Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: PACK Rights Issue Rp8,19 Triliun

23 Oktober 2026 • zul • 27 kali dibaca
Kawasan industri nikel Morowali di Sulawesi Tengah
Kementerian PUPR Republik Indonesia, public domain, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Kabar tambang nasional hari ini diwarnai aksi korporasi jumbo PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang menyiapkan rights issue hingga Rp8,19 triliun. Dana itu dipakai antara lain untuk membeli seluruh saham dua perusahaan nikel, yaitu PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dan Denway Development Limited (DDL). Rencana ini masih harus melewati persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan.

Tambang Nasional: Isi Rencana Rights Issue PACK

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis 22 Oktober 2026, PACK berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Nilai aksi korporasi itu mencapai USD463 juta atau sekitar Rp8,19 triliun dengan asumsi kurs Rp17.703 per dolar Amerika Serikat per 31 Agustus 2026. Angka kurs itu dipakai perseroan sebagai dasar penghitungan, bukan kurs pasar harian.

Dana bersih hasil rights issue akan dialokasikan untuk tiga hal. Pertama, pelunasan pinjaman perseroan. Kedua, pembelian saham DDL. Ketiga, modal kerja perseroan dan entitas anak. Manajemen menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi PACK menjadi perusahaan holding yang fokus di sektor pertambangan mineral, khususnya nikel. IDN Financials mencatat rincian penggunaan dana berdasarkan keterangan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia.

Perseroan juga berencana menambah klasifikasi baku lapangan usaha baru untuk mendukung integrasi operasional anak usaha. Dengan begitu, struktur usaha PACK tidak lagi hanya berupa kepemilikan saham, tetapi juga mencakup kegiatan operasional tambang dan perdagangan mineral.

Tata Atur
Iklan

Rincian rencana ini tertuang dalam prospektus yang dirangkum sejumlah media ekonomi pada Jumat, 23 Oktober 2026. Skema rights issue dipilih karena perseroan membutuhkan dana besar tanpa menambah utang baru di tengah beban pinjaman yang sudah ada. Bisnis.com mencatat nilai rights issue itu mencapai Rp8,19 triliun dengan dukungan penuh pemegang saham pengendali.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Dua Perusahaan Nikel yang Diborong

Perusahaan pertama adalah Bumanik, produsen bijih nikel yang beroperasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini didirikan pada 9 November 2006 dan bergerak di bidang pertambangan bijih nikel dengan kode KBLI 0729. Luas konsesi konsolidasinya mencapai 4.778 hektare, salah satu yang cukup besar di kawasan industri nikel Morowali.

PACK akan mengambil alih 100 persen saham Bumanik melalui dua anak usahanya, yaitu PT Daya Unggul Raya dan PT Gemilang Padma Raya. Nilai transaksinya USD79 juta atau sekitar Rp1,39 triliun. Sebelum akuisisi, saham Bumanik dipegang PT Merlot Grup Indonesia sebesar 98,99 persen dan Pure Venture Capitol Limited sebesar 1,01 persen.

Dari sisi kinerja, Bumanik membukukan pendapatan neto Rp1,08 triliun selama delapan bulan hingga 31 Agustus 2026. Angka itu sudah melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat Rp1,04 triliun. Total asetnya per periode yang sama tercatat Rp1,53 triliun, sehingga rasio pendapatan terhadap aset terlihat cukup produktif. Profil kedua perusahaan dibahas Bisnis.com dengan rincian konsesi dan kinerja keuangannya.

Perusahaan kedua adalah DDL. PACK berencana membeli 100 persen saham DDL dari Hanking (Indonesia) Mining Limited dengan nilai USD324 juta atau setara Rp5,73 triliun. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material sekaligus transaksi afiliasi karena ada kesamaan pengendali akhir. Total nilai kedua akuisisi mencapai sekitar Rp7,12 triliun. Ajaib merangkum nilai masing-masing akuisisi dalam ulasan pasar modal.

Berapa Nilai Transaksi dan Sumber Dananya

Nilai rights issue Rp8,19 triliun lebih besar dari total nilai akuisisi Rp7,12 triliun. Selisihnya dipakai untuk biaya emisi, pelunasan pinjaman, dan modal kerja. Dengan struktur seperti ini, perseroan tidak perlu mencari pinjaman bank baru untuk menutup seluruh kebutuhan akuisisi.

PT Eco Energi Perkasa selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu yang dimilikinya. Perusahaan itu juga bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer dengan nilai maksimum USD418 juta atau sekitar Rp7,4 triliun. Artinya, sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain akan diserap oleh pemegang saham pengendali.

Berdasarkan data perseroan per 30 September 2026, PT Eco Energi Perkasa menguasai 38,51 persen saham PACK. Haji Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam memegang 20,05 persen secara langsung, sedangkan publik memegang 41,44 persen dengan porsi masing-masing di bawah 5 persen.

Komitmen pembeli siaga itu penting karena memberi kepastian pendanaan. Tanpa pembeli siaga, rights issue berisiko tidak terserap penuh dan rencana akuisisi bisa tertunda. Kontan mencatat komitmen maksimum Rp7,4 triliun dari pemegang saham pengendali tersebut.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga