Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: ASN Donor Darah demi Stok PMI Aman

22 September 2026 • Admin • 0 kali dibaca
ASN Luwu Timur antre donor darah di Lobi Kantor Bupati Malili dalam berita luwu timur soal stok darah PMI
Gambar: Warta Lutim (Kominfo Luwu Timur)
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

Malili – Lobi Kantor Bupati Luwu Timur di Malili biasanya dipenuhi aktivitas pelayanan administrasi. Pada Senin (21/9/2026) pagi, pemandangan di sana berbeda: sejumlah aparatur sipil negara (ASN) berbaris untuk donor darah. Kegiatan itu menjadi bagian dari berita luwu timur yang menyorot upaya menjaga ketersediaan darah di daerah.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur menggelar aksi donor darah tersebut. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 PMI, dengan tema “Setetes Darah ASN, Sejuta Harapan untuk Sesama!”.

Pilihan tempatnya bukan tanpa alasan. Lobi kantor bupati adalah titik yang mudah dijangkau ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga partisipasi bisa dikumpulkan dalam satu waktu tanpa mengganggu jam pelayanan publik secara berlebihan.

Berita Luwu Timur: Donor Darah ASN untuk Stok yang Aman

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menegaskan kegiatan ini bukan rutinitas seremonial. Menurutnya, aksi donor darah bersama ASN merupakan gerakan bersama untuk memastikan ketersediaan stok darah tetap aman dan siap bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Lebih dari sekadar aksi kemanusiaan rutin, donor darah ASN ini adalah gerakan bersama untuk memastikan ketersediaan stok darah aman dan siap bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program ini ASN tidak hanya menjalankan tugas sebagai pelayan publik di balik meja, tetapi juga menunjukkan aksi nyata kemanusiaan. Setiap kantong darah yang disumbangkan, katanya, menjadi pilar harapan bagi warga yang sedang berjuang untuk sembuh.

“Setiap tetes darah yang didonorkan menjadi pilar harapan, mempererat rasa kemanusiaan, dan membuktikan komitmen ASN yang solid, empati, serta berintegritas tinggi,” tutur Bupati Irwan.

Kegiatan Rutin Bulanan dengan Giliran OPD

Yang membedakan kegiatan ini dari donor darah biasa adalah rencana keberlanjutannya. Bupati menyatakan donor darah ASN akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan, dengan setiap OPD mendapat giliran secara bergilir.

“Kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin ASN yang akan dilakukan setiap bulannya. Setiap OPD akan mendapat giliran masing-masing secara bergilir,” jelasnya.

Skema bergilir itu punya alasan praktis. Kebutuhan darah di rumah sakit tidak menumpuk pada satu atau dua bulan tertentu saja. Pasien yang membutuhkan transfusi datang sepanjang tahun, mulai dari ibu melahirkan dengan perdarahan, penderita thalasemia yang butuh transfusi berkala, hingga korban kecelakaan.

Jika darah hanya terkumpul pada momen tertentu, stok akan menumpuk pada satu periode dan menipis pada periode lain. Dengan giliran bulanan, pasokan diharapkan lebih merata sepanjang tahun.

Beban yang ditanggung PMI

PMI sebagai lembaga yang mengelola kantong darah menanggung pekerjaan yang tidak sederhana. Darah tidak bisa diproduksi dan punya masa simpan terbatas. Beberapa komponen darah, seperti trombosit, hanya bertahan dalam hitungan hari.

Karena itu, kebutuhan donor selalu berulang. Setiap kantong darah yang masuk harus melalui proses uji saring penyakit menular, penggolongan darah, dan penyimpanan pada suhu tertentu. Semua tahap itu membutuhkan biaya, tenaga terlatih, dan peralatan yang siap setiap saat.

Sisi lain yang jarang dibahas

Kegiatan donor darah juga menjadi momen pemeriksaan kesehatan singkat bagi pendonor. Sebelum diambil, calon pendonor menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi umum. Jika ada temuan, pendonor bisa segera diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi ASN yang bekerja dengan jadwal padat, kesempatan itu sering tidak dimiliki saat menjalani hari kerja biasa. Berbaris sepuluh menit di lobi kantor bisa menjadi satu-satunya cek kesehatan sederhana yang mereka lakukan dalam beberapa bulan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga