Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Luwu Timur: Damkar 4.000 Liter untuk Mahalona Raya

30 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
Berita Luwu Timur: penyerahan kunci mobil damkar 4.000 liter kepada Camat Towuti di Malili
Gambar: Dok. Humas Pemkab Luwu Timur via Jejakfakta.com (penyerahan mobil damkar 4.000 liter di Malili, 29 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Luwu Timur hari ini: satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4.000 liter resmi diserahkan untuk dioperasikan di kawasan Mahalona Raya, Kecamatan Towuti. Penyerahan berlangsung di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur, Malili, Kamis (29/10/2026). Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menyerahkan langsung kunci kendaraan kepada Camat Towuti, Amri Mustari, yang hadir bersama sejumlah kepala desa dari wilayah Mahalona Raya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur, Guntur Hafid, turut menyaksikan penyerahan itu bersama jajarannya. Dalam sambutannya, Irwan menyebut penempatan unit baru ini sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan yang berulang di sejumlah wilayah kabupaten.

Kawasan Mahalona Raya mencakup lima desa. Kendaraan itu akan ditempatkan di wilayah tersebut agar petugas tidak selalu bergerak dari Kota Malili ketika api muncul di sisi timur Danau Towuti. Bagi warga lima desa, jarak dan waktu tempuh selama ini menjadi bagian dari persoalan yang sama: api tidak menunggu armada datang.

Berita Luwu Timur: mengapa Mahalona Raya menjadi prioritas

Pemilihan Mahalona Raya bukan tanpa alasan. Kawasan ini berada di Kecamatan Towuti, wilayah yang berulang kali mencatat kejadian kebakaran lahan pada musim kering. Pada awal Oktober 2026, kebakaran di Loeha Raya — yang bertetangga dengan Mahalona Raya — dilaporkan membakar ratusan hektare lahan, mengepulkan asap tebal, dan sempat mengancam permukiman warga. Sejumlah kejadian serupa pernah diulas SuaraLutim dalam laporan karhutla Malili yang menghanguskan 10 hektare.

Bupati menyebut pemerintah daerah bersama petugas pemadam telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi di kawasan itu. “Pemerintah daerah bersama petugas pemadam kebakaran telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Luwu Timur, khususnya kawasan Mahalona Raya,” kata Irwan, seperti dikutip Jejakfakta.com.

Yang membuat penanganan di Towuti tidak mudah adalah tiga hal yang saling menguatkan: lahan kering pada musim kemarau, akses jalan yang berat, dan ketersediaan air yang terbatas di titik-titik kebakaran. Persoalan itu pernah disampaikan langsung oleh Bupati ketika kebakaran meluas di Loeha Raya. Karena itu, kehadiran unit yang bisa membawa 4.000 liter air sekaligus dinilai lebih relevan dibanding menambah kendaraan kecil.

Sebelumnya, Pemkab Luwu Timur juga pernah mengirim bantuan armada ke daerah lain, seperti tercatat dalam artikel Luwu Timur gerak cepat kirim 2 unit damkar ke Pendolo. Pola itu menunjukkan bahwa persoalan armada bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal di mana kendaraan ditempatkan.

Spesifikasi: pump and roll dan tenaga yang lebih besar

Teknisi pemadam kebakaran, Hendi, menjelaskan bahwa unit yang diserahkan merupakan kendaraan terbaru dengan kemampuan lebih baik dibandingkan armada sebelumnya. Keunggulan yang paling banyak dibicarakan adalah fitur pump and roll, yakni kemampuan menyemprotkan air sementara kendaraan tetap bergerak.

Fitur itu sederhana kedengarannya, tetapi besar artinya di lapangan. Pada kebakaran lahan, petugas sering harus memindahkan posisi sembari menjaga semprotan air tetap mengarah ke garis api. Dengan pump and roll, penyemprotan tidak harus berhenti setiap kali kendaraan berpindah.

“Dibandingkan dengan unit lama, tenaga serta performa unit ini jauh lebih besar, sehingga sangat sesuai untuk dioperasikan di medan yang berat seperti wilayah Mahalona Raya,” ujar Hendi.

Medan berat di kawasan itu antara lain berupa jalan tanah, tanjakan, dan jalur yang sempit saat musim kering. Untuk kendaraan pemadam, kondisi semacam itu menentukan apakah armada bisa sampai ke titik api atau justru tertahan di tengah jalan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga