Otanmäki sedikit di bawah 200 hektare. Angka luas itu tidak sama dengan hitungan pohon, tetapi keduanya memberi gambaran skala pekerjaan yang sudah berlangsung sebelum kajian lingkungan rampung.
Reaksi publik cepat meluas. Petisi di platform resmi Finlandia menuntut pengaturan data center yang lebih ketat dan pungutan bagi daerah terdampak. The Guardian mencatat lebih dari 93.000 tanda tangan, sementara Fortune menulis lebih dari 96.000 pada hari yang hampir sama. Selisih angka itu wajar karena petisi masih terus berjalan.
Apa Kata Google dan Pemerintah Finlandia
Manajer Google Finlandia, Antti Järvinen, meminta maaf pada 13 Oktober. Ia menyatakan perusahaan bertindak berdasarkan pemahaman terbaik atas aturan yang berlaku saat itu. Dalam pernyataan resminya, Google menyebut pihaknya tidak memenuhi standar tinggi yang mereka tetapkan sendiri dan akan mematuhi permintaan LVV.
Google juga berjanji menanam pohon di lahan seluas 130 hektare di Muhos. Organisasi konservasi menilai angka itu terlalu kecil dibandingkan luas yang sudah gundul. Perusahaan menegaskan sedang berupaya melindungi kualitas air di lokasi dan akan menaati seluruh permintaan otoritas.
Perdana Menteri Petteri Orpo menyebut kejadian di Muhos sebagai tamparan dingin. Ia sebelumnya menjadikan penanaman investasi sebagai prioritas utama dan menyebut proyek Google sebagai bukti kekuatan Finlandia. Pemerintah Finlandia menyatakan sedang memantau perkembangan sektor data center dan siap mengusulkan perubahan aturan bila diperlukan.
Penyelidikan Polisi dan Tuduhan Penebangan Ilegal
LVV mengajukan permintaan penyelidikan kepada polisi untuk proyek Muhos pada 22 Oktober. Permintaan itu menyusul laporan awal bahwa penebangan diduga dilakukan tanpa dasar yang memadai. Untuk proyek Kajaani, LVV menyatakan belum mengajukan permintaan serupa.
Yle melaporkan polisi membuka penyelidikan awal untuk menentukan apakah ada cukup bukti tindak pidana. Penyelidikan itu berawal dari permintaan perorangan yang diajukan pada 2 Oktober. Sampai berita ini disusun belum ada penetapan tersangka, dan belum ada putusan pengadilan atas perkara tersebut.
Google menyatakan penebangan dilakukan berdasarkan pemahaman atas undang-undang kehutanan dan bahwa area proyek dalam rencana tata ruang tergolong hutan produksi. LVV berpendapat penebangan seluas itu tidak bisa dilakukan hanya dengan dasar undang-undang kehutanan karena kajian lingkungan belum selesai. Perbedaan tafsir inilah yang kini menjadi inti persoalan hukum.


