Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Teknologi

ChatGPT Bisa Coba Baju Virtual, Inovasi Digital di Belanja

2 Oktober 2026 • zul • 23 kali dibaca
Ponsel pintar menampilkan aplikasi ChatGPT di layarnya
Gambar: Jernej Furman, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons. Ilustrasi aplikasi ChatGPT, asisten AI yang kini punya fitur coba pakai pakaian virtual.
ASM Group
Iklan

Jakarta – OpenAI secara global meluncurkan dua fitur belanja di ChatGPT pada 1 Oktober 2026: coba pakai pakaian secara virtual dan fungsi Favorites untuk menyimpan produk. Keduanya berjalan di atas model ChatGPT Images 2.5 yang dirilis September lalu.

Langkah ini menandai babak baru inovasi digital di ranah belanja daring. Asisten percakapan berubah peran dari penjawab pertanyaan menjadi alat bantu visual yang mendampingi pengguna sejak mencari ide sampai menyimpan pilihan.

Rincian fitur diumumkan lewat pemberitaan media teknologi pada hari yang sama. Keduanya tersedia untuk pengguna ChatGPT di seluruh dunia melalui aplikasi maupun versi web.

Apa Itu Fitur Coba Pakai Baju Virtual di ChatGPT

Fitur pertama memungkinkan pengguna mengunggah selfie atau foto seluruh badan, lalu melihat bagaimana sebuah pakaian atau aksesori terlihat di tubuh mereka. Tombol baru bertanda try on muncul di hasil belanja yang ditampilkan ChatGPT.

Tata Atur
Iklan

Caranya cukup singkat. Pengguna menekan tombol pada potongan pakaian yang ingin dicoba, lalu mengunggah foto referensi yang akan dipakai model untuk menggambar hasilnya.

Yang membedakan, pengguna tidak wajib memakai produk yang muncul di dalam percakapan. Tangkapan layar sebuah produk dari toko daring pun bisa diunggah, lalu ChatGPT diminta mencobakannya. Dengan begitu, fitur ini bekerja seperti alat visual, bukan katalog tertutup.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Favorites, Perpustakaan Produk Pribadi

Fitur kedua adalah Favorites. Pengguna bisa menyimpan produk yang ditemukan ke Library di dalam aplikasi agar bisa dilihat lagi nanti tanpa harus mengulang percakapan dari awal.

Menariknya, produk yang disimpan akan tersimpan berdampingan dengan gambar hasil coba pakai. Jadi pengguna punya satu tempat untuk menimbang pilihan, lengkap dengan tampilan visualnya.

Fungsi ini sederhana, tetapi strategis. Ia menahan pengguna lebih lama di dalam aplikasi dan membuat ChatGPT ikut berperan pada tahap pertimbangan sebelum pembelian, bukan hanya saat mencari informasi.

Bagi pedagang, artinya ada peluang baru agar produk mereka masuk ke daftar pertimbangan calon pembeli yang dibantu AI. Bagi pengguna, ada risiko berbeda, yaitu tumpukan pilihan yang tersimpan rapi justru mendorong pembelian impulsif bila tidak dikelola dengan sadar.

Cara Lain ChatGPT Membantu Belanja

OpenAI menyebut ChatGPT juga bisa dipakai dengan pola lain. Pengguna dapat mendeskripsikan gaya yang diinginkan, lalu meminta asisten menyusun daftar potongan pakaian yang dibutuhkan untuk melengkapi tampilan itu.

Cara lain, pengguna mengunggah foto pakaian figur publik dan meminta ChatGPT menemukan barang serupa yang memang dijual. Pola ini menempatkan asisten AI bersaing langsung dengan layanan pencarian inspirasi fesyen yang sudah mapan.

Dalam pemberitaan TechCrunch, langkah ini disebut membawa ChatGPT masuk ke wilayah yang selama ini dikuasai platform penemuan gaya, tempat rasa penasaran pengguna biasanya berujung pada pembelian di toko daring.

Apakah ChatGPT akan menjadi pilihan pertama orang untuk kegiatan semacam itu masih belum pasti. Pengguna punya banyak kebiasaan lama yang sulit digeser, terutama karena layanan pesaing sudah lebih dulu hadir dengan fitur serupa.

Ditenagai Model ChatGPT Images 2.5

Kedua fitur memakai ChatGPT Images 2.5 yang dirilis 8 September 2026. Menurut OpenAI, model itu menghasilkan pencahayaan lebih alami, tekstur lebih kaya, dan lebih setia mempertahankan subjek dari foto referensi.

Perusahaan juga menyebut model ini mengikuti perintah penyuntingan lebih konsisten pada banyak putaran, serta memangkas waktu pembuatan gambar hingga 50 persen dibandingkan Images 2.0. Setiap pekan, pengguna disebut membuat lebih dari tiga miliar gambar lewat ChatGPT Images dan model GPT-Image di API.

Peningkatan itulah yang membuat coba pakai baju virtual layak dilepas ke publik. Salah satu syarat utama fitur semacam ini adalah wajah dan bentuk tubuh tetap dikenali setelah pakaian diganti.

Perlu dicatat, OpenAI bukan pasar daring sebesar raksasa ritel yang sudah punya gudang dan jaringan pengiriman sendiri. Posisinya lebih sebagai perantara yang membantu pengguna menemukan barang, lalu mengarahkan mereka ke penjual.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga