Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Pelatihan Juru Ikat Beban (Rigger): Keterampilan Mengikat Muatan yang Menentukan Keselamatan di Area Angkat

18 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Kesalahan yang Paling Mahal di Area Angkat

Pertama, mengabaikan faktor keamanan alat bantu. Regulasi menetapkan faktor keamanan paling rendah lima untuk alat bantu angkat dan angkut, kecuali sling rantai yang punya ketentuan tersendiri. Dalam praktik, angka ini sering dilanggar tanpa sadar ketika sling yang sudah lama dipakai tetap dianggap kuat karena belum pernah putus.

Kedua, salah membaca sudut ikatan. Semakin lebar sudut antara dua kaki sling, semakin besar tegangan yang bekerja pada masing-masing kaki. Rigger yang hanya menghafal kapasitas sling tanpa memperhitungkan sudut bisa mengangkat beban yang jauh di bawah batas tertulis, tetapi tetap membuat sling bekerja melewati kapasitasnya.

Ketiga, melupakan beban kejut. Gerakan mengangkat yang tiba-tiba menghasilkan tegangan jauh lebih besar daripada beban diam, sehingga pengoperasian yang menyentak dilarang. Keempat, masalah komunikasi. Bila juru ikat tidak terlihat oleh operator, atau aba-aba disampaikan lewat orang perantara yang bukan berwenang, risiko salah gerak meningkat tajam.

Kelima, mengabaikan kondisi lingkungan. Regulasi bahkan mengatur bahwa operator harus menghentikan operasi keran angkat jika kecepatan angin melebihi 38 kilometer per jam. Aturan seperti ini sering dianggap berlebihan sampai ada muatan yang bergoyang tidak terkendali di ketinggian.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Lisensi K3 dan Sertifikat BNSP: Dua Dokumen, Dua Fungsi

Di lapangan, dua dokumen ini kerap dianggap sama. Fungsinya berbeda. Lisensi K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan adalah izin kewenangan kerja, sedangkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah pengakuan bahwa seseorang telah diuji dan dinyatakan kompeten pada skema keahlian tertentu oleh lembaga sertifikasi profesi yang terakreditasi. Skema juru ikat beban dikenal dalam daftar skema yang diuji lembaga sertifikasi profesi, dan informasi skema bisa dilihat di situs resmi BNSP.

Bagi perusahaan tambang, pelabuhan, dan kontraktor konstruksi, keduanya sering diminta sekaligus. Sertifikat kompetensi menjelaskan sejauh mana kemampuan seseorang teruji, sementara lisensi memberi dasar hukum untuk menugaskannya. Karena alur pengurusannya berbeda, peserta pelatihan perlu memastikan sejak awal dokumen apa yang akan diterima setelah lulus, siapa yang menerbitkan, dan berapa lama masa berlakunya.

Peluang Kerja di Luwu Timur dan Makassar

Kebutuhan rigger tumbuh mengikuti aktivitas angkat di suatu daerah. Di Luwu Timur, ekonomi bertumpu pada tambang, sawit, dan pertanian, sehingga pekerjaan mengangkat komponen alat berat, pipa, dan material proyek menjadi bagian dari keseharian industri. Di Makassar, kegiatan pelabuhan, pergudangan, dan konstruksi memberi ruang yang lebih luas bagi pekerja berlisensi.

Karena itu kompetensi bersertifikat bernilai tinggi, bukan hanya untuk masuk kerja tetapi juga untuk naik jenjang. Pekerja yang sudah memegang lisensi pada jenis pesawat angkut lain, misalnya lisensi K3 pesawat angkat dan angkut pada operator forklift, punya dasar keselamatan yang bersinggungan sehingga tidak perlu mulai dari nol ketika menambah kewenangan sebagai juru ikat.

Banyak juga yang memulai dari jalur rigger sebelum menempuh lisensi operator. Syarat fisik dan fokus keterampilannya berbeda, dan pengalaman lapangan yang dikumpulkan sebagai juru ikat justru menjadi bekal berharga ketika nanti mengikuti pelatihan operator crane dengan lisensi K3 dan sertifikasi kompetensi, karena keduanya bekerja dalam satu tim yang sama.

Untuk pekerjaan yang menuntut posisi lebih tinggi, pemahaman tentang pengendalian risiko juga perlu. Artikel tentang pelatihan keselamatan kerja di ketinggian membahas bagaimana pekerjaan berisiko disiapkan, termasuk penyelamatan bila terjadi kegagalan. Kombinasi keterampilan teknis dan kesadaran risiko inilah yang dicari perusahaan, bukan salah satunya saja.

Cara Memilih Lembaga Pelatihan Juru Ikat Beban

Pertanyaan pertama yang perlu diajukan bukan soal biaya, melainkan soal dokumen akhir. Apakah pelatihan ini menyiapkan peserta untuk uji kompetensi BNSP, untuk lisensi K3, atau keduanya. Jawaban itu menentukan apakah sertifikat yang diterima benar-benar bisa dipakai saat melamar kerja atau justru hanya menjadi kenang-kenangan.

Pertanyaan kedua soal praktik. Pelatihan rigger tanpa latihan mengikat beban nyata sulit dipercaya hasilnya. Karena itu tanyakan jenis muatan yang dipakai untuk latihan, ragam alat bantu yang tersedia, dan berapa banyak peserta per kelompok praktik. Kelompok yang terlalu besar membuat jam memegang sling per peserta berkurang drastis.

Untuk perusahaan yang mengirim beberapa pekerja sekaligus, penyelenggara biasanya membuka jalur in-house training Lunarica bagi tim perusahaan sehingga materi bisa disesuaikan dengan jenis muatan dan alat yang dipakai sehari-hari. Model ini sering lebih efisien karena pelatihan berlangsung di lingkungan kerja sendiri, meski tetap perlu memastikan pengujian dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

Soal biaya dan jadwal, angkanya berbeda antarpenyelenggara dan bisa berubah tiap periode. Karena itu informasi resmi sebaiknya ditanyakan langsung ke penyelenggara, dalam hal ini melalui program pelatihan dan sertifikasi BNSP LPK Lunarica, agar calon peserta mendapat angka yang berlaku. Perkembangan program juga biasanya diumumkan lewat akun Instagram @lpklunarica.id.

Mulai dari Mana

Bagi lulusan SMA atau SMK yang ingin masuk industri, jalur rigger cukup realistis sebagai langkah pertama. Bekalnya bukan hanya fisik, tetapi ketelitian: kemampuan menghitung, membaca label kapasitas, dan mematuhi prosedur. Pekerja yang terbiasa disiplin pada hal kecil biasanya lebih cepat dipercaya memegang tanggung jawab besar.

Yang perlu diingat, sertifikat tidak menggantikan kebiasaan. Alat bantu angkat tetap harus diperiksa sebelum dipakai, buku kerja tetap harus diisi, dan isyarat tetap harus jelas. Regulasi hanya menetapkan batas minimum; keselamatan sesungguhnya lahir dari kebiasaan yang diulang setiap hari di lapangan.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar tambang Luwu Timur ada di kanal tambang Luwu Timur.

Gambar: Dok. LPK Lunarica (Instagram @lpklunarica.id).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga