Viral hari ini datang dari kawasan Teluk: serangan kelompok Houthi menghantam kompleks kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, pada Selasa malam sampai Rabu dini hari, 13 sampai 14 Oktober 2026. Kementerian Energi Arab Saudi menyebut insiden itu memicu kebakaran terbatas, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Viral Hari Ini: Apa yang Terjadi di Dhahran
Menurut laporan kantor berita Associated Press, dua pejabat regional menyatakan serangan itu merusak kantor direktur utama perusahaan dan sejumlah pejabat tinggi lain. Tiga lantai teratas bangunan dilaporkan rusak.
Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan adanya kebakaran terbatas di gedung tersebut. Belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa dari insiden di Dhahran itu.
Houthi lebih dulu mengumumkan akan menargetkan Dhahran dengan rudal balistik. Kota itu berada di Provinsi Timur dan menjadi pusat industri minyak Arab Saudi, dekat dengan lapangan minyak besar di darat dan lepas pantai.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan pasukan pertahanannya bergerak cepat menangani insiden. Otoritas setempat menyebut prosedur standar tanggap darurat dijalankan setelah serangan.
Klaim Houthi dan Bantahan Resmi
Kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke Dhahran sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas. Klaim itu disampaikan melalui pernyataan dan kanal milik kelompok tersebut, sehingga tetap berstatus klaim pihak yang bertikai.
Menurut laporan The National, kantor berita Bloomberg menyebut bangunan yang terkena adalah kantor pusat eksekutif Aramco, sementara sumber Reuters menyebutnya sebagai kompleks kantor pusat.
Yang penting dicatat: Aramco maupun otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi secara resmi bangunan mana yang persisnya terkena. Keterangan yang beredar sejauh ini datang dari pejabat yang tidak disebut namanya dan sumber industri.
Kementerian Energi hanya menyebut adanya kebakaran terbatas. Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari sejumlah media.
Kerusakan dan Dampak Operasional
Reuters, yang dikutip sejumlah media termasuk AOL dan Economic Times, melaporkan perusahaan mengalami kerusakan yang cukup luas. Tiga orang yang mengetahui langsung kejadian itu menyebut api menyebar di beberapa lantai.
Menurut sumber tersebut, api bermula di lantai sembilan sayap selatan gedung dan menyebar di antara lantai enam sampai sepuluh. Satu sumber lain menyatakan api masih menyala sampai dini hari Rabu.
Meski begitu, operasi di kompleks disebut tetap berjalan normal. Sebagian karyawan diminta bekerja dari rumah, dan sejumlah fungsi dialihkan ke kantor perusahaan di luar Arab Saudi.
Kompleks Dhahran bukan kantor biasa. Menurut Reuters, di sana ada pusat operasi yang membantu perusahaan memantau rig minyak darat dan lepas pantai, kilang, terminal ekspor, serta ribuan kilometer pipa.
Harga Minyak Bergerak Naik
Pasar merespons cepat. The National melaporkan harga minyak naik setelah kabar serangan itu tersiar, karena pelaku pasar menimbang risiko gangguan pasokan energi kawasan.
Sampai saat ini belum jelas bagaimana rangkaian insiden tersebut memengaruhi produksi, pengilangan, atau ekspor Aramco. Perusahaan belum merilis pernyataan soal volume produksi hariannya pasca serangan.
Pelaku pasar biasanya bereaksi pada dua hal: risiko pasokan jangka pendek dan biaya asuransi pengiriman. Ketidakpastian soal bangunan mana yang terkena justru menambah volatilitas harga.
Perlu dicatat bahwa lonjakan harga minyak mentah tidak otomatis mengubah harga eceran bahan bakar di banyak negara dalam waktu singkat. Ada jeda kebijakan dan penyesuaian kontrak yang berlaku di masing masing negara.


