SUARALUTIM.COM, MALILI — Seorang warga Dusun Lahumpangi Barat, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, ditemukan selamat pada Jumat (2/10/2026) setelah tiga hari dilaporkan hilang di kawasan Gunung Lahumpangi Barat. Warga bernama Ramadhan (57) itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (30/9/2026).
Peristiwa ini menjadi salah satu kabar yang paling banyak dibicarakan warga Luwu Timur pekan ini, seiring berjalannya operasi pencarian yang melibatkan banyak unsur. Kabar viral Luwu Timur itu berakhir dengan kabar baik: korban ditemukan dalam keadaan hidup.
Menurut informasi yang dihimpun dari pemberitaan media daerah, Ramadhan berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 08.30 WITA untuk pergi ke gunung dengan berjalan kaki. Tujuannya melakukan survei kayu. Namun hingga siang, ia belum kembali ke rumah.
Viral Luwu Timur: Kronologi Tiga Hari Pencarian
Sekitar pukul 13.00 WITA pada hari keberangkatan, istri Ramadhan mencoba menghubungi nomor telepon suaminya. Panggilan itu tidak terhubung. Saat berangkat, Ramadhan juga diketahui tidak membawa bekal.
Kekhawatiran keluarga bertambah karena kawasan Gunung Lahumpangi Barat bukan lokasi yang mudah dijangkau. Keluarga bersama masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri pada hari pertama.
Upaya itu lalu dilaporkan kepada Pemerintah Desa Parumpanai dan diteruskan kepada Tim SAR gabungan. Sejak laporan diterima, pencarian dilakukan secara terorganisasi di sekitar kawasan Gunung Lahumpangi Barat.
Memasuki hari ketiga, Jumat (2/10/2026), tim memperluas area pencarian. Personel dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan Ramadhan. Upaya selama tiga hari itu akhirnya membuahkan hasil: Ramadhan ditemukan selamat.
Penemuan Ramadhan mengakhiri operasi pencarian dan membawa kelegaan bagi keluarga serta warga Desa Parumpanai. SuaraLutim belum memperoleh informasi lebih lanjut mengenai titik penemuan, pihak yang pertama kali menemukan, maupun kondisi fisik korban setelah ditemukan. Informasi akan diperbarui bila ada keterangan resmi dari tim pencarian atau pemerintah desa.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Operasi Pencarian
Operasi pencarian warga hilang di kawasan gunung biasanya melibatkan banyak pihak. Pada kasus Ramadhan, unsur yang terlibat adalah:
- Basarnas sebagai koordinator pencarian dan pertolongan.
- BPBD Kabupaten Luwu Timur sebagai unsur penanggulangan bencana daerah.
- Personel TNI dan Polri untuk dukungan lapangan dan keamanan.
- Pemerintah Desa Parumpanai yang menerima dan meneruskan laporan warga.
- Relawan serta masyarakat setempat yang mengenal medan.
Keterlibatan warga lokal menjadi salah satu faktor penting dalam pencarian di kawasan gunung. Mereka mengetahui jalur, sumber air, serta titik-titik yang biasa dilalui orang yang mencari kayu atau berkebun di sekitar lereng.
Laporan Cepat Menentukan Luas Area Pencarian
Kasus ini menunjukkan nilai penting pelaporan cepat. Setelah laporan diterima pemerintah desa dan diteruskan ke Tim SAR gabungan, pencarian tidak lagi bergantung pada tenaga keluarga saja, tetapi melibatkan personel dengan pembagian wilayah yang lebih terencana.
Kenapa Kawasan Gunung di Wasuponda Perlu Diwaspadai
Kecamatan Wasuponda berada di bagian utara Kabupaten Luwu Timur dan memiliki wilayah perbukitan serta kawasan hutan. Medannya berbukit, jalurnya tidak semuanya berupa jalan yang jelas, dan sebagian titik sulit dijangkau kendaraan.
Beberapa faktor yang membuat pencarian di kawasan seperti ini menantang antara lain: jarak tempuh yang panjang dari permukiman, kemungkinan komunikasi seluler tidak terjangkau di beberapa titik, perubahan cuaca yang cepat, serta minimnya penanda jalur.
Selain itu, warga yang masuk hutan untuk bekerja sering berangkat seorang diri. Pola kerja semacam ini efisien secara waktu, tetapi berisiko tinggi bila terjadi hal yang tidak terduga di tengah hutan.
Karena itu, kasus Ramadhan menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di kawasan hutan maupun gunung untuk mempersiapkan diri lebih baik sebelum berangkat.


