Senin, 21 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Luwu Timur: Rekam Jejak Kapolres Baru AKBP Irwan Kurniadi

31 Agustus 2026 • Admin
AKBP Irwan Kurniadi, Kapolres Luwu Timur baru dengan rekam jejak di bidang lalu lintas
Gambar: Luwuraya.com

SuaraLutim — Pucuk pimpinan Polres Luwu Timur resmi berganti. AKBP Irwan Kurniadi dipercaya mengisi posisi Kapolres Luwu Timur, menggantikan AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Luwu Utara. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026.

Bagi sebagian warga Luwu Timur, nama Irwan Kurniadi memang masih terdengar asing. Ia sebelumnya bertugas jauh dari Sulawesi Selatan, tepatnya di Polda Aceh, dan kini membawa rekam jejak yang cukup panjang di bidang lalu lintas serta pelayanan kepolisian. Simak profil singkatnya berikut ini.

Siapa Sosok Kapolres Luwu Timur yang Baru

AKBP Irwan Kurniadi lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 17 Maret 1984. Ia menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah di kota kelahirannya, sebelum akhirnya meniti jalan karier sebagai perwira Polri.

Jejak pendidikannya di lingkungan kepolisian dimulai setelah ia diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2002. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. Jalur pendidikan inilah yang menjadi fondasi kariernya hingga menyandang pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi.

Bila dilihat dari riwayat penugasan, sebagian besar pengalaman Irwan berada di ranah lalu lintas. Ia pernah dipercaya memimpin satuan lalu lintas di sejumlah polres, mulai dari Polres Tanah Laut, Polres Banjarbaru, hingga Polres Barito Kuala. Pengalaman itu kemudian berkembang ke posisi manajerial dan operasional yang lebih luas.

Dasar Mutasi: Surat Telegram Kapolri 30 Agustus 2026

Penunjukan Irwan sebagai Kapolres Luwu Timur bukan keputusan yang berdiri sendiri. Mutasi itu merupakan bagian dari rotasi jabatan di tubuh Polri yang dituangkan lewat Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026, tertanggal 30 Agustus 2026.

Dalam telegram yang sama, nama Irwan tercatat sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Aceh Timur di jajaran Polda Aceh. Jabatan yang ditinggalkannya di Aceh Timur kemudian diisi oleh AKBP Aris Cai Dwi Susanto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bener Meriah.

Mutasi jabatan di lingkungan Polri lazim dipahami sebagai bagian dari dinamika organisasi. Selain penyegaran struktur, rotasi juga menjadi sarana pembinaan karier personel. Pergeseran berantai seperti ini membuat sejumlah posisi di wilayah Luwu Raya ikut terdampak, sebagaimana kita bahas lebih lengkap di artikel kanal Pemerintahan SuaraLutim.

Jejak jabatan di Kalimantan Selatan

Sebelum menuju Sulawesi Selatan, Irwan cukup lama berdinas di Polda Kalimantan Selatan. Ia pernah menjabat sebagai Wakapolres Tanah Laut, Kabagops Polresta Banjarmasin, hingga Kapolsek Banjarmasin Tengah.

Kombinasi pengalaman itu penting dicatat. Sebagai Wakapolres, ia terbiasa mengurus manajemen internal satuan. Sebagai Kabagops, ia menyusun serta mengendalikan operasi kepolisian. Sementara sebagai Kapolsek, ia berhadapan langsung dengan persoalan warga di tingkat paling bawah.

Pengalaman di tiga jenjang itu membuat seorang perwira mengenal dua sisi pekerjaan sekaligus: sisi administrasi satuan dan sisi pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Pengalaman di Polda Aceh

Babak berikutnya membawa Irwan ke Polda Aceh. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh, sebelum kemudian dipercaya menjadi Kapolres Aceh Timur pada 2025.

Regident atau registrasi dan identifikasi adalah fungsi yang mengurus surat-surat kendaraan serta identitas pengendara. Posisi tersebut menuntut pemahaman soal sistem administrasi, ketelitian data, dan pelayanan publik yang cepat — keterampilan yang sejatinya relevan pula ketika memimpin sebuah polres.

Saat ditunjuk memimpin Polres Aceh Timur, Irwan menggantikan AKBP Nova Suryandaru. Penunjukan itu pula yang menjadi bagian dari rotasi dalam jajaran Polda Aceh waktu itu.

Deretan Pangkat dan Tanda Kehormatan

Karier Irwan Kurniadi berkembang secara bertahap. Ia menyandang pangkat AKBP pada 1 Januari 2024. Sebelumnya, ia memakai pangkat Kompol sejak 2020, AKP pada 2013, Iptu pada 2010, dan Ipda sejak tahun 2006.

Ia juga tercatat pernah menerima tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2015. Satyalancana jenis ini lazim diberikan sebagai pengakuan atas masa dinas tertentu dalam kurun pengabdian seorang anggota Polri.

Perjalanan pangkat dari Ipda hingga AKBP, bisa dibaca sebagai penanda bahwa penugasan di beberapa wilayah berbeda bukan tanpa catatan. Kenaikan berjenjang semacam ini umumnya berkaitan dengan penilaian kinerja dan kelayakan jabatan yang dijalani.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga