Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Berita Luwu Timur: Pelatihan K3 BNSP Siapkan SDM Hadapi IHIP

20 September 2026 • Admin
Tumpukan sertifikat dan daftar unit kompetensi BNSP pada pelatihan K3 di Luwu Timur
Dok. LPK Lunarica Luwu Timur

Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) digelar di Hotel Lagaligo, Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan itu diselenggarakan LPK Lunarica Luwu Timur sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Pelatihan ini menyasar pekerja dan calon pekerja yang ingin memiliki pengakuan kompetensi resmi di bidang K3.

Pelatihan K3 Bersertifikat di Hotel Lagaligo

Kegiatan berlangsung di Hotel Lagaligo, salah satu hotel di Kabupaten Luwu Timur yang biasa dipakai untuk pertemuan dan pelatihan berskala daerah. Peserta mengikuti rangkaian pembelajaran teori dan praktik, lalu menjalani asesmen kompetensi sesuai skema yang ditetapkan lembaga sertifikasi profesi. Sertifikat yang diterbitkan berasal dari skema yang sudah terdaftar, sehingga kompetensi peserta dapat diakui secara nasional.

Direktur LPK Lunarica Luwu Timur, Firman Rahman, menyampaikan bahwa program sertifikasi akan terus digenjot. “Kami akan terus menggenjot peningkatan ESDM di Luwu Timur dengan terus mengadakan program sertifikasi demi mempersiapkan SDM Lutim yang handal dan kompeten menghadapi pertumbuhan kawasan tambang dan IHIP yang segera hadir di Luwu Timur yang merupakan PSN,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari rangkaian panjang penyiapan tenaga kerja lokal. Dengan begitu, warga Luwu Timur diharapkan tidak hanya menjadi penonton atas pertumbuhan industri di daerahnya, tetapi ikut mengisi posisi yang tersedia.

Enam Unit Kompetensi K3 yang Diujikan

Pelatihan ini mengacu pada skema kompetensi K3 dengan sejumlah unit yang harus dikuasai peserta. Dari dokumen daftar unit kompetensi yang digunakan, terdapat enam unit utama yang diujikan.

Unit pertama adalah kemampuan menerapkan peraturan perundang-undangan dan standar dalam pengujian keselamatan dan kesehatan kerja, sesuai kerangka kompetensi yang dirujuk BNSP. Unit ini menjadi dasar karena seluruh tindakan di tempat kerja harus berpijak pada aturan yang berlaku. Peserta dilatih memahami regulasi K3 sekaligus menerapkannya di lapangan.

Unit berikutnya adalah melakukan survei potensi bahaya K3. Peserta belajar mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko, lalu menyusun langkah pengendalian yang sesuai. Kemampuan ini penting mengingat karakter pekerjaan di sektor tambang, konstruksi, dan industri pengolahan yang dinamis.

Selanjutnya, peserta dilatih merancang sistem tanggap darurat. Materi ini mencakup penyusunan prosedur evakuasi, penentuan jalur aman, hingga pembagian peran saat terjadi keadaan darurat. Ada pula unit yang menekankan kemampuan melakukan komunikasi K3, karena pesan keselamatan hanya efektif bila tersampaikan dengan benar kepada seluruh pekerja.

Dua unit terakhir berkaitan dengan pelayanan kesehatan kerja serta penerapan program kesehatan kerja di tempat kerja. Kombinasi seluruh unit itu membuat peserta tidak sekadar memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung dipakai di lingkungan kerja.

Sertifikasi untuk SDM Lokal dan Tantangan IHIP

Menurut Firman Rahman, tantangan industri sudah berada di depan mata. “Tantangan industri sudah di depan mata, sudah saatnya masyarakat lokal siap menerima peluang dengan kompetensi yg sesuai,” ujarnya. Ia menilai kesiapan kompetensi menjadi kunci agar masyarakat lokal tidak tertinggal ketika kawasan industri baru mulai beroperasi.

Kawasan yang disebut sebagai proyek strategis nasional (PSN) akan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari operator, teknisi, pengawas, hingga personel keselamatan kerja. Tanpa sertifikasi yang diakui, tenaga kerja lokal berisiko tersisih oleh pekerja dari luar daerah meskipun secara jumlah penduduk lokal lebih banyak.

Karena itu, pelatihan bersertifikat diposisikan sebagai jalan pintas yang sah untuk membuktikan kemampuan. Sertifikat kompetensi membantu perusahaan melakukan seleksi, sedangkan pekerja memperoleh bukti formal atas keterampilan yang dimilikinya.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga