Operasi SAR Hari Kedua dan Kendala di Laut
Operasi pencarian hari kedua menitikberatkan penyisiran permukaan dan penyelaman di sekitar bangkai kapal. Arus deras membatasi waktu kerja penyelam di bawah permukaan. Tim memakai pukul pasang surut untuk menentukan jendela penyelaman yang paling aman.
Basarnas mengerahkan beberapa unsur, di antaranya perahu karet dari Pos SAR Manggarai Barat dan kapal cepat milik kantor syahbandar. Kapal wisata swasta dan nelayan setempat ikut memantau area penyisiran yang lebih luas. Koordinasi dilakukan lewat pos komando di Labuan Bajo.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku koordinator misi menyatakan pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Faktor arus dan jarak pandang disebut sebagai kendala teknis di lapangan. Pencarian akan terus dilanjutkan selama dibutuhkan dan cuaca memungkinkan.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Apa yang Diketahui
Berikut sejumlah hal yang sudah terkonfirmasi dari keterangan otoritas dan pemberitaan media nasional. Kapal bernama KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Manggarai Barat, pada Selasa 13 Oktober 2026. Rute kapal adalah Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca dengan waktu keberangkatan sekitar pukul 08.00 WITA.
Manifest kapal mencatat 25 orang di atas kapal, termasuk lima kru, seperti disampaikan otoritas pelabuhan. Laporan BBC News Indonesia menyebut kapal membawa 25 turis dan lima awak kapal. Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dan satu penumpang masih dalam pencarian.
Dugaan sementara penyebab kejadian adalah arus kuat dan cuaca buruk menurut kantor syahbandar. Pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan penyisiran permukaan dan penyelaman. Data korban masih diselaraskan dengan manifest dan dokumen pelayaran.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Penyebab pasti tenggelnya kapal belum ditetapkan karena pemeriksaan masih berlangsung. Otoritas menyebut dugaan arus kuat dan cuaca buruk sebagai keterangan awal, bukan kesimpulan akhir. Hasil pemeriksaan resmi akan menentukan penyebab sekaligus rekomendasi keselamatan.
Jumlah pasti orang di atas kapal masih berbeda antara manifest dan laporan lapangan. Selisih data ini biasa terjadi pada tahap awal penanganan dan baru final setelah pendataan selesai. Kami tidak mencantumkan identitas penumpang yang masih dicari sesuai kebijakan pemberitaan yang memuliakan privasi keluarga.
Kondisi bangkai kapal dan rencana pengangkatannya juga belum diumumkan secara resmi. Otoritas belum memerinci apakah bangkai akan diangkat, ditandai, atau dibiarkan di lokasi. Keputusan itu menunggu hasil penilaian keselamatan pelayaran dan lingkungan.
Keselamatan Wisata Kapal di Labuan Bajo
Labuan Bajo tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata bahari utama setelah penetapan kawasan ekonomi khusus. Ribuan wisatawan menaiki kapal pinisi setiap bulan untuk menyusuri pulau Komodo, Padar, dan Rinca. Popularitas itu menuntut standar keselamatan pelayaran yang konsisten di semua operator kapal wisata.
Persoalan pokoknya bukan hanya cuaca, tetapi juga kesiapan kapal, jumlah alat pelampung, dan prosedur evakuasi saat darurat. Otoritas pelabuhan memiliki kewenangan memeriksa kelayakan kapal sebelum berlayar. Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar insiden serupa tidak terulang.
Wisatawan juga perlu memperhatikan informasi cuaca sebelum menaiki kapal dan memastikan alat keselamatan mudah dijangkau. Panduan keselamatan awak kapal wajib dipahami penumpang sebelum keberangkatan. Kesiapan darurat yang baik menentukan selisih antara insiden kecil dan tragedi. Perhatian pada keselamatan wisata juga muncul dalam pemberitaan penanganan peristiwa di Luwu Timur dan rubrik wisata kami di SuaraLutim.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana kapal Feronia tenggelam?
Kapal tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 13 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30 WITA. Lokasi itu berada di kawasan perairan Batu Bolong, tidak jauh dari jalur wisata menuju Pulau Rinca.
Berapa jumlah korban selamat?
Sebanyak 29 orang dievakuasi dengan selamat pada hari pertama, sementara satu penumpang masih dalam pencarian. Tim SAR melanjutkan penyisiran pada hari kedua dengan tambahan area dan penyelaman di sekitar bangkai kapal.
Apa penyebab kapal tenggelam?
Kantor syahbandar menyebut dugaan awal berupa arus laut kuat dan cuaca buruk, tetapi penegasan penyebab menunggu hasil pemeriksaan. Otoritas masih memeriksa dokumen pelayaran, perlengkapan keselamatan, dan keterangan awak kapal.


