SUARALUTIM.COM, MANGKUTANA — Upaya membangun sekolah sehat di Luwu Timur mendapat dukungan dari program internasional. Program Healthier Smiles Phase 8 yang digelar Save the Children bersama MARS menyentuh SDN 150 Mangkutana, Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana. Program ini menyasar kebiasaan hidup sehat anak sejak bangku sekolah dasar.
Puncaknya, sekolah tersebut menerima kunjungan dua Mars Ambassador, yakni Jaishree Garg dari India dan David Bennett dari Amerika Serikat, pada Kamis (10/9/2026). Keduanya datang untuk melihat langsung bagaimana program itu berjalan di kelas-kelas.
Berita Lutim: Modul Kesehatan yang Masuk ke Kelas
Dalam kunjungan itu, kedua ambassador memantau pelaksanaan sesi modul kesehatan Healthier Smiles yang dibawakan guru atau trainer kepada para siswa. Mereka juga menyusuri sejumlah ruang kelas, berinteraksi dengan anak-anak, serta meninjau lingkungan sekolah, termasuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan kantin.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tidak cukup disampaikan lewat ceramah sesekali. Program ini menempatkan guru sebagai penggerak utama, sehingga pesan tentang hidup bersih dan sehat tersampaikan berulang di lingkungan tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya.
Usai peninjauan, para ambassador berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur beserta jajaran. Pembahasan mencakup manfaat program bagi sekolah serta peluang pengembangannya ke depan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Dukungan disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raodah K., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Save the Children dan MARS. Menurutnya, kehadiran Healthier Smiles membantu sekolah membangun lingkungan yang sehat sekaligus mendukung upaya menuju Sekolah Sehat dan Sekolah Adiwiyata, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Healthier Smiles memberikan dukungan kepada sekolah dalam membangun lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi itu berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga manfaatnya dirasakan semakin banyak guru dan siswa di Luwu Timur.
Sementara itu, Kepala SDN 150 Mangkutana, Saharia, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi Save the Children dan MARS. Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan membentuk kebiasaan hidup sehat bagi para siswa.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan Pemerintah Desa Teromu, serta Komite SDN 150 Mangkutana.
Mengapa Kesehatan Anak Jadi Prioritas
Isu kesehatan anak di Luwu Timur bukan perkara ringan. Masalah gizi, kebersihan diri, dan kesehatan gigi masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah sekolah. Di sisi lain, kesadaran akan pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih terus didorong melalui berbagai program lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga gencar menyiapkan diri menghadapi verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026. Gerakan itu menekankan perubahan perilaku, mulai dari kebiasaan sederhana di rumah tangga hingga pengelolaan sampah organik menjadi kompos.
Karena itu, sekolah menjadi titik masuk yang strategis. Anak-anak yang terbiasa mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, dan merawat gigi akan membawa kebiasaan itu pulang ke rumah. Dalam jangka panjang, pola ini menekan risiko penyakit dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.


