Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Lutim: Antrean BBM Sidrap Dipantau Ketat Satgas

17 September 2026 • Admin
Petugas satgas memantau antrean kendaraan di SPBU saat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi
Gambar: Pedoman Rakyat (pedomanrakyat.com)

Satgas BBM Bersubsidi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperketat pengawasan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi tetap lancar dan terkendali. Bagi pembaca berita lutim, langkah yang ditempuh pemerintah daerah bersama aparat keamanan ini menjadi rujukan penting karena persoalan antrean dan penyaluran BBM bersubsidi juga menjadi perhatian di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, termasuk Luwu Timur.

Pengawasan terpadu tersebut dijalankan sejak 8 September 2026 dengan melibatkan Kepolisian Resor Sidrap dan Kodim 1420 Sidrap. Dari 11 SPBU yang tersebar di wilayah Sidrap, tim gabungan tercatat telah mendatangi 10 SPBU untuk memeriksa langsung kondisi penyaluran di lapangan.

Berita Lutim: Pengawasan Terpadu Sejak 8 September 2026

Pengawasan dilakukan langsung di lokasi, bukan sekadar menunggu laporan berkala dari pengelola SPBU. Petugas mendatangi stasiun pengisian untuk melihat sendiri bagaimana antrean terbentuk, bagaimana nozzle dioperasikan petugas, dan bagaimana pencatatan penyaluran dilakukan setiap hari. Cara kerja seperti ini membuat temuan bisa langsung dievaluasi di tempat, tanpa menunggu rekap mingguan.

Bupati Sidrap meminta tim memaksimalkan waktu pengawasan hingga kondisi penyaluran kembali normal. Arahan tersebut menegaskan bahwa persoalan antrean tidak cukup dijawab dengan imbauan kepada konsumen, tetapi juga memerlukan kehadiran petugas di lapangan agar penyaluran bersubsidi kembali tertib dan terukur.

Pengawasan gabungan lintas instansi punya nilai lebih karena melibatkan kepolisian dan satuan teritorial. Kehadiran dua institusi itu membuat pemeriksaan tidak berhenti pada catatan administratif, tetapi juga menyentuh kepatuhan terhadap aturan penyaluran, termasuk kemungkinan penyimpangan yang merugikan konsumen yang berhak menerima bahan bakar bersubsidi.

Sepuluh dari Sebelas SPBU Sudah Dikunjungi

Dari 11 SPBU di wilayah Sidrap, 10 di antaranya sudah dikunjungi tim pengawasan terpadu. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pemeriksaan untuk SPBU yang tersisa, namun pola yang berjalan sejak awal September menunjukkan pemeriksaan dilakukan bergilir dari satu lokasi ke lokasi lain.

Setiap kunjungan menghasilkan catatan yang menjadi bahan evaluasi bagi pengelola. Catatan itu tidak hanya menyangkut panjang antrean, tetapi juga kesiapan fasilitas pengisian, jumlah nozzle yang beroperasi, serta kelancaran administrasi penyaluran harian di masing-masing stasiun.

Antrean Masih Terlihat, Stok Solar dan Pertalite Cukup

Hasil pemantauan menunjukkan antrean masih terlihat di sejumlah SPBU. Meski begitu, kondisi secara umum tetap terkendali dan pelayanan berjalan lancar. Ketersediaan BBM, baik Solar maupun Pertalite, juga masih cukup tersedia sehingga tidak ada kebutuhan mendesak untuk menambah pasokan di luar jadwal yang sudah berjalan.

Bagi pengendara harian, informasi mengenai stok menjadi hal yang paling ditunggu. Banyak konsumen rela menunggu cukup lama, sehingga kepastian mengenai ketersediaan bahan bakar di lokasi sangat menentukan apakah mereka melanjutkan antre atau beralih ke SPBU lain yang lebih dekat dengan jalur perjalanan mereka.

Antrean yang masih muncul di sejumlah titik umumnya berkaitan dengan jam sibuk. Pada pagi dan sore hari, jumlah kendaraan yang datang bersamaan cenderung meningkat, terutama kendaraan angkutan barang, kendaraan umum, dan kendaraan roda dua yang digunakan untuk aktivitas harian warga.

Catatan Evaluasi untuk Pengelola SPBU

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sidrap, Haris Alimin, menyampaikan sejumlah catatan evaluasi kepada pengelola SPBU. Salah satu poin utamanya adalah permintaan agar operasional nozzle dimaksimalkan agar pelayanan berjalan lebih cepat dan antrean bisa segera terurai.

“Satgas memberikan sejumlah catatan evaluasi kepada pengelola SPBU. Salah satunya meminta operasional nozzle dimaksimalkan untuk mempercepat pelayanan dan mengurai antrean,” terang Haris Alimin di sela pemantauan, Kamis (17/9/2026).

Selain soal nozzle, pengelola SPBU diminta menyampaikan informasi ketersediaan stok Solar maupun Pertalite secara jelas. Informasi itu penting agar pengendara yang menunggu dalam antrean mengetahui kondisi stok di lokasi dan tidak mengalami kekecewaan ketika akhirnya tiba di titik pengisian.

Imbauan Pembelian BBM Sesuai Peruntukan

Satgas juga terus mengimbau masyarakat agar membeli BBM secara bijak dan sesuai peruntukan. Pengisian diharapkan tidak dilakukan secara berulang dalam satu hari, cukup sekali saja, sehingga pasokan bersubsidi bisa dinikmati lebih merata oleh warga yang memang membutuhkan.

Imbauan tersebut terutama menyasar pengguna yang memanfaatkan bahan bakar bersubsidi untuk kepentingan usaha atau perjalanan rutin. Dengan pengendalian pembelian harian, pasokan diyakini lebih mudah dijaga pada level yang aman, terutama saat permintaan meningkat di akhir pekan atau masa panen.

“Pengawasan terpadu akan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan lancar, tertib, dan terkendali,” tandas Haris Alimin.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga