Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: Indodax Setop Transaksi Usai Serangan Siber

30 Oktober 2026 • zul • 35 kali dibaca
Ilustrasi logo bitcoin sebagai simbol aset kripto
Bitcoin, public domain, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral hari ini pasar kripto goncang oleh dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan. Bursa kripto lokal Indodax menghentikan sementara setoran dan penarikan dana setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan siber. Di waktu yang sama, Binance mengakui insiden keamanan yang berdampak pada aset sekitar US$6,3 miliar atau setara Rp114,23 triliun.

Viral Hari Ini: Indodax Setop Deposit dan Penarikan

CEO sekaligus Co-Founder Indodax William Sutanto menyatakan penghentian layanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Pihaknya mendeteksi peningkatan aktivitas serangan siber terhadap platform. Keputusan itu disampaikan melalui akun X pada Kamis, 29 Oktober 2026.

“Saat ini Indodax menghentikan sementara deposit dan penarikan sebagai langkah pengamanan karena kami mendeteksi peningkatan upaya serangan siber,” kata William seperti dikutip CNN Indonesia. Tim teknis disebut sedang melakukan evaluasi dan mitigasi.

Indodax menegaskan saldo rupiah dan aset kripto pengguna tetap aman selama proses pemeliharaan sistem. Deposit dan penarikan akan dibuka kembali setelah seluruh sistem dipastikan aman. Perdagangan di dalam platform tidak dijelaskan secara rinci statusnya.

Tata Atur
Iklan

Sampai Jumat siang, belum ada keterangan resmi mengenai berapa lama layanan akan berhenti. Pengguna yang ingin memindahkan aset harus menunggu pengumuman berikutnya. Indodax meminta pengguna memantau kanal resmi perusahaan.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Binance Akui Kerugian US$6,3 Miliar

Di tingkat global, Binance mengakui insiden peretasan menyebabkan kerugian sekitar US$6,3 miliar. Angka itu setara Rp114,23 triliun dengan asumsi kurs yang dipakai pemberitaan. Perusahaan menyebut sekitar US$3 miliar di antaranya sudah berhasil dibekukan di blockchain.

“Kami telah bekerja sama dengan mitra blockchain untuk membekukan aset yang terdampak, di mana sekitar US$3 miliar dibekukan di blockchain sejauh ini,” kata Binance seperti dikutip Bloomberg Technoz. Perusahaan menyatakan akan menanggung seluruh kerugian lewat dana SAFU dan dana perusahaan.

Binance juga menangguhkan sementara semua setoran dan penarikan. Langkah itu diambil untuk menghentikan perpindahan aset selama penyelidikan. Perusahaan menegaskan dana pengguna tetap aman dan kewajiban kepada nasabah akan dipenuhi.

Pemeriksaan awal mengarah pada laptop seorang insinyur yang disusupi. Menurut laporan yang dikutip detikINET, celah itu memungkinkan pelaku melakukan penarikan dana tanpa izin. Penyebab pasti insiden masih diselidiki.

Bitcoin dan Altcoin Tertekan

Pasar langsung bereaksi. Bitcoin turun ke level terendah dalam enam pekan di US$77.646 berdasarkan data CoinGecko yang dikutip Reuters. Ethereum melemah ke US$2.238,76, posisi terendah dalam dua bulan.

Token BNB yang diterbitkan Binance menjadi salah satu yang paling terpukul. Harganya anjlok lebih dari 8 persen dalam 24 jam menjadi sekitar US$694. Penurunan BNB lebih dalam karena pasar mengaitkannya langsung dengan kondisi bursa.

Tekanan itu tidak berhenti di tiga aset besar. IDNFinancials mencatat pembekuan aset senilai US$2,54 miliar yang melibatkan sejumlah perusahaan kripto. Angka pembekuan bisa bertambah seiring penyelidikan.

Data lain menunjukkan lebih dari US$1,5 miliar posisi berjangka dilikuidasi dalam 24 jam. Likuidasi berantai memperbesar penurunan karena pedagang terpaksa menutup posisi. The National melaporkan bitcoin sempat menyentuh US$76.664 sebelum sedikit pulih.

Pembekuan Aset Lintas Perusahaan

Upaya membatasi kerugian melibatkan banyak pihak. Penerbit stablecoin Tether membekukan hampir US$1,57 miliar aset yang terkait insiden. Circle membekukan lebih dari US$800 juta dalam bentuk USDC.

Ripple disebut ikut membekukan sekitar US$200 juta. Pendiri Binance Changpeng Zhao menyampaikan angka itu melalui media sosial. Binance menyatakan total aset yang dibekukan sudah mencapai US$2,54 miliar dan masih bisa bertambah.

Pembekuan aset tidak otomatis berarti dana kembali utuh. Prosesnya bergantung pada koordinasi dengan aparat penegak hukum dan penerbit token. Selain itu, tidak semua aliran dana bisa dihentikan di tengah jalan.

Analisis CoinDesk memperkirakan sekitar 204.500 Ether berpindah dari dompet yang diduga terdampak. Jumlah itu setara sekitar 5,6 persen cadangan Ether Binance pada laporan 1 Oktober 2026. Rasio dukungan cadangan diperkirakan turun sebelum aset diganti.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga