Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Pelatihan Juru Ikat Beban (Rigger): Keterampilan Mengikat Muatan yang Menentukan Keselamatan di Area Angkat

18 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Pelatihan juru ikat beban adalah salah satu pelatihan yang paling jarang dicari orang sebelum sesuatu jatuh. Padahal di lapangan, pekerjaan mengikat muatan berlangsung setiap hari: di gudang pelabuhan, di workshop, di proyek konstruksi, dan di area pabrik pengolahan. Sebuah peti kemas, pipa baja, atau komponen mesin seberat beberapa ton tidak naik ke atas crane dengan sendirinya. Ada orang yang memilih sling, menentukan titik ikat, menghitung berat, dan memberi aba-aba kepada operator. Orang itulah juru ikat beban, atau yang lebih sering disebut rigger.

Yang membuat peran ini penting bukan karena alatnya besar, tetapi karena kesalahannya tidak bisa diperbaiki di tengah jalan. Salah memilih titik ikat membuat beban bergeser. Salah memperkirakan berat membuat sling bekerja di luar kapasitasnya. Salah membaca isyarat membuat operator mengangkat saat orang masih berada di bawah muatan. Semua itu berlangsung dalam hitungan detik, dan yang menanggung akibatnya adalah pekerja lain di sekitar area angkat.

Karena itu pelatihan juru ikat beban bukan sekadar pelengkap ijazah. Ia adalah cara paling murah memindahkan pengalaman buruk orang lain menjadi kebiasaan aman di tempat kerja. LPK Lunarica, lembaga pelatihan dan sertifikasi berbasis di Makassar dengan unit layanan di Luwu Timur, menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi serta in-house training bagi perusahaan. Rincian skema, jadwal angkatan, dan persyaratan peserta sebaiknya ditanyakan langsung ke kanal resmi LPK Lunarica agar tidak bersandar pada kutipan lama dari media sosial.

Apa Sebenarnya Tugas Juru Ikat Beban

Definisinya tertulis rapi dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. Juru ikat atau rigger diartikan sebagai tenaga kerja yang mempunyai kemampuan dan keterampilan khusus dalam melakukan pengikatan muatan atau barang serta pengaturan pengoperasian peralatan angkat.

Tata Atur
Iklan

Kalimat itu singkat, tetapi isi pekerjaannya panjang. Juru ikat memilih alat bantu angkat yang sesuai dengan bentuk dan berat muatan, memastikan sling tidak bergesekan dengan sisi tajam, menempatkan titik angkat agar beban seimbang, lalu memeriksa seluruh rangkaian pengikatan sebelum memberi isyarat kepada operator. Setelah pekerjaan selesai, ia masih bertanggung jawab mengisi buku kerja dan membuat laporan harian.

Regulasi yang sama juga menegaskan bahwa juru ikat harus berada dalam pandangan operator selama pengangkatan berlangsung. Sebelum memberi isyarat untuk menaikkan muatan, ia wajib yakin bahwa seluruh alat bantu angkat sudah terpasang dengan aman. Artinya komunikasi bukan pelengkap, melainkan bagian dari prosedur keselamatan. Operator keran bekerja berdasarkan isyarat dari juru ikat, dan bila isyarat itu keliru, tidak ada sistem lain yang bisa menggantikannya.

Kewajiban memeriksa juga melekat pada alat, bukan hanya pada orang. Alat bantu angkat dan angkut wajib diperiksa lebih dulu oleh juru ikat sebelum dipakai untuk mengikat muatan. Selain itu, alat bantu angkat dan angkut harus memiliki label nama yang memuat pabrik pembuat atau merek serta kapasitas beban maksimum. Pemeriksaan dan pengujian alat bantu itu dilakukan paling lambat satu tahun sekali. Bila salah satu syarat ini tidak ada, pekerjaan angkat sebaiknya tidak dimulai.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Syarat Menjadi Juru Ikat yang Diakui

Menjadi rigger tidak cukup dengan pengalaman menemani senior di lapangan. Permenaker 8 Tahun 2020 mengatur syarat penunjukan juru ikat, antara lain pendidikan paling rendah SMA atau sederajat, pengalaman paling singkat satu tahun di bidangnya, serta sehat untuk bekerja menurut keterangan dokter. Syarat pengalaman itu masuk akal: keputusan mengikat beban sangat bergantung pada kebiasaan membaca bentuk muatan dan kondisi alat.

Di atas syarat pengalaman, ada syarat kewenangan. Lisensi K3 didefinisikan sebagai kartu tanda kewenangan untuk melaksanakan tugas sebagai teknisi, operator, atau juru ikat di bidang pesawat angkat dan pesawat angkut. Masa berlakunya lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Karena itu lisensi bukan dokumen sekali jadi, melainkan izin kerja yang harus dijaga masa berlakunya.

Aturannya juga mengikat perusahaan, bukan hanya pekerja. Pengurus atau pengusaha dilarang mempekerjakan teknisi, operator, dan juru ikat yang tidak memiliki lisensi K3. Perusahaan wajib menyediakan buku kerja berisi rekaman kegiatan dan memeriksa buku kerja tersebut setiap tiga bulan sekali. Konsekuensinya praktis: pada proyek formal, rigger tanpa lisensi bukan sedang kurang berkas, melainkan sedang bekerja tanpa kewenangan.

Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan

Lampiran Permenaker 8 Tahun 2020 memuat kerangka materi pembinaan juru ikat yang bisa dijadikan patokan saat membandingkan penyelenggara pelatihan. Pokok bahasannya mencakup kebijakan K3, peraturan perundang-undangan K3 bidang pesawat angkat dan pesawat angkut, dasar-dasar K3 dan alat pelindung diri, pengetahuan tali kawat baja, pengetahuan alat bantu angkat dan angkut, pengetahuan cara pengikatan, cara menghitung berat beban dan keseimbangan, serta tanda isyarat atau aba-aba pengoperasian.

Susunan itu menjelaskan satu hal penting: pekerjaan rigger bertumpu pada hitungan, bukan perasaan. Menghitung berat beban dan keseimbangan adalah materi tersendiri karena satu muatan yang sama bisa menuntut konfigurasi ikatan berbeda, tergantung titik beratnya. Pengetahuan tali kawat baja juga bukan hafalan nama, melainkan soal mengenali tanda kerusakan seperti serat putus, korosi, atau deformasi yang membuat alat tidak layak pakai.

Bagian praktik menjadi penentu kualitas pelatihan. Peserta perlu benar-benar memasang sling, menyetel posisi kait, dan memberi aba-aba kepada operator pada latihan angkat yang sesungguhnya, bukan hanya melihat demonstrasi. Yang perlu ditanyakan sebelum mendaftar adalah komposisi jam teori dan praktik, jenis alat bantu yang tersedia untuk latihan, serta apakah biaya yang dibayarkan sudah mencakup uji kompetensi dan pengurusan lisensi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga