Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melakukan inspeksi mendadak di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur pada Selasa pagi (15/9/2026). Sidak itu dilakukan untuk memastikan kedisiplinan, kehadiran, serta kinerja Aparatur Sipil Negara di setiap bagian pelayanan berjalan optimal.
Agenda pertama bupati adalah Bagian Kesejahteraan Rakyat. Di ruangan itu, perhatiannya langsung tertuju pada program beasiswa mahasiswa yang menjadi salah satu program paling dinantikan masyarakat Luwu Timur.
Ia meminta proses pendaftaran beasiswa tersebut segera dibuka tanpa ditunda-tunda lagi. Instruksi itu disampaikan langsung di hadapan Kepala Bagian Kesra, Amran Akmal, beserta jajarannya.
Luwu Timur: Sidak Bupati Fokus pada Layanan dan Program Beasiswa
“Tolong segera dibuka pendaftarannya. Jangan ditunda,” tegas Irwan Bachri Syam saat berada di Bagian Kesra.
Penekanan pada percepatan administrasi menunjukkan bahwa beasiswa dipandang sebagai prioritas layanan, bukan sekadar program seremonial. Warga Luwu Timur menunggu kepastian jadwal dan mekanisme pendaftaran yang jelas.
Tidak berhenti pada aspek kecepatan, Irwan juga menyoroti pentingnya kemudahan akses informasi bagi calon penerima beasiswa. Ia menilai kesimpangsiuran informasi bisa membuat mahasiswa berpotensi gagal mendaftar meski sebenarnya memenuhi syarat.
Instruksi Membuat Panduan Pendaftaran yang Mudah
Untuk menghindari kesimpangsiuran, bupati menginstruksikan Bagian Kesra berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP). Kolaborasi itu diarahkan pada penyusunan panduan pendaftaran yang mudah dipahami.
Irwan secara khusus meminta dibuatkan video tutorial yang menjelaskan cara dan alur pendaftaran beasiswa, dari awal hingga pencairan. Ia meminta penyajiannya dibuat sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti calon pendaftar.
“Buatkan video tutorial yang menjelaskan cara dan alur pendaftaran beasiswa, dari awal sampai cair. Buat yang simpel. Pakai bahasa yang gampang dimengerti anak-anak kita. Upload, share, supaya sampai ke desa-desa,” instruksi Irwan.
Permintaan itu menyiratkan dua hal sekaligus: percepatan proses dan pemerataan informasi. Selama ini, kendala pendaftaran sering muncul bukan karena kuota habis, melainkan karena calon pendaftar tidak tahu tahapannya.
Kendala Informasi yang Sering Dihadapi Pendaftar
Di banyak daerah, program beasiswa gagal menjangkau sasaran karena informasi berhenti di lingkungan perkotaan. Mahasiswa yang tinggal di desa jauh kerap mendapat kabar ketika pendaftaran sudah ditutup.
Panduan tertulis saja belum cukup bila bahasanya teknis. Karena itu, format video dipilih karena lebih mudah disebarkan melalui grup pesan dan media sosial warga.
Dengan alur yang jelas, calon pendaftar bisa menyiapkan dokumen lebih awal. Mereka juga terhindar dari praktik percaloan yang memanfaatkan ketidaktahuan pendaftar.
Transparansi alur juga memudahkan pengawasan. Bila tahapan diketahui publik, penyimpangan dalam proses seleksi lebih sulit terjadi. Pengelolaan layanan publik yang terbuka sejalan dengan praktik administrasi pemerintahan yang diatur dalam produk hukum daerah Luwu Timur.
Prokopim dan Penilaian Kinerja ASN
Setelah memantau Bagian Kesra, bupati bersama rombongan bergeser menuju Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Begitu memasuki ruangan, suasana yang bersih, rapi, dan nyaman langsung mendapat apresiasi.
“Ruangannya bersih, wangi. Ini baru Prokopim,” puji Irwan sambil tersenyum. Pujian itu disambut tawa hangat Kepala Bagian Prokopim Sahir beserta jajaran staf yang bertugas.
Apresiasi semacam ini jarang menjadi perhatian dalam pemberitaan pemerintahan, namun berdampak pada motivasi kerja pegawai. Lingkungan kerja yang tertata dianggap mencerminkan kesiapan melayani.
Sidak selanjutnya berlanjut ke sejumlah unit kerja lain. Bupati mendatangi Bagian Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Bagian Perencanaan, Bagian Organisasi, hingga berakhir di Bagian Umum.
Dialog dengan Pegawai di Setiap Bagian
Di setiap ruangan yang dikunjungi, Irwan menyempatkan diri berdialog langsung dan menanyakan kendala kerja kepada pegawai. Ia ingin mendengar persoalan dari sumber pertama, bukan dari laporan berjenjang.
“Ada kendala apa yang bikin kerjaan terhambat, sampaikan. Kita carikan solusinya bersama,” pungkas Irwan.
Baginya, sidak bukan sekadar mengecek daftar hadir. Kegiatan itu diposisikan sebagai ruang serap aspirasi agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Luwu Timur tetap berjalan prima.
Pendekatan itu menempatkan pegawai sebagai mitra dalam memperbaiki layanan. Keluhan operasional, mulai dari sarana kerja hingga alur koordinasi antarbagian, berpeluang diselesaikan lebih cepat.
Agenda penguatan tata kelola pemerintahan juga menjadi salah satu arah kebijakan anggaran daerah, sebagaimana tergambar dalam enam prioritas APBD 2027 Luwu Timur yang telah diserahkan ke DPRD.