Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: TPA Supit Urang Malang Terbakar Tiga Hari

23 Oktober 2026 • zul • 28 kali dibaca
Ilustrasi: gunungan sampah dengan ekskavator di Bantar Gebang, Bekasi
22Kartika, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara hari ini diwarnai kebakaran TPA Supit Urang di Kota Malang yang belum padam setelah tiga hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan untuk mempercepat pemadaman.

Kebakaran di tempat pemrosesan akhir sampah itu dilaporkan mulai Rabu, 21 Oktober 2026. Hingga Jumat, 23 Oktober, petugas masih menemukan titik panas di beberapa bagian gunungan sampah.

Asap yang membumbung membuat kualitas udara kota sempat memburuk. Pemerintah kota menyiapkan opsi hujan buatan sambil menambah armada dan alat berat di lokasi.

Viral Nusantara: Titik Api Masih Ditemukan di Hari Ketiga

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan operasi di lokasi diperkuat. Menurut keterangan yang dikutip detikcom, satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan digeser ke Malang.

Tata Atur
Iklan

Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menyebut kondisi di zona new landfill sisi timur minim titik api. Namun kepulan asap masih terlihat, menandakan titik panas belum sepenuhnya hilang.

Di zona old landfill sisi barat dan selatan yang berbatasan dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, intensitas titik api menurun. Titik api dengan intensitas tinggi masih terpusat di bagian tengah zona lama.

Petugas memakai teknik injeksi air ke dalam gunungan sampah. Ekskavator dikerahkan untuk membongkar tumpukan yang masih menyimpan panas agar air bisa menjangkau bagian dalam.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Armada dan Personel yang Dikerahkan

Pemadaman melibatkan tiga unit armada Damkar Kota Malang. Dua unit armada suplai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ikut membantu, ditambah satu unit suplai dari Damkar Kabupaten Malang.

Dua kendaraan pemadam kebakaran militer juga diterjunkan. Selain itu, BNPB menyiapkan satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca dari Kalimantan Barat guna mendukung penanganan di Jawa Timur.

Menurut laporan TIMES Indonesia, api di zona tengah masih tinggi pada hari ketiga. Kondisi itu membuat petugas memusatkan upaya di area tersebut untuk menekan panas sekaligus mengurangi asap tebal.

Luas area yang terbakar dilaporkan sekitar satu hektare pada hari pertama. Data itu bisa berubah karena pendataan masih berjalan bersamaan dengan proses pemadaman.

Lima Lokasi Karhutla di Jawa Timur

Menurut laporan Republika, BNPB mencatat lima wilayah di Jawa Timur masih mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga Jumat, 23 Oktober. Empat di antaranya kawasan gunung, yaitu Arjuno-Welirang, Argopuro, Gunung Saeng di Bondowoso, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Di Arjuno-Welirang, sekitar 1.000 hektare belum padam. Di Argopuro tercatat 1.297 titik yang belum berhasil dipadamkan, sementara kebakaran Gunung Saeng terjadi sejak 22 Oktober.

Kawasan TNBTS mencatat 311 titik karhutla sejak 16 sampai 23 Oktober. Luasan lahan yang terbakar di kawasan itu masih didata, dan operasi udara terus dilakukan di beberapa titik.

Kepala BNPB juga berkunjung ke Jawa Timur untuk rapat koordinasi dengan pemerintah daerah. Hasilnya, alutsista tambahan dikirim untuk memperkuat operasi darat dan udara.

Korban dan Duka di Bromo

Kebakaran di kawasan Bromo turut menimbulkan korban jiwa di kalangan relawan. Dalam konferensi pers 23 Oktober, BNPB menyebut lima orang meninggal saat berusaha memadamkan api dan terperangkap.

Pada hari yang sama, Antara melaporkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi enam orang. Perbedaan angka itu menunjukkan data masih berkembang, dan penyebutan korban dalam artikel ini mengikuti keterangan resmi tanpa menyebut identitas.

BNPB menyampaikan penghargaan atas jasa para relawan. Mereka juga mengingatkan agar relawan memakai alat pelindung diri, termasuk masker respirator N95, pakaian tahan panas, dan sepatu bot lapangan.

Imbauan lain adalah beristirahat saat kelelahan dan berkoordinasi dengan pos komando. Keselamatan dinilai lebih penting daripada kecepatan memadamkan api.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga