Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Lutim: Skrining Kusta Pelajar Malili Dimulai

28 Oktober 2026 • Admin • 21 kali dibaca
Berita Lutim: pelajar mengikuti skrining kesehatan di SMAN 1 Luwu Timur, Malili
Gambar: Dok. Kominfo-SP Kabupaten Luwu Timur via Expose Timur (skrining kesehatan pelajar di Malili, 27 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Lutim hari ini: skrining kesehatan bagi pelajar kembali digelar di Luwu Timur, kali ini untuk deteksi dini penyakit kusta. Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler turun langsung mendampingi kegiatan tersebut di SMAN 1 Luwu Timur, Malili, Selasa (27/10/2026). Kegiatan bertajuk “Andalan Sehati — Aksi Nyata Deteksi Dini, Lakukan Skrining Demi Hidup Sehat Kita” itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

Program ini dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan mencanangkan pemberian obat pencegahan kusta yang menargetkan 10.000 sasaran. Pelaksanaannya melibatkan kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan yang terhubung melalui pertemuan virtual, sehingga gerakan di tingkat provinsi dan kegiatan di sekolah berjalan pada waktu yang sama.

Berita Lutim: mengapa skrining menyasar pelajar

Sekolah dipilih bukan tanpa alasan. Pelajar berkumpul dalam jumlah besar setiap hari, sehingga deteksi dini di lingkungan sekolah memungkinkan penemuan kasus lebih cepat dibanding menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Anak usia sekolah juga lebih mudah diarahkan mengikuti pemeriksaan, terutama bila guru dan tenaga kesehatan menjelaskan tujuannya dengan bahasa sederhana.

Dalam kegiatan di SMAN 1 Luwu Timur, Puspawati mengajak para pelajar mengikuti proses skrining sesuai arahan petugas kesehatan. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan sekaligus menentukan kelayakan pemberian obat pencegahan bagi orang yang memenuhi kriteria.

Tata Atur
Iklan

“Saya harap anak-anakku semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sesuai arahan petugas kesehatan,” pesannya.

Wakil Bupati berharap program tersebut memberikan perlindungan lebih dini bagi anak-anak dan generasi muda di Luwu Timur. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan sejak usia sekolah penting untuk menunjang tumbuh kembang, kelancaran proses belajar, serta aktivitas sehari-hari.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Program Andalan Sehati dan target 10.000 sasaran

Angka 10.000 sasaran menunjukkan skala gerakan ini di tingkat provinsi. Sasaran tersebut tidak terkumpul di satu kabupaten, melainkan tersebar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan yang menjalankan kegiatan serupa pada hari yang sama.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa skrining dan pemberian obat pencegahan kusta merupakan langkah strategis untuk menekan risiko penularan penyakit.

“Pengecekan dan pemberian obat pencegahan kusta ini merupakan langkah nyata untuk mencegah penularan penyakit sejak dini. Ke depan, kita juga akan menggencarkan skrining HIV secara besar-besaran di Sulsel. Ini adalah gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Andi Sudirman, seperti dikutip Expose Timur.

Di Luwu Timur, kegiatan ini menjadi bagian dari kerja bersama antara pemerintah kabupaten, Dinas Kesehatan provinsi, sekolah, dan puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy, hadir bersama jajaran dalam kegiatan tersebut. Laporan kegiatan ini juga diturunkan Luwuraya.com.

Bagaimana skrining dijalankan di sekolah

Secara umum, skrining kesehatan di sekolah berjalan dalam beberapa tahap. Petugas kesehatan memeriksa kondisi siswa, mencatat temuan, lalu menentukan apakah siswa tersebut memenuhi kriteria untuk menerima obat pencegahan. Siswa yang memerlukan pemeriksaan lanjutan akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Yang perlu dipahami orang tua, pemberian obat pencegahan tidak dilakukan sembarangan. Keputusan diberikan setelah pemeriksaan oleh petugas dan mengikuti kriteria yang ditetapkan program. Karena itu, kehadiran petugas kesehatan dalam kegiatan di sekolah tidak bisa digantikan oleh pemeriksaan mandiri.

Kusta sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri dan dapat diobati dengan pengobatan yang tersedia di fasilitas kesehatan. Informasi dasar soal penyakit ini bisa dibaca pada laman resmi Kementerian Kesehatan. Yang sering menjadi persoalan bukan pengobatannya, melainkan keterlambatan penderita datang berobat karena stigma.

Di sinilah sekolah punya peran penting. Ketika skrining dilakukan terbuka dan dijelaskan sebagai bagian dari layanan kesehatan biasa, siswa tidak merasa dicurigai. Sebaliknya, pendekatan yang tertutup justru bisa memunculkan rasa malu yang membuat siswa menghindar dari pemeriksaan berikutnya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga