Sebaran Kepuasan di Berbagai Kelompok
Kepuasan tertinggi tercatat pada responden berusia di atas 61 tahun sebesar 71,3 persen. Warga berpendidikan sekolah dasar ke bawah mencatat 63,2 persen. Perempuan tercatat 62,7 persen dan masyarakat Indonesia timur 62,4 persen.
Direktur Eksekutif Adidaya Institute, Rahman Toha Budiarto, menyampaikan hasil survei itu dalam rilis nasional di Jakarta. Dia menyebut angka kepuasan masih terbilang tinggi di tengah tekanan ekonomi dunia. Pernyataan itu dikutip RMOL dalam laporannya.
Responden dipilih secara acak bertingkat dengan metode probability sampling. Titik sampling tersebar di 122 kabupaten dan kota, dengan basis pemungutan suara by name by address. Metode itu membuat sebaran sampel mengikuti kepadatan penduduk.
Selain sebaran wilayah, sebaran usia penting untuk dibaca. Kelompok usia lanjut mencatat kepuasan tertinggi pada survei ini. Sementara kepuasan pada kelompok lain tersebar lebih merata di kisaran enam puluhan persen.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Cara Membaca Hasil Survei
Angka survei sebaiknya dibaca sebagai potret sesaat, bukan ramalan. Hasilnya bergantung pada waktu pengambilan data, susunan pertanyaan, dan cara memilih responden. Dua lembaga berbeda bisa menghasilkan angka yang jauh berbeda pada periode yang berdekatan.
Pada kasus elektabilitas misalnya, pertanyaan terbuka dan simulasi tertutup menghasilkan angka yang tidak sebanding. Perbandingan hasil antar lembaga perlu memperhatikan bentuk pertanyaan. Salah membaca bentuk pertanyaan sering memunculkan kesimpulan yang keliru.
Pembaca juga dapat membandingkan hasil ini dengan temuan survei lain. Bahasan soal dinamika elektabilitas pernah kami tuangkan pada artikel tentang penurunan elektabilitas Prabowo. Agenda pemerintahan dua tahun terakhir juga terekam pada laporan pertemuan Prabowo dengan Sekjen PBB.
Respons Pemerintah atas Hasil Survei
Pemerintah menanggapi hasil survei itu melalui keterangan tenaga ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, Aditya Laksmana. Menurut laporan Metro TV News, pemerintah mengapresiasi hasil survei tersebut. Pemerintah juga menyadari masih ada persoalan yang perlu diselesaikan.
Catatan utama dalam tanggapan itu menyangkut efektivitas dan tata kelola pemerintahan. Pemerintah menyebut perbaikan pada dua hal tersebut sebagai pekerjaan yang sedang berjalan. Hingga artikel ini disusun, belum ada rincian program lanjutan yang diumumkan terkait temuan survei tersebut.
Apa yang Diketahui
Yang diketahui: survei digelar 15 sampai 21 September 2026 di 38 provinsi dengan 1.240 responden. Margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. TNI menempati peringkat pertama lembaga paling dipercaya dengan 81 persen.
Yang juga diketahui, kepuasan terhadap kinerja presiden tercatat 60,3 persen. Rilis hasil survei disampaikan pada 15 Oktober 2026, dan laporan turunannya diterbitkan sejumlah media pada pekan yang sama.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Belum ada pernyataan resmi dari lembaga kepresidenan yang secara khusus membahas hasil survei ini. Belum ada pula rilis lembaga independen yang mengaudit metodologi Adidaya Institute. Karena itu, seluruh angka di artikel ini bersumber dari rilis lembaga tersebut dan pemberitaan media yang mengutipnya.
Dampak temuan ini terhadap arah kebijakan belum bisa dipastikan. Survei hanya menggambarkan penilaian publik pada satu titik waktu. Belum ada indikasi agenda pemerintahan berubah karena hasil survei ini.
Berapa tingkat kepercayaan publik kepada TNI dalam survei ini?
Sebanyak 81 persen responden menyatakan percaya kepada TNI, sementara 14 persen menilai sebaliknya. Angka itu menempatkan TNI sebagai lembaga negara paling dipercaya dalam survei Adidaya Institute.
Berapa jumlah responden dan kapan survei dilakukan?
Survei melibatkan 1.240 responden di 38 provinsi dan digelar pada 15 sampai 21 September 2026. Margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Apakah hasil survei ini bisa digeneralisasi untuk seluruh Indonesia?
Hasilnya menggambarkan penilaian sampel pada satu periode, bukan seluruh penduduk. Karena itu angka ini sebaiknya dibaca sebagai potret sesaat dan dibandingkan dengan temuan lembaga survei lain pada periode serupa.
Baca juga
- Tambang Nasional: Ekspor Minerba Naik, Nikel Rp467,55 T
- Viral Hari Ini: Malaysia Tahan 188 WNI di Pudu, KL
- Berita Indonesia: China Batasi Ekspor 23 Teknologi AI
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


