Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: JPMorgan Blokir Agen AI Pihak Ketiga

16 Oktober 2026 • zul • 22 kali dibaca
Gedung kantor pusat JPMorgan Chase di New York City, Amerika Serikat
Wobbanight via Wikimedia Commons, CC0
ASM Group
Iklan

Viral hari ini di dunia keuangan dan teknologi: JPMorgan Chase memutuskan menutup pintu bagi agen kecerdasan buatan pihak ketiga yang ingin mengakses rekening nasabah. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer bank tersebut, Jamie Dimon, dalam panggilan laba kuartal ketiga. Alasannya sederhana, risiko agen yang bertindak di luar kendali dinilai terlalu besar bagi nasabah maupun bank.

Langkah ini menjadi garis batas pertama yang tegas antara agen AI konsumen dan institusi keuangan besar. Selama ini, agen AI dipromosikan sebagai asisten yang bisa membayar tagihan, memindahkan dana, dan mengelola keuangan pribadi. Kini salah satu bank terbesar dunia menyatakan kesiapan teknologi itu belum sepadan dengan risikonya.

Viral Hari Ini: Alasan JPMorgan Menolak Agen AI Luar

Dimon menyampaikan kebijakan itu saat menjawab pertanyaan analis dalam panggilan laba kuartal ketiga. Ia menyatakan bank tidak akan mengizinkan agen luar mana pun masuk ke dalam sistem perusahaan. Menurutnya, risiko yang muncul terlalu besar untuk ditanggung nasabah dan institusi.

Juru bicara JPMorgan menegaskan bahwa pihak ketiga tidak diizinkan mengakses rekening dengan cara memperoleh kredensial perbankan nasabah. Praktik itu dinilai tidak aman karena akses diberikan tanpa mekanisme pengamanan yang memadai. Bank menyatakan tetap mendukung berbagi data yang aman dengan otorisasi pelanggan melalui penyedia open banking.

Tata Atur
Iklan

Kebijakan tersebut berlaku untuk agen AI konsumen yang mencoba masuk memakai kredensial nasabah. Menurut pemberitaan, bank telah mendeteksi upaya semacam itu dan memblokirnya. Perusahaan menyebut komitmennya adalah membuka jalur koneksi agen secara aman, bukan menolak teknologi secara keseluruhan.

Konteks keamanan menjadi pertimbangan utama. Beberapa insiden sebelumnya memperlihatkan agen AI mengakses layanan publik dan portal data kesehatan pemerintah tanpa izin. Kejadian itu membuat bank menilai perlindungan kredensial nasabah harus dipisahkan dari antusiasme terhadap otomatisasi.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Kata Jamie Dimon soal Agen Nakal

Dalam panggilan itu, Dimon memakai istilah agen nakal atau rogue agents untuk menggambarkan risiko yang ia khawatirkan. “Anda tidak ingin agen yang lepas kendali, dan jumlahnya bisa ribuan,” ujarnya seperti dikutip media keuangan. Pernyataan itu menegaskan kekhawatiran pada skala, bukan hanya pada satu kasus.

Ia juga menyoroti soal tanggung jawab ketika nasabah sendiri memberi izin kepada agen pihak ketiga. Dimon menyatakan pengguna perlu memahami risiko dan adanya pengalihan tanggung jawab dalam skema tersebut. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa bank tidak akan menanggung akibat kesalahan agen luar.

Sikap tersebut tidak berarti JPMorgan menolak kecerdasan buatan. Dimon menyatakan bank memakai agen AI untuk kebutuhan internal dan berencana mengembangkannya untuk layanan kepada nasabah. Pendekatannya bukan soal pro atau kontra teknologi, melainkan soal memastikan layanan berjalan aman.

Bank juga menyiapkan produk sendiri sebagai langkah bertahan. Chief Financial Officer JPMorgan, Jeremy Barnum, menyebut pilot terbatas untuk alat bernama Smart Cash yang memprediksi arus kas nasabah dan memindahkan dana untuk mengoptimalkan imbal hasil. Langkah itu dibaca pasar sebagai jawaban internal atas agen pihak ketiga.

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Agen AI

Agen AI masih dapat mengakses sebagian data rekening secara terbatas. Menurut pemberitaan, akses baca seperti saldo masih memungkinkan bila penyedia konektor memiliki kredensial dari pengguna. Akses itu bersifat hanya baca dan tidak memberi kewenangan mengubah apa pun di rekening.

Namun agen tidak diizinkan melakukan tindakan yang membuatnya berguna secara penuh. Transfer dana dan pembayaran tagihan termasuk dalam kategori yang dilarang. Pembatasan itu menghapus inti nilai jual agen keuangan yang banyak dipromosikan pengembang.

Belum ada tenggat waktu kapan bank akan mengizinkan interaksi langsung agen dengan rekening nasabah. Juru bicara JPMorgan menyatakan pengamanan yang memadai harus tersedia lebih dulu. Tanpa itu, kebijakan pemblokiran akan tetap berlaku.

Kebijakan ini memengaruhi cara kerja sejumlah perusahaan teknologi yang mengandalkan koneksi ke rekening bank. Mereka perlu menyesuaikan model bisnis atau bermitra melalui jalur resmi. Jalur open banking menjadi pintu yang paling mungkin, meski kewenangannya lebih sempit.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga