Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

WIZ Luwu Timur dan Rumah Qur’an Anak di Ussu Malili

11 Oktober 2026 • Admin • 33 kali dibaca
WIZ Luwu Timur bersama anak-anak Rumah Qur'an Ar Raudhah Desa Ussu Malili
Dok. Wahdah Inspirasi Zakat (wiz.or.id), kegiatan WIZ Luwu Timur di Rumah Qur'an Ar Raudhah, Desa Ussu, Malili, 16 April 2021
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

MALILI, SUARALUTIM.COM — Di Perumahan Bumi Batara Guru, Desa Ussu, Kecamatan Malili, ada sebuah rumah yang dibuka untuk anak-anak yang ingin belajar Al-Qur’an. Namanya Rumah Qur’an (RQ) Ar Raudhah, diinisiasi seorang dermawan yang tergerak menyediakan tempat belajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan perumahan itu. Pada Jumat (16/4/2021), rumah belajar tersebut kedatangan tamu: tim WIZ Luwu Timur.

Kehadiran mereka bukan kunjungan biasa. Melalui program Tebar Ifthar Nusantara, WIZ Luwu Timur menggelar buka puasa bersama puluhan anak santri, dirangkaikan ceramah agama. Kegiatan itu merupakan rangkaian Program Berkah Ramadhan. Catatan sederhana tersebut memperlihatkan satu hal: zakat, infak, dan sedekah tidak selalu hadir dalam bentuk sembako, tetapi juga menopang tempat anak-anak Luwu Timur belajar Al-Qur’an.

WIZ Luwu Timur dan Rumah Qur’an di Ussu Malili

Rumah Qur’an Ar Raudhah berada di dalam kawasan perumahan, bukan di bangunan besar atau kompleks pesantren. Pola seperti ini lazim di Luwu Timur: satu rumah warga disiapkan, lalu anak-anak sekitar datang selepas sekolah untuk mengaji. Yang membedakannya hanya siapa yang menjadi pengajar dan bagaimana kebutuhan harian rumah belajar itu ditutup.

Dalam dokumentasi resmi Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), rumah belajar itu diinisiasi seorang dermawan yang terketuk hatinya menyediakan tempat bagi anak-anak yang ingin belajar Al-Qur’an. Ketika WIZ Luwu Timur datang pada 16 April 2021, agenda yang dibawa bukan seremoni, melainkan buka puasa bersama dan ceramah agama yang memberi motivasi serta menjelaskan keutamaan amal-amal saleh. Relawan tampak bercengkerama dengan para santri, membuat suasana sore itu terasa hangat.

Ketua WIZ Luwu Timur saat itu, Muhammad Resli, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Berkah Ramadhan. Riwayat itu tercatat pada laman resmi lembaga, dan sampai hari ini belum ada pembaruan resmi soal jumlah santri yang belajar di RQ Ar Raudhah. Karena itu, artikel ini memakai data yang benar-benar tercatat: kegiatan April 2021 di Desa Ussu, bukan angka yang diperkirakan.

Zakat untuk Pendidikan Al-Qur’an Anak di Luwu Timur

Bagi banyak keluarga di Luwu Timur, biaya bukan satu-satunya penghalang anak belajar Al-Qur’an. Jarak, keterbatasan pengajar, dan kesibukan orang tua sering lebih menentukan. Di titik inilah lembaga pengelola zakat bekerja: dana yang dihimpun dari muzakki dan muhsinin disalurkan ke kegiatan yang paling dekat dengan kebutuhan warga, termasuk pendidikan Al-Qur’an.

WIZ mengelompokkan kerjanya dalam beberapa pilar program. Pilar pendidikan dan dakwah menaungi beasiswa, pembinaan dai, distribusi mushaf, rumah tahfizh, sampai kegiatan belajar mengaji seperti yang berlangsung di RQ Ar Raudhah. Pengelompokan ini dipakai agar penyaluran tidak berjalan sendiri-sendiri dan bisa dievaluasi. Rinciannya pernah dirangkum SuaraLutim dalam artikel tentang lima pilar program WIZ dan mustahik yang berdaya.

Tiga jalur belajar yang tumbuh di Lutim

  • Rumah Qur’an. Rumah warga yang dibuka untuk anak-anak sekitar, seperti RQ Ar Raudhah di Desa Ussu. Fleksibel, dekat, dan biasanya tanpa biaya bulanan.
  • Gerakan melek aksara Al-Qur’an. Program Dirosa menyasar orang dewasa yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dari dasar, sehingga orang tua tidak malu belajar di usia dewasa.
  • Pesantren gratis untuk yatim dan duafa. Pondok Pesantren Darul Hijrah di Kecamatan Angkona berdiri di pelosok dan tidak memungut biaya bagi santrinya yang mayoritas yatim dan duafa.

Kalau ditotal, ketiga jalur itu memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan Al-Qur’an di Luwu Timur tidak bergantung pada satu institusi saja. Ada yang berbasis lingkungan, ada yang berbasis pesantren, dan ada yang bergerak lewat kelas keterampilan membaca.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga