Kebutuhan yang belum tertutup
Setelah menyerahkan kendaraan, Bupati berdialog dengan petugas di markas dan di lapangan. Dalam dialog itu, sejumlah kebutuhan operasional disampaikan, dan sebagian di antaranya cukup mendesak.
- Tiga unit mobil tangki untuk pengisian ulang air, agar armada tidak bolak-balik ke sumber air.
- Dua unit mobil pemadam kebakaran tambahan untuk memperluas jangkauan.
- Sekitar 120 set alat pelindung diri lengkap agar setiap petugas memiliki perlengkapan sendiri.
- Tambahan selang dan nosel pemadam, alat bantu pernapasan (Self-Contained Breathing Apparatus/SCBA), serta pakaian dinas lapangan.
- Penambahan personel, karena jumlah petugas menentukan berapa lama operasi bisa berjalan.
Menanggapi hal itu, Irwan meminta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan merekapitulasi seluruh kebutuhan untuk kemudian diajukan ke pemerintah daerah. “Catat, Pak Kadis, lalu ajukan ke saya,” tegasnya.
Instruksi itu penting dicatat sebagai janji proses, bukan realisasi. Sampai penyerahan kendaraan berlangsung, pengadaan armada tambahan, APD, dan penambahan personel belum dipastikan waktunya. Pembaca yang mengikuti isu ini sebaiknya menunggu keputusan anggaran, bukan menganggap kebutuhan tersebut sudah terpenuhi.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Apa artinya bagi warga lima desa
Bagi warga, dampak paling langsung adalah waktu respons. Ketika satu unit pemadam sudah berada di Mahalona Raya, jarak tempuh awal dari Malili tidak lagi menjadi bagian dari hitungan menit pertama. Pada kebakaran lahan, menit pertama sering menentukan apakah api tetap kecil atau berubah menjadi kebakaran besar.
Kendaraan berkapasitas 4.000 liter juga memberi durasi semprot yang lebih panjang sebelum pengisian ulang. Namun durasi itu tetap bergantung pada ketersediaan sumber air terdekat. Inilah sebabnya permintaan mobil tangki pengisi ulang muncul dalam dialog yang sama: satu unit besar tanpa pasokan air yang lancar hanya menunda masalah.
Selain itu, penempatan armada di kawasan Towuti memperpendek jalur bagi desa-desa yang selama ini hanya bisa dijangkau lewat perairan atau jalan kabupaten yang berkelok. Untuk kebakaran di kawasan konservasi dan perkebunan warga, akses semacam ini kerap menjadi hambatan pertama sebelum pemadam bisa mulai bekerja.
Pemkab Luwu Timur juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan itu berulang setiap musim kering, tetapi tetap relevan: sebagian besar kebakaran lahan di Luwu Timur berawal dari aktivitas pembukaan lahan yang dianggap murah dan cepat. Rincian soal desa-desa di kawasan Towuti dibahas dalam laporan wisata Luwu Timur: Air Terjun Mata Dewa di Desa Loeha.
Yang perlu dikawal setelah penyerahan
Ada tiga hal yang layak dipantau publik setelah seremoni di Malili. Pertama, kepastian penempatan unit di Mahalona Raya beserta pos dan personel yang mendampinginya. Kedua, realisasi pengadaan air dan perlengkapan yang sudah diminta petugas. Ketiga, kesiapan sumber air di sekitar kawasan, karena kebakaran di Towuti berlangsung di wilayah yang luas dengan titik pengisian terbatas.
Tanpa ketiganya, tambahan satu kendaraan hanya menambah satu baris dalam daftar armada. Dengan ketiganya, penyerahan 29 Oktober bisa dibaca sebagai titik balik kecil dalam penanganan karhutla di sisi timur Luwu Timur. Versi lengkap pemberitaan soal kebutuhan APD dan personel dapat dibaca di Luwuraya.com.
Berapa kapasitas mobil damkar yang diserahkan?
Kendaraan yang diserahkan berkapasitas 4.000 liter dan diperuntukkan bagi kawasan Mahalona Raya, Kecamatan Towuti, yang mencakup lima desa.
Apakah ada tambahan armada lain?
Belum. Petugas mengusulkan dua unit mobil pemadam tambahan dan tiga mobil tangki pengisian air, tetapi usulan itu masih dalam tahap permintaan agar direkapitulasi dan diajukan ke pemerintah daerah.
Mengapa kawasan Towuti menjadi prioritas?
Karena kawasan ini berulang kali mengalami kebakaran lahan pada musim kering, dengan medan berat dan ketersediaan air yang terbatas di sekitar titik kebakaran.
Sumber: Jejakfakta.com (“Perkuat Antisipasi Karhutla, Bupati Irwan Serahkan Mobil Damkar Baru untuk Mahalona Raya”, 29 Oktober 2026), Luwuraya.com (“Antisipasi Karhutla, Luwu Timur Operasikan Mobil Damkar Baru di Mahalona Raya”, 29 Oktober 2026), Tekape.co (“Bupati Lutim Serahkan Damkar Baru untuk Mahalona Raya”, 29 Oktober 2026), dan arsip pemberitaan SuaraLutim.
Baca juga
- Berita Luwu Timur: BKMT Lutim Dilantik, Sinergi ke Desa
- Berita Lutim: GAS IKD Disdukcapil Mulai 26 Oktober
- Berita Lutim: 128 Desa dan Kelurahan Petakan Jalur Evakuasi
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


