Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SuaraLutim.com – Viral Nusantara dari Sirkuit Pertamina Mandalika: Marc Marquez memenangi sprint MotoGP Indonesia 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah drama tikungan pertama menumbangkan dua pembalap terdepan. Pembalap Ducati Lenovo itu menyelesaikan 13 putaran dalam waktu 19 menit 37,125 detik. Raul Fernandez, yang merebut pole position pertama sepanjang kariernya, justru gagal finis bersama Marco Bezzecchi.
Viral Nusantara: drama tikungan pertama di Mandalika
Sprint di Mandalika adalah seri ke-17 dari 22 balapan musim ini. Fernandez memulai balapan dari posisi terdepan berkat catatan waktu 1 menit 28,852 detik, hasil kualifikasi terbaiknya sejak masuk kelas utama lima tahun lalu. Ia hanya unggul 0,109 detik atas Bezzecchi dari Aprilia Racing, sementara Fabio Di Giannantonio melengkapi barisan depan.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Di tikungan pertama, Bezzecchi harus berdiri dari motornya setelah Marc Marquez dan Di Giannantonio menyerbu dari sisi dalam. Pembalap Italia itu menyenggol roda depan Fernandez yang sedang berusaha menahan laju. Keduanya langsung terjatuh dan sprint mereka berakhir di putaran pertama.
Fernandez menyebut insiden itu tidak profesional dan mengungkapkan jarinya patah akibat benturan. Meski sudah dinyatakan layak turun pada balapan utama Minggu, ia tetap ingin menilai kondisi tangannya yang sangat bengkak usai sesi pemanasan pagi. Bezzecchi sendiri menilai kejadian tersebut sebagai insiden balapan biasa dan enggan memperpanjang polemik.
Dua pembalap papan atas lain, Marquez dan Martin, memulai balapan dari baris kedua. Marquez dilaporkan sengaja mengikuti roda belakang Martin pada percobaan terakhir kualifikasi untuk mendapatkan keuntungan slipstream. Strategi itu membuat keduanya harus bekerja lebih keras di awal balapan pendek yang hanya berlangsung 13 putaran.
Jorge Martin melepas peluang, Marquez mengambil alih
Kekacauan di depan mengantar Jorge Martin memimpin balapan secara mengejutkan. Pembalap Aprilia Racing itu bertahan di posisi terdepan hingga tiba-tiba kehilangan laju dan membiarkan Marquez menyalip dengan lima putaran tersisa. Dugaan awal mengarah pada tekanan ban yang terlalu rendah.
Martin tampak bersiap membalas, tetapi kesalahan di putaran kedua terakhir membuatnya melorot ke posisi keempat. Ai Ogura naik ke peringkat kedua dan Di Giannantonio mengunci podium ketiga. Di belakang mereka, Alex Marquez finis kelima, disusul Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer. Francesco Bagnaia harus puas di posisi kedelapan dan Fabio Quartararo kesembilan.
Berikut urutan sepuluh besar sprint Mandalika: Marc Marquez (19 menit 37,125 detik), Ai Ogura (+0,509 detik), Fabio Di Giannantonio (+0,835 detik), Jorge Martin (+1,947 detik), Alex Marquez (+3,410 detik), Pedro Acosta (+5,478 detik), Fermin Aldeguer (+7,036 detik), Francesco Bagnaia (+10,039 detik), Fabio Quartararo (+10,248 detik), dan Alex Rins (+13,288 detik).
Seluruh pembalap memakai ban lunak depan dan belakang, kecuali Johann Zarco yang memilih ban belakang medium dan finis ke-12. Pilihan ban menjadi faktor penting di lintasan Mandalika yang menuntut traksi tinggi pada suhu aspal yang panas. Sejumlah tim menilai kompromi ban belakang menentukan laju pada putaran-putaran akhir.
Hasil ini membuat Marquez mengambil alih puncak klasemen dari Martin. Sprint hanya menyediakan poin lebih kecil dibandingkan balapan utama, tetapi selisihnya tetap berarti di sisa lima seri. Kini perhatian beralih ke sesi pemanasan Minggu pagi untuk memastikan kondisi Fernandez.
Apa artinya bagi persaingan gelar
Mandalika menjadi salah satu seri penentu karena tiga pembalap teratas masih bersaing ketat. Kegagalan finis di sprint membuat Fernandez kehilangan peluang menambah poin di depan pendukungnya sendiri. Sebaliknya, Marquez memanfaatkan kesalahan rival untuk memperlebar jarak di puncak klasemen sementara.


