Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan

11 Oktober 2026 • zul • 38 kali dibaca
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan permukiman akibat kebakaran hutan dan lahan
Gambar: Zenibas via Wikimedia Commons, CC0.
ASM Group
Iklan

SuaraLutim.com – Berita Indonesia hari ini menyorot kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu penerbangan di Palembang, Sumatera Selatan, bersamaan dengan lonjakan titik api nasional menjadi 793 hotspot pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II tercatat hanya 500 meter pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memindahkan pusat kendali operasi modifikasi cuaca dari Palembang ke Pangkal Pinang agar penyemaian awan tetap berjalan.

Berita Indonesia soal lonjakan titik api karhutla

Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik api terdeteksi secara nasional pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Angka itu meningkat 356 titik dibandingkan Jumat, 9 Oktober 2026, yang tercatat 437 hotspot. Pemantauan memakai citra satelit NASA Terra, NASA Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20 melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence tercatat 421 titik. Jumlah itu naik dari 270 titik pada hari sebelumnya. Kalimantan Tengah menjadi wilayah terparah dengan 288 titik, diikuti Sumatera Selatan 60 titik, Kalimantan Barat 44 titik, dan Kalimantan Selatan 28 titik. Jambi melaporkan satu titik, sementara Riau nihil.

Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan yang terbaca satelit, sehingga tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran. Satu peristiwa kebakaran bisa terdeteksi sebagai beberapa titik sekaligus. Karena itu, setiap indikasi wajib diverifikasi lewat pemeriksaan langsung di lapangan sebelum penanganan ditentukan.

Tata Atur
Iklan

Pola sebaran tahun ini menunjukkan beban terbesar masih berada di Kalimantan Tengah. Pemerintah menyatakan pemantauan, patroli, dan pemeriksaan lapangan di provinsi itu diperkuat. Di Sumatera Selatan, jumlah titik justru menurun dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi kewaspadaan tetap dipertahankan karena cuaca kering masih berpotensi memicu kebakaran baru.

Dampak ke penerbangan Palembang

Kabut asap membuat jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II merosot tajam. General Manager bandara, Ahmad Syaugi Shahab, menyebut jarak pandang berada di angka 500 meter pada Minggu pukul 11.00 WIB. Kondisi itu berdampak pada empat jadwal penerbangan domestik dan internasional.

Dua penerbangan keberangkatan yang terganggu adalah Citilink QG981 rute Palembang ke Jakarta dan AirAsia AK461 rute Palembang ke Kuala Lumpur. Dua penerbangan kedatangan yang turut terdampak adalah Citilink QG980 dari Jakarta serta AirAsia AK462 dari Kuala Lumpur. Calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan langsung ke maskapai masing-masing.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, gangguan serupa sudah terjadi lebih luas. Laporan operasional hingga pukul 12.30 WIB menyebut 15 penerbangan terdampak, terdiri atas tujuh keberangkatan dan delapan kedatangan. Jumlah itu bertambah menjadi 26 penerbangan pada pembaruan pukul 15.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 350 meter, mencakup penundaan dan pengalihan pendaratan.

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan pintu masuk utama Sumatera Selatan dengan rute domestik ke Jakarta, Batam, dan sejumlah kota lain, serta penerbangan internasional terbatas. Gangguan di bandara ini berdampak langsung pada mobilitas penumpang dan pengiriman logistik udara. Otoritas bandara mengingatkan penumpang hadir lebih awal dan memantau informasi terbaru.

Operasi modifikasi cuaca dipindah ke Pangkal Pinang

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan kabut asap tidak hanya mengganggu penerbangan komersial. Operasi modifikasi cuaca yang semula digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, ikut tersendat karena pesawat penyemai tidak leluasa lepas landas dan mendarat.

Sejak 9 Oktober 2026, BNPB memindahkan sementara pusat kendali penerbangan operasi modifikasi cuaca ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Jarak pandang di bandara itu masih di atas 1.800 meter sehingga dinilai aman. Operasi dijadwalkan berlangsung sampai Selasa, 13 Oktober 2026.

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, BNPB melaksanakan satu sorti penyemaian di atas Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin dengan 1.000 kilogram bahan semai. Sehari kemudian, dua sorti diterbangkan, masing-masing 1.000 kilogram, menyasar Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu. Hujan buatan diharapkan memadamkan sisa titik api dan memperbaiki kualitas udara.

Imbauan kesehatan dan stok masker

Dampak kesehatan menjadi perhatian seiring pekatnya kabut asap. Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan telah membagikan sekitar 5,3 juta masker ke berbagai wilayah terdampak, dengan stok di provinsi masih sekitar 2,7 juta lembar. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker saat harus beraktivitas.

Pemerintah mencatat sekitar 5,4 juta orang di tujuh provinsi terdampak asap karhutla. Tujuh provinsi itu meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit pernapasan.

Partikel halus PM2.5 menjadi perhatian utama karena dapat menembus saluran pernapasan. Warga diminta memantau indeks kualitas udara secara berkala dan segera mencari bantuan medis jika mengalami sesak napas. Dinas kesehatan daerah juga diminta memastikan ketersediaan oksigen di puskesmas dan rumah sakit.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga