Politik nasional memasuki pekan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Adidaya Institute merilis hasil survei nasional yang menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai lembaga negara paling dipercaya publik. Sebanyak 81 persen responden menyatakan percaya kepada TNI. Survei itu juga mencatat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebesar 60,3 persen.
Politik Nasional: TNI Lembaga Paling Dipercaya Publik
Survei dilakukan pada 15 sampai 21 September 2026 di 38 provinsi. Jumlah responden 1.240 orang dengan margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Populasinya penduduk yang terdata dalam daftar pemilih tetap Pilpres 2024.
Rincian peringkat lembaga dimuat pada laporan ANTARA. Selain TNI, lembaga kepresidenan berada di peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan 76 persen. Badan Pengawas Pemilu menempati peringkat ketiga dengan 74 persen.
Angka ketidakpercayaan juga dicatat. Sebanyak 14 persen responden menilai sebaliknya terhadap TNI. Untuk lembaga kepresidenan, 20 persen menilai sebaliknya, sementara Bawaslu dicatat 18,5 persen.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Kepuasan terhadap Kinerja Presiden 60,3 Persen
Sebanyak 60,3 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 36,2 persen menyatakan tidak puas, dan 3,5 persen tidak menjawab. Angka itu dirilis menjelang dua tahun pemerintahan berjalan.
Survei yang sama mencatat 61,3 persen responden menilai pertahanan nasional cukup kuat. Sebanyak 54,8 persen menilai keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga. Sebanyak 53,5 persen menilai kondisi politik nasional cukup stabil.
Pada isu lain, 54,1 persen responden menilai kebebasan berpendapat sudah baik. Sebanyak 54 persen menilai pemerintah sudah bekerja baik dalam pemberantasan korupsi. Rincian ini dilaporkan ANTARA berdasarkan data survei yang diterima di Jakarta.
Angka kepuasan juga dibandingkan dengan tingkat kepuasan terhadap wakil presiden. Survei mencatat kepuasan terhadap Gibran Rakabuming Raka sebesar 51,4 persen. Kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan tercatat 55,6 persen.
Menteri dengan Kinerja Terbaik Versi Responden
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati posisi teratas dengan 13,5 persen pilihan responden. Berikutnya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 11,6 persen. Menteri Agama Nazaruddin Umar menyusul dengan 10,8 persen.
Di urutan bawah, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono masing-masing 0,2 persen. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat 0,1 persen. Data itu dimuat pada laporan ANTARA tentang hasil survei tersebut.
Untuk kalangan penegak hukum, Ketua KPK Setyo Budiyanto dinilai berkinerja paling baik oleh 32,8 persen responden. Berikutnya Jaksa Agung ST Burhanuddin 28,5 persen, Kapolri Listyo Sigit Prabowo 23,3 persen, dan Ketua Mahkamah Agung Sunarto 15,3 persen.
ANTARA juga melaporkan penilaian untuk jajaran menteri koordinator dalam rilis terpisah. Sebaran penilaian menteri memperlihatkan perbedaan yang cukup tajam antara urutan atas dan bawah. Angka itu menggambarkan persepsi publik, bukan penilaian kinerja resmi.
Catatan terhadap Kinerja Kabinet
Meski kepuasan terhadap presiden cukup tinggi, penilaian terhadap kabinet mendapat catatan. Sebanyak 46,5 persen responden menilai kinerja para menteri belum maksimal dan profesional. Pengenalan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis tercatat 93,4 persen.
Data itu dilaporkan Metro TV News dan iNews Bogor dari rilis yang sama. Menurut laporan tersebut, pemerintah menghargai hasil survei dan mengakui masih ada persoalan yang perlu diselesaikan. Perbaikan tata kelola disebut menjadi salah satu perhatian utama.
Gaya kepemimpinan presiden juga disorot. Sebanyak 51,3 persen responden menyatakan setuju dengan gaya kepemimpinan Prabowo. Dari kelompok itu, tingkat kepuasan terhadap kinerjanya mencapai 88,7 persen.
Catatan terhadap kabinet dan angka kepuasan presiden sama-sama perlu dibaca dalam konteks. Tingkat kepuasan terhadap figur pemimpin sering lebih tinggi daripada penilaian terhadap lembaga di bawahnya. Pola itu lazim muncul pada survei dua tahun pemerintahan.


