Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Luwu Timur: Lada dan Vanili Didorong Tembus Pasar Nasional

12 Oktober 2026 • Admin • 42 kali dibaca
Rapat koordinasi evaluasi pascaekspo UMKM di Sorowako, Luwu Timur dorong lada dan vanili
Gambar: Dok. Karebata.id
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiapkan langkah lanjutan agar produk pelaku usaha lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan hal itu dalam rapat koordinasi evaluasi bersama panitia Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 di Aula Taman Antar Bangsa, Sorowako, Minggu (11/10/2026).

Rapat itu digelar sehari setelah kegiatan sepekan di Lapangan Iniaku resmi ditutup. Bagi Luwu Timur, persoalan yang dihadapi bukan lagi soal kemampuan menjadi tuan rumah, melainkan bagaimana memastikan perhatian yang mengalir selama pameran berubah menjadi pesanan, kemitraan, dan pendapatan yang berkelanjutan bagi koperasi serta UMKM.

Luwu Timur dan Langkah Lanjutan Setelah Expo

Menurut pemberitaan Karebata.id, Bupati menekankan pentingnya dampak jangka panjang. “Ini bukan sekadar kebanggaan menjadi tuan rumah. Harus ada dampak berkelanjutan bagi koperasi dan UMKM kita,” tegasnya. Dalam rapat tersebut ia menyebut produk Luwu Timur yang dipamerkan mencakup lada, vanili, dan kerajinan khas Sorowako.

Expo itu sendiri mempertemukan pelaku koperasi dan UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dengan ribuan pengunjung. Selain pameran, rangkaian kegiatan mencakup seminar perkoperasian, talkshow, klinik usaha, serta pertemuan dengan mitra dunia usaha termasuk sektor pertambangan yang beroperasi di Luwu Timur.

Bupati juga menyampaikan bahwa Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, memberi apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Apresiasi itu, menurutnya, merupakan pengakuan atas kerja panitia, dukungan Forkopimda, DPRD, dan antusiasme masyarakat Nuha sebagai tuan rumah di tingkat kecamatan.

Mengapa Lada dan Vanili Jadi Andalan

Lada dan vanili bukan komoditas baru bagi Luwu Timur. Keduanya dikenal sebagai hasil bumi kawasan danau dan telah lama menjadi bagian dari penghidupan petani di sejumlah kecamatan. Yang belum tuntas biasanya bukan soal menanam, melainkan soal nilai tambah: pengeringan, sortasi, pengemasan, dan akses pembeli yang mau membayar lebih untuk mutu yang terukur.

Pembahasan soal penguatan kawasan lada di Luwu Timur juga pernah muncul, antara lain melalui rencana pengembangan kawasan lada terpadu sebagaimana diulas dalam artikel kawasan lada terpadu Loeha Raya dirancang. Pendekatan kawasan biasanya memudahkan pendampingan karena petani bisa menangani pascapanen secara bersama-sama.

Kementerian Koperasi memberi sinyal searah saat meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sorowako beberapa hari sebelumnya. Menteri Koperasi menyampaikan agar koperasi di daerah ini dilengkapi peralatan dan mesin pascapanen untuk mendukung komoditas unggulan seperti lada, vanili, dan hasil bumi lainnya, sebagaimana diberitakan Kabar Tana Luwu.

Peran KDKMP dan Skema Pembeli

Koperasi desa ditempatkan sebagai simpul yang menghubungkan produksi warga dengan pasar. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam kunjungannya menyebut program KDKMP berjalan bertahap dan menilai sekitar 70 persen barang yang dijual adalah produk lokal. Angka itu penting karena menunjukkan koperasi tidak hanya menjual barang kiriman dari luar, tetapi juga menyerap hasil sekitar.

Wacana yang menyertai kunjungan tersebut adalah penguatan skema pembeli atau offtaker bagi hasil pertanian, disertai dukungan alat pascapanen. Bila skema ini berjalan, koperasi bisa menjamin serapan hasil panen dengan mutu yang sudah disortir, sehingga petani tidak selalu bergantung pada tengkulak dengan harga yang berubah-ubah. Pembahasan lebih lengkap soal kunjungan itu bisa dibaca pada artikel Menteri Koperasi tinjau KDKMP Sorowako.

Di sisi lain, pencapaian pembangunan koperasi desa di Luwu Timur dilaporkan termasuk yang diapresiasi di tingkat provinsi. Media daerah menyebut Luwu Timur menjadi salah satu kabupaten penerima penghargaan dengan capaian seluruh koperasi desa merah putih yang ditargetkan telah rampung, dan sebagian di antaranya telah didukung kendaraan operasional.

Yang perlu diingat, keberadaan gerai koperasi belum otomatis menaikkan harga jual hasil tani. Kualitas tetap penentu. Karena itu, pendampingan mutu, pencatatan hasil produksi, dan kesepakatan harga yang transparan menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Pembahasan soal peran koperasi sebagai penghubung produksi desa ke pasar pernah diulas dalam artikel koperasi merah putih penghubung desa ke pasar.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga