Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Peristiwa

Luwu Timur Gerak Cepat Kirim 2 Unit Damkar ke Pendolo

13 September 2026 • Admin
Anggota DPRD Luwu Timur melaporkan kebakaran Pendolo dan bantuan damkar Luwu Timur ke Kabupaten Poso
Gambar: Luwuraya.com

LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengirim dua unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran di Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Pengiriman armada itu merupakan respons atas laporan yang disampaikan anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto, kepada Bupati Irwan Bachri Syam melalui sambungan telepon pada siang hari.

Laporan tersebut dibuat setelah Aprianto mengetahui kebakaran yang menghanguskan SMAN 1 Pendolo dan sejumlah rumah warga. Menurut keterangannya, peristiwa itu berlangsung sejak sehari sebelumnya hingga saat laporan disampaikan. Kondisi itu membuat Poso membutuhkan tambahan armada pemadam dari daerah terdekat.

Luwu Timur Kirim Dua Unit Damkar ke Pendolo

Dalam percakapan telepon itu, Aprianto meminta bantuan mobil pemadam kebakaran dari Luwu Timur untuk mempercepat penanganan di lokasi. Permintaan tersebut disampaikan karena kawasan Pendolo memiliki keterhubungan akses yang cukup dekat dengan wilayah Luwu Timur dibandingkan daerah lain di sekitarnya.

“Tadi siang saya laporkan via telepon ke Pak Bupati bahwa kabupaten tetangga kita yaitu Poso sangat butuh bantuan berupa mobil pemadam kebakaran,” ujar Aprianto.

Menurutnya, keputusan meminta bantuan dari Luwu Timur diambil karena situasi di lapangan menuntut tambahan armada. Poso dan Luwu Timur memang berada di jalur yang saling terhubung, sehingga pergerakan kendaraan pemadam dari Luwu Timur dapat menjangkau lokasi lebih cepat daripada mendatangkan armada dari wilayah lain.

Respons Bupati Kurang dari Sepuluh Menit

Laporan itu mendapat respons cepat dari Bupati Luwu Timur. Sekitar sepuluh menit setelah menerima laporan, Irwan Bachri Syam menelepon balik dan menyampaikan keputusan untuk mengirim dua unit mobil pemadam kebakaran menuju Pendolo.

“Alhamdulillah respon cepat dari Pak Bupati, kurang lebih 10 menit kemudian, Pak Bupati telepon balik sampaikan bahwa kita kirim sekarang 2 unit Damkar ke Pendolo, Dek,” kata Aprianto.

Keputusan tersebut kemudian diperkuat dengan video yang dikirim Bupati melalui aplikasi pesan singkat. Dalam video itu terlihat mobil pemadam kebakaran Luwu Timur bergerak menuju Pendolo untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Informasi mengenai pengerahan armada ini juga dibagikan melalui akun media sosial Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur. Unggahan itu menampilkan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran di wilayah perbatasan, termasuk dukungan armada dari Luwu Timur.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari koordinasi darurat antardaerah. Dalam situasi bencana, ketersediaan armada dan waktu tempuh menjadi faktor penentu, terutama ketika titik kebakaran berada di kawasan permukiman dan fasilitas pendidikan.

Kedekatan Wilayah Pendolo dan Luwu Timur

Pendolo memiliki keterhubungan akses yang tergolong dekat dengan wilayah Luwu Timur. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur pergerakan masyarakat dan kendaraan yang menghubungkan wilayah Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Selatan melalui jalur Trans-Sulawesi.

Posisi itu membuat kedua wilayah memiliki hubungan aktivitas yang erat sehari-hari. Warga bergerak melintasi kawasan perbatasan untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan hingga urusan pendidikan dan kesehatan. Ketika terjadi kedaruratan, dampaknya pun dirasakan tidak hanya oleh satu wilayah saja.

Jalur Trans-Sulawesi dan Kebutuhan Darurat Perbatasan

Sebagai jalur utama, Trans-Sulawesi memikul volume perjalanan yang cukup tinggi. Kawasan perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah menjadi titik penting karena lalu lintas orang maupun barang melewati jalur tersebut setiap hari. Karena itu, penanganan keadaan darurat di kawasan ini memiliki arti penting bagi masyarakat yang beraktivitas di kedua wilayah.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa permintaan bantuan armada cukup sering diselesaikan melalui jalur koordinasi informal antarpimpinan daerah. Jalur telepon antara wakil rakyat dan kepala daerah menjadi cara tercepat untuk memulai proses pengerahan sumber daya sebelum prosedur administrasi lengkap. Aprianto sendiri berharap koordinasi antardaerah terus diperkuat, terutama ketika terjadi bencana yang membutuhkan dukungan sumber daya dan peralatan.

Dalam pelaksanaan penanganan bencana, laporan awal dari masyarakat biasanya menjadi pemicu utama. Setelah laporan diterima, barulah instansi teknis bergerak untuk melakukan pemadaman, pendataan dampak, dan pendampingan bagi warga yang terdampak. Untuk konteks kebencanaan di Luwu Timur, pembaca dapat merujuk rubrik Peristiwa SuaraLutim serta laporan Desa & Kecamatan SuaraLutim.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga