Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: Singapura Aktifkan Subsidi Kabut Asap

13 Oktober 2026 • zul • 20 kali dibaca
Ilustrasi arsip: panorama Kuala Lumpur saat tertutup kabut asap pada 2019
Benjy8769, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral hari ini di kawasan Asia Tenggara adalah langkah Singapura mengaktifkan skema subsidi layanan kesehatan akibat kabut asap. Kebijakan itu mulai berlaku pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah kualitas udara di negara kota tersebut bertahan di level tidak sehat. Ini pertama kalinya Singapura menyalakan skema serupa sejak 2015, ketika asap dari kebakaran lahan di Indonesia menutup sebagian besar kawasan selama berminggu-minggu.

Viral Hari Ini: Subsidi Kesehatan untuk Warga Singapura

Kementerian Kesehatan Singapura mengaktifkan skema subsidi untuk sejumlah keluhan yang berkaitan dengan kabut asap. Keluhan itu meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronik, dan infeksi saluran pernapasan atas beserta komplikasinya, seperti dilaporkan Free Malaysia Today.

Bagi sebagian besar warga Singapura yang memenuhi syarat, biaya pengobatan dibatasi maksimal 10 dolar Singapura. Untuk warga berusia 67 tahun ke atas, batasnya 5 dolar Singapura. Pengumuman itu disampaikan pada Minggu malam sebelum kebijakan berlaku keesokan harinya.

Skema semacam ini bukan program tetap. Pemerintah Singapura menyalakannya hanya ketika kualitas udara memburuk dalam periode tertentu. Terakhir kali mekanisme itu dipakai pada 2015, saat asap lintas batas membuat jumlah kunjungan berobat meningkat dan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Tata Atur
Iklan

Langkah itu menunjukkan kabut asap tidak lagi dipandang sebagai gangguan sementara. Pemerintah memperlakukannya sebagai risiko kesehatan publik dengan konsekuensi biaya nyata. Bagi kelompok rentan seperti anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, dampaknya bisa berlanjut setelah kualitas udara membaik.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Malaysia Kembali Tutup Sekolah di Sejumlah Daerah

Di sisi utara, Malaysia kembali menutup sekolah di sejumlah wilayah pada Selasa, 13 Oktober 2026. Penutupan mencakup seluruh sekolah di Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Putrajaya. Wilayah lain yang ikut ditutup adalah sekolah di bawah kantor pendidikan distrik Hulu Langat, Petaling Perdana, Kuala Langat, dan Sepang di Selangor, serta Kuantan dan Rompin di Pahang, seperti dikutip dari The Straits Times.

Sekolah di Kuala Lumpur, Labuan, Kedah, Kelantan, Perlis, Penang, Perak, Terengganu, Sabah, dan Sarawak tetap beroperasi. Distrik lain di Selangor dan Pahang yang tidak terdampak juga dibuka seperti biasa. Sekolah yang beroperasi diminta memantau kegiatan luar ruang sesuai kondisi udara terkini.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengumumkan penutupan itu melalui akun media sosialnya pada 12 Oktober. Ia meminta orang tua dan komunitas sekolah merujuk pada pengumuman resmi sekolah, dinas pendidikan negeri, dan kantor pendidikan distrik. Pihaknya juga menjanjikan pemberitahuan yang lebih awal untuk penutupan berikutnya.

Sebelumnya, sekolah sudah dibuka kembali di sebagian besar wilayah Malaysia pada Senin karena kualitas udara membaik sedikit. Namun penutupan dipertahankan di Johor bagian selatan serta sebagian Kuala Lumpur dan Selangor tengah. Perubahan status dari hari ke hari ini membuat jadwal belajar menjadi tidak pasti bagi banyak keluarga.

Ambang Batas API dan Dasar Keputusan

Keputusan penutupan sekolah di Malaysia berpijak pada Indeks Pencemar Udara atau API. Menurut pedoman yang berlaku, angka di atas 100 masuk kategori tidak sehat, di atas 200 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Angka di atas 500 menjadi ambang penetapan keadaan darurat lokal.

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, turut bersuara soal ambang batas ini. Ia menyatakan sekolah sebaiknya ditutup ketika bacaan API mencapai 150 atau lebih. Pernyataan itu mendorong pemerintah negeri menyesuaikan keputusan dengan data pengukuran terkini.

Selain sekolah, sektor transportasi ikut terdampak. Maskapai bertarif murah Firefly membatalkan penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar Singapura. Pembatalan berlaku dari Sabtu sampai Senin sebagai langkah kehati-hatian, menurut keterangan maskapai.

Pada 9 Oktober, Kuala Lumpur sempat tercatat sebagai kota besar paling tercemar di dunia menurut pemantau kualitas udara IQAir. Bacaan indeks di kota itu sekitar 224 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Posisi itu sempat melampaui Singapura yang juga tertekan pada periode yang sama.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga