Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Viral hari ini soal udara di Sulawesi Selatan. Data BMKG menunjukkan delapan wilayah di provinsi ini masuk kategori tidak sehat pada Minggu 11 Oktober 2026, sementara 16 wilayah lain berada pada kategori sedang. Peringatan dini itu didasarkan pada konsentrasi partikulat halus PM2.5 di masing masing wilayah.
Pemantauan di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik pada pembaruan pukul 10.45 Wita. Angka itu masuk rentang kategori tidak sehat, yang menurut BMKG berada pada 55,5 sampai 150,4 mikrogram per meter kubik.
Data tersebut dihimpun dan diberitakan ulang sejumlah media, termasuk detikSulsel dan SulawesiPos. Pemerintah daerah dan BMKG mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan serta memakai masker.
Viral Hari Ini: Delapan Wilayah Sulsel Tidak Sehat
Delapan wilayah yang tercatat mendapat peringatan dini kategori tidak sehat adalah Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Makassar, Maros, Sinjai, dan Soppeng. Adapun 16 wilayah lainnya berada di zona sedang atau zona biru.
Peringatan dini itu bersifat prakiraan untuk hari berikutnya, sehingga warga bisa menyiapkan langkah pencegahan. Warga yang hendak bepergian atau beraktivitas di luar ruangan disarankan memeriksa pembaruan data secara berkala.
Daftar Wilayah Kategori Tidak Sehat
Wilayah yang masuk daftar tersebut tersebar dari pesisir barat hingga bagian tengah Sulawesi Selatan. Kota Makassar dan kabupaten di sekitarnya, seperti Maros dan Gowa, menjadi wilayah dengan aktivitas warga paling padat di antaranya.
Wilayah lain seperti Bulukumba, Sinjai, dan Bantaeng berada di bagian selatan provinsi. Sementara Bone dan Soppeng berada di wilayah tengah hingga utara.
PM2.5 Capai 85,3 Mikrogram
Kepala BPBD Makassar, M Fadli Tahar, menyebut konsentrasi tertinggi yang tercatat dalam dokumen pemantauan mencapai 112,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita. Angka itu masih di bawah ambang kategori sangat tidak sehat, tetapi jauh di atas ambang kategori sedang.
Ia menjelaskan data dari Stasiun Klimatologi Maros tidak otomatis menggambarkan seluruh wilayah Kota Makassar. Meski begitu, data itu dinilai relevan sebagai perhatian bagi warga Makassar dan sekitarnya.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Karena itu, pemantauan berkala penting untuk kelompok yang paling rentan.
Imbauan BMKG dan BPBD
Kepala Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan kondisi udara kabur terpantau di Makassar, Parepare, dan wilayah sekitarnya. Menurut dia, pantauan visual pada Jumat 9 Oktober 2026 menunjukkan udara dalam keadaan kabur di kawasan tersebut.
BMKG meminta masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan memakai masker ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk. BPBD Makassar melengkapi imbauan itu dengan rekomendasi penggunaan respirator seperti N95 atau KN95.
Warga juga diminta menutup jendela ketika asap berada di luar rumah, menghindari olahraga berat di ruang terbuka, dan tidak melakukan pembakaran sampah. Langkah itu dinilai membantu menekan paparan partikel halus di dalam rumah.
Kelompok Paling Rentan
Anak anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan riwayat asma, penyakit paru, atau gangguan jantung diminta membatasi paparan polusi. Kelompok itu dinilai paling berisiko mengalami keluhan pernapasan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Muhammad Idris, mengatakan asap dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan. Dinas kesehatan mewaspadai risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA seiring memburuknya kualitas udara.
Bagi pekerja luar ruangan, disarankan mengatur durasi kerja dan memakai pelindung pernapasan. Hidrasi yang cukup juga penting agar tubuh tidak cepat lelah di tengah udara yang tidak sehat.


