Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: 1.946 Agen AI Bedah Atlas Otak Tikus

22 Oktober 2026 • zul • 41 kali dibaca
Citra mikroskop dua foton aktivitas otak sebagai ilustrasi riset neurosains
Foto: Armen R Kherlopian dkk, Wikimedia Commons, CC BY 2.0
ASM Group
Iklan

Viral hari ini datang dari dunia riset biologi, tempat OpenAI, PerturbAI, dan Scripps Research mengerahkan 1.946 agen kecerdasan buatan untuk membedah atlas otak tikus. Para agen bekerja paralel dan menyelesaikan analisis data jutaan sel dalam 32 menit. Tim peneliti memperkirakan pekerjaan serupa bila dikerjakan manusia satu per satu membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga setahun. Hasilnya dirilis sebagai pracetak pada 16 Oktober 2026 dan diumumkan perusahaan pada 21 Oktober.

Viral Hari Ini: 1.946 Agen AI Bedah Atlas Otak

Eksperimen itu memakai atlas CRISPR seluruh otak tikus, kumpulan data yang menunjukkan bagaimana gangguan gen memengaruhi berbagai jenis sel. Setiap agen mendapat satu gangguan gen untuk diperiksa. Agen lalu menganalisis respons sel, menelusuri literatur ilmiah, dan mengusulkan penjelasan. Laporan mereka digabung menjadi atlas penalaran yang menghubungkan gen, efek sel, publikasi, dan dugaan mekanisme biologis.

Pendekatan itu mereka sebut distributed biological reasoning atau penalaran biologis terdistribusi. Idenya sederhana, yaitu membagi pekerjaan besar menjadi ribuan tugas kecil yang bisa berjalan bersamaan. Model yang dipakai adalah GPT-Rosalind, model yang dikembangkan khusus untuk riset ilmu hayati. Menurut keterangan PerturbAI, atlas tersebut sudah tersedia untuk dijelajahi peneliti lain.

Pengumuman ini menarik perhatian karena skalanya. Ribuan agen bukan lagi demonstrasi kecil, melainkan beban kerja penuh pada dataset nyata. Hasilnya juga dibandingkan dengan temuan tim manusia yang sebelumnya menganalisis data yang sama. Perbandingan itulah yang membuat klaim efisiensi waktu menjadi lebih terukur.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Eksperimen 32 Menit dan Pembanding Manusia

Tim peneliti menyebut analisis paralel selesai dalam 32 menit. Sebagai pembanding, mereka memperkirakan analisis dan telaah literatur manusia membutuhkan berbulan-bulan sampai setahun. Perkiraan itu dibangun dari asumsi 15 menit per gangguan gen dan 10 menit per makalah yang dibaca. Angka tersebut adalah estimasi, bukan hasil pengukuran langsung.

R&D World mencatat bahwa perbandingan dengan analis manusia bersandar pada estimasi waktu tersebut. Meski begitu, hasil agen diuji dengan cara lain yang lebih ketat. Agen bekerja tanpa akses ke naskah sumber dan kesimpulannya. Mereka hanya mendapat data, konteks eksperimen, dan akses literatur.

Dalam kondisi itu, agen berhasil menemukan kembali temuan utama studi sebelumnya. Mereka juga mengidentifikasi sejumlah petunjuk baru yang tidak dibahas dalam naskah asli. Bagi ilmuwan, kemampuan mereproduksi kesimpulan tanpa melihat jawabannya adalah ujian yang cukup kuat. Ini menunjukkan agen benar-benar membaca data, bukan mengulang kesimpulan yang sudah ada.

Satu Agen Kalah dari Ribuan Agen

Tim juga menguji apakah satu agen dengan seluruh dataset bisa menyamai ribuan agen. Model, prompt, alat, dan akses data dibuat sama. Hasilnya, agen tunggal semakin dangkal ketika beban kerja bertambah. Pada beban terbesar, ia hanya mengutip 11 referensi. Agen terdistribusi mengutip lebih dari 700 referensi pada beban yang sama.

Pracetak ilmiahnya mencatat agen terdistribusi mempertahankan sekitar 7.586 sitasi, atau sekitar 711 kali lebih banyak. Perbedaan itu bukan soal jumlah semata. Agen tunggal cenderung berhenti pada temuan paling mencolok, sementara agen terdistribusi memeriksa respons yang lebih halus. Respons halus seperti itu sering menjadi petunjuk penting dalam biologi.

Ahli manusia yang menilai secara tersamar lebih memilih laporan agen terdistribusi dalam 75 persen perbandingan. Penilaian itu dilakukan tanpa mengetahui sumber laporan. Hasil tersebut memberi bukti bahwa pembagian tugas tidak menurunkan mutu interpretasi. Sebaliknya, mutu justru meningkat karena setiap agen punya ruang fokus.

Temuan soal Kolesterol dan Neurodegenerasi

Salah satu temuan yang disorot berkaitan dengan gen Dctn1. Gangguan pada gen itu meningkatkan ekspresi gen yang terlibat dalam pembuatan kolesterol. Agen menghubungkan observasi tersebut dengan literatur yang menyebut masalah transportasi kolesterol dapat memicu sel memproduksi lebih banyak kolesterol. Dari situ muncul pertanyaan riset baru.

Pertanyaannya, apakah gangguan DCTN1 mengubah distribusi kolesterol di dalam neuron. Jika ya, apakah perubahan itu berkontribusi pada neurodegenerasi. Agen juga mengusulkan langkah lanjutan, yaitu menguji apakah pemulihan distribusi kolesterol dapat melindungi neuron. Hipotesis itu dinilai ahli sebagai temuan yang layak diuji.

Tomasz Nowakowski dari University of California San Francisco menyebut petunjuk sering tersebar di berbagai bidang. Menurutnya, hubungan antara fungsi neuron dan metabolisme kolesterol memberi cara baru memandang biologi penyakit. Kutipan itu dimuat dalam pengumuman resmi perusahaan. Nilainya terletak pada arah riset yang bisa langsung diuji di laboratorium.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga