Apa yang Diketahui
- Delapan wilayah Sulawesi Selatan masuk kategori tidak sehat pada peringatan dini kualitas udara, Minggu 11 Oktober 2026.
- Wilayah tersebut adalah Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Makassar, Maros, Sinjai, dan Soppeng.
- Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Klimatologi Maros tercatat 85,3 mikrogram per meter kubik pada pembaruan pukul 10.45 Wita.
- Konsentrasi tertinggi dalam dokumen pemantauan mencapai 112,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita.
- BMKG dan BPBD mengimbau warga memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Belum ada pernyataan resmi yang merinci berapa persen kontribusi asap karhutla dan polusi lokal terhadap memburuknya udara di Sulawesi Selatan pekan ini. Sejumlah pemberitaan mengaitkannya dengan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau, tetapi besaran pengaruhnya belum dipublikasikan.
Data kualitas udara juga terpusat pada stasiun pemantauan tertentu, sehingga kondisi di kabupaten lain bisa berbeda. Warga sebaiknya mengikuti pembaruan resmi BMKG dan pemerintah daerah, bukan klaim yang beredar tanpa sumber jelas.
Cara Membaca Kategori Kualitas Udara
BMKG membagi kualitas udara berdasarkan kadar konsentrasi PM2.5. Kategori baik berada pada 0 sampai 15,5 mikrogram per meter kubik, sedangkan kategori sedang berada pada 15,6 sampai 55,4 mikrogram per meter kubik.
Kategori tidak sehat berada pada 55,5 sampai 150,4 mikrogram per meter kubik. Kategori sangat tidak sehat berada pada 150,5 sampai 250,4 mikrogram per meter kubik, dan kategori berbahaya di atas 250,5 mikrogram per meter kubik.
Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan dengan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring. Satuan yang dipakai adalah mikrogram per meter kubik.
Kenapa Sulsel Terdampak
Sulawesi Selatan sedang berada di musim kemarau sehingga potensi hujan relatif rendah. Kondisi itu membuat polutan bertahan lebih lama di udara dan sulit tersapu hujan.
Sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia juga dilaporkan ikut memengaruhi kualitas udara di Sulawesi Selatan. Pada awal Oktober 2026, BMKG Wilayah IV Makassar mencatat kualitas udara di provinsi ini berada pada level kurang sehat dengan salah satu faktornya karhutla.
Selain itu, aktivitas transportasi dan pembakaran sampah di kawasan padat turut menyumbang partikel halus. Karena itu, penurunan kualitas udara tidak bisa hanya diselesaikan dengan menunggu hujan.
Langkah Praktis Melindungi Diri
Warga bisa memeriksa indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika kategori tidak sehat, jadwalkan kegiatan luar ruangan pada waktu dengan kadar polutan lebih rendah.
Masker dengan filtrasi memadai dianjurkan, terutama bagi pekerja lapangan dan warga kelompok rentan. Di dalam rumah, jendela sebaiknya ditutup saat asap berada di luar, dan peralatan penyaring udara bisa membantu bila tersedia.
Bagi sekolah dan kantor, penyesuaian jadwal kegiatan di luar ruangan dapat menekan risiko paparan. Keluhan pernapasan yang berlanjut sebaiknya dikonsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa wilayah Sulsel yang masuk kategori udara tidak sehat?
Delapan wilayah, yaitu Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Makassar, Maros, Sinjai, dan Soppeng.
Berapa angka PM2.5 yang tercatat di Sulsel?
Pemantauan di Stasiun Klimatologi Maros mencatat 85,3 mikrogram per meter kubik pada pembaruan pukul 10.45 Wita, dengan angka tertinggi 112,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita.
Apa yang sebaiknya dilakukan warga saat udara tidak sehat?
Kurangi aktivitas fisik di luar ruangan, pakai masker, tutup jendela saat asap berada di luar, dan hindari pembakaran sampah.
Simak Juga
Informasi resmi peringatan dini kualitas udara dapat dipantau di laman BMKG. Data dan imbauan terkait juga diberitakan detikSulsel, SulawesiPos, dan Metro TV News.
SuaraLutim juga melaporkan isu lingkungan lain, seperti Viral Hari Ini: Asap Karhutla Indonesia Selimuti Malaysia dan Berita Indonesia: Banjir Padang, Puluhan Warga Dievakuasi.


