Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Luwu Timur: Lapangan Benteng Ditata Jadi Ruang Publik

29 September 2026 • Admin • 14 kali dibaca
Bupati Luwu Timur meninjau Lapangan Benteng di Desa Nikkel Nuha, berita luwu timur terkini
Gambar: Karebata.id (dokumentasi peninjauan Lapangan Benteng, Desa Nikkel, Nuha).
ASM Group
Iklan

Sorowako, SuaraLutim – Berita Luwu Timur dari Kecamatan Nuha: Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meninjau langsung kondisi Lapangan Benteng di Desa Nikkel, Minggu (27/9/2026), dan menginstruksikan penataan menyeluruh kawasan itu sebagai ruang publik.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meminta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parmudora) segera menyiapkan desain penataan. “Segera buatkan desainnya, agar cepat dibenahi,” kata Irwan di lokasi, seperti dikutip Karebata.

Sejumlah fasilitas direncanakan dibangun, mulai dari jalur lari (jogging track), penggantian rumput lapangan sepak bola dari rumput alami menjadi rumput sintetis, hingga trotoar di sekeliling kawasan.

Berita Luwu Timur: Lapangan Benteng dan arah penataan ruang publik

Lapangan Benteng berada di Desa Nikkel, salah satu desa di Kecamatan Nuha yang tumbuh cepat seiring perkembangan kawasan industri dan permukiman Sorowako. Kawasan ini sehari-hari dipakai warga untuk berolahraga, berkumpul, dan menggelar kegiatan pemuda.

Tata Atur
Iklan

Rencana penataan yang disampaikan Bupati menunjukkan perhatian pada dua hal sekaligus: kualitas fasilitas olahraga dan kenyamanan ruang terbuka. Jalur lari menambah pilihan aktivitas bagi warga yang selama ini berolahraga di jalan umum, sementara trotoar memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan.

Penggantian rumput alami menjadi rumput sintetis juga mengandung konsekuensi pengelolaan. Lapangan dengan rumput sintetis lebih tahan dipakai berulang, tetapi memerlukan perawatan khusus, seperti pembersihan rutin dan penanganan drainase yang baik, agar tidak rusak saat hujan deras.

Saluran air di seberang lapangan ikut disorot

Selain area lapangan, Bupati menyoroti saluran besar di seberang jalan, tepat di samping Lapangan Benteng, yang dinilai kurang tertata. Ia meminta instansi terkait segera melakukan pembersihan dan penataan saluran tersebut agar tidak mengganggu kawasan sekitar.

Persoalan saluran air memang kerap menjadi akar masalah kawasan publik. Saluran yang tersumbat membuat air menggenang, mempercepat kerusakan permukaan lapangan, dan mengurangi kenyamanan warga yang beraktivitas.

Karena itu, penataan saluran biasanya dikerjakan lebih dulu sebelum pekerjaan permukaan dimulai. Urutan itu penting supaya hasil pembangunan tidak cepat rusak.

Lima kepala OPD mendampingi peninjauan

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi lima kepala organisasi perangkat daerah, yakni Kepala Dinas Parmudora Muhammad Safaat DP, Kepala Bapperida Kamal Rasyid, Kepala Disnakertrans Joni Patabi, Kepala Dinas PMPTSP Agus Thobrani, serta Camat Nuha Arief Fadillah Amier.

Kehadiran sejumlah kepala OPD menandakan penataan kawasan ini melibatkan lebih dari satu dinas. Dinas Parmudora berperan pada aspek sarana olahraga dan kepemudaan, Bapperida pada perencanaan, sedangkan instansi lain berkaitan dengan penataan ruang dan pelayanan masyarakat.

Setelah meninjau Lapangan Benteng, agenda Bupati berlanjut ke Matano Yacht Club. Di lokasi itu, Irwan bergabung dengan Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurnadi, Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto TM, dan Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menyusuri Danau Matano menggunakan raft sambil sarapan pagi.

Mengapa ruang publik penting bagi Nuha

Nuha termasuk kecamatan dengan dinamika paling cepat di Luwu Timur. Sebagai kawasan yang menampung kota industri Sorowako dan berbatasan langsung dengan Danau Matano, wilayah ini menampung penduduk dari berbagai daerah dan latar belakang pekerjaan.

Pertumbuhan itu menuntut ketersediaan ruang bersama. Lapangan, taman, dan jalur pejalan kaki menjadi tempat warga bertemu tanpa perlu membeli tiket atau menempuh perjalanan jauh. Ruang seperti ini juga menjadi panggung kegiatan sosial, mulai dari turnamen antardesa sampai kegiatan kepemudaan.

Selain manfaat sosial, penataan kawasan publik berpotensi menggerakkan usaha kecil di sekitarnya. Kehadiran lapangan yang tertata cenderung menarik pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa penyewaan, hingga penyelenggara kegiatan.

Dalam konteks pariwisata, kawasan Nuha juga menjadi titik awal kunjungan menuju Danau Matano. Ruang publik yang rapi memperkuat kesan pertama pengunjung terhadap kawasan tersebut.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga