Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Luwu Timur: GITET 275 kV Wotu Bertegangan, Pasokan Menguat

30 Oktober 2026 • Admin • 34 kali dibaca
Luwu Timur: petugas PLN di kawasan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 275 kV Wotu
Gambar: Dok. PLN via Sulselsatu.com (penguatan kelistrikan GITET 275 kV Wotu, Luwu Timur, 26 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, WOTU — Luwu Timur kembali menjadi titik penting dalam peta kelistrikan Sulawesi. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi menyelesaikan rekonfigurasi dan pemberian tegangan (energize) jaringan tegangan ekstra tinggi di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Wotu pada Senin (26/10/2026). Pekerjaan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), khususnya untuk mendukung penyaluran listrik di Luwu Timur dan wilayah sekitarnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyebut keberhasilan tersebut sebagai kado Hari Listrik Nasional ke-81. Menurutnya, infrastruktur yang semakin andal diharapkan mendukung kebutuhan listrik masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi dan industri di Luwu Timur.

Luwu Timur: apa yang sebenarnya di-energize

Istilah energize terdengar teknis, tetapi intinya sederhana: jaringan diberi tegangan sehingga bisa mulai menyalurkan listrik. Pada pekerjaan di Wotu, prosesnya mencakup beberapa bagian sekaligus.

  • SUTET 275 kV Sirkit 1 dan Sirkit 2 jalur Wotu – Latuppa.
  • Diameter 2 Bay Line Pamona 2.
  • Diameter 3 Bay Line Latuppa 2 dan Diameter 4 Bay Line Latuppa 1.
  • Penyesuaian pada jalur SUTET 275 kV Pamona – Wotu Sirkit 2.

Rincian itu disampaikan Manager PLN UPP Sulawesi Selatan, Ronald Foudubun. Ia menegaskan seluruh tahapan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, dan ketepatan pelaksanaan.

“Proses energize mencakup pemberian tegangan pada SUTET 275 kV Sirkit 1 dan 2 jalur Wotu – Latuppa, Diameter 2 Bay Line Pamona 2, Diameter 3 Bay Line Latuppa 2 serta Diameter 4 Bay Line Latuppa 1. Seluruh tahapan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan mengedepankan keselamatan kerja dan kualitas pekerjaan,” ujar Ronald, seperti dikutip Sulselsatu.com.

Pekerjaan ini bukan pekerjaan satu malam. Prosesnya mencakup konstruksi, pengujian, hingga integrasi ke sistem. Karena itu, PLN melibatkan sejumlah entitas internal: PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sulawesi, PLN Pusat Manajemen Proyek, serta PLN Pusat Sertifikasi.

Ronald juga menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara terencana dan melibatkan koordinasi berbagai pihak agar integrasi ke sistem berjalan aman. Ia menyebut PLN akan mengawal tahapan pekerjaan berikutnya agar infrastruktur itu memberi manfaat optimal.

Mengapa gardu di Wotu penting bagi Sulawesi

GITET Wotu bukan nama baru. Pada 2021, PLN menuntaskan penambahan kapasitas interbus transformer (IBT) di gardu ini hingga 250 MVA, dari sebelumnya 90 MVA. Saat itu gardu tersebut disebut sebagai yang terbesar di Indonesia bagian timur, dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai 44 persen. Catatan itu pernah diberitakan sejumlah media, antara lain melalui laporan Langit7.

Posisi Wotu strategis karena berada di jalur interkoneksi yang menghubungkan sistem Sulawesi. Ketika satu bagian jaringan mengalami gangguan, jalur lain bisa mengambil alih beban. Semakin banyak titik interkoneksi yang siap, semakin kecil kemungkinan gangguan kecil berubah menjadi pemadaman luas.

Bagi Luwu Timur, keandalan pasokan listrik menyangkut dua hal sekaligus. Pertama, kebutuhan rumah tangga dan layanan publik di 11 kecamatan. Kedua, kebutuhan industri, termasuk kegiatan pertambangan dan pengolahan nikel di kawasan Sorowako yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pembahasan soal rantai nilai nikel di kawasan ini pernah diulas SuaraLutim dalam artikel hilirisasi nikel dan laba Antam.

Selain itu, gardu induk yang andal memungkinkan penambahan beban baru tanpa harus menunggu pembangunan pembangkit. Untuk daerah yang ingin menarik investasi, kepastian pasokan listrik sering menjadi pertanyaan pertama calon investor, jauh sebelum urusan perizinan.

Yang juga perlu dicatat, pekerjaan transmisi seperti ini tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan rencana pembangunan jaringan di wilayah lain, termasuk gardu-gardu baru di Sulawesi. Karena itu, keberhasilan di Wotu dibaca PLN sebagai bagian dari rangkaian, bukan proyek tunggal.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga