Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Jakarta, SuaraLutim — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 2–3 November 2026. Ajang tahunan itu menyediakan klinik pendampingan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), tepat saat tenggat pengajuan RKAB 2027 tinggal dua pekan. Bagi tambang Luwu Timur di Sorowako, agenda tersebut bukan sekadar pameran: kepastian kuota menentukan pasokan bijih ke smelter, rencana produksi matte, dan serapan tenaga kerja lokal.
Pengumuman itu disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pemerintah menempatkan Convex sebagai ruang dialog, bukan hanya etalase alat berat. Sebab, persoalan yang paling sering muncul dari pelaku usaha sepanjang 2026 adalah kepastian waktu persetujuan RKAB.
Klinik RKAB dan 18 Asosiasi di Minerba Convex 2026
Lewat program Coaching Clinic, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara membuka ruang konsultasi bagi badan usaha yang akan menyusun dan mengajukan RKAB. “Melalui Coaching Clinic, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara memberikan ruang konsultasi dan pendampingan bagi badan usaha agar dapat memahami proses penyusunan dan pengajuan RKAB dengan lebih baik, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan,” kata Tri, dikutip dari rilis resmi Kementerian ESDM.
Convex tahun ini mengusung tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat” dan menyertakan 18 asosiasi serta organisasi pendukung, di antaranya APNI, IMA, PERHAPI, FINI, IAGI, dan MGEI. Panitia memperkirakan sekitar 17 ribu pengunjung hadir. Selain seminar dan business matching, agenda memuat FGD, pameran, Apresiasi Minerba, serta sesi khusus bertema “Urgensi dan Strategi Implementasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Nasional”.
“Tambang ada di sekitar kita. Barang sehari-hari kita, dari jam tangan, sendok, garpu, dan lain sebagainya, itu adalah bahan tambang. Sesederhana itu untuk kita perkenalkan kepada masyarakat,” ujar Ketua Panitia Minerba Convex 2026 Catur Gunadi, dikutip ANTARA. Ia menyebut industri tambang menghadapi tantangan dari kepastian regulasi, nilai tambah hilirisasi, daya saing, hingga praktik tambang bertanggung jawab.
Tenggat RKAB 2027 dan Ujian bagi Tambang Luwu Timur
Sejak 2026, masa berlaku RKAB berubah dari tiga tahunan menjadi tahunan. Pengajuan RKAB 2027 dibuka 1 Oktober hingga 15 November 2026 sesuai Permen ESDM 17/2025. Artinya, klinik di Convex menjadi kesempatan terakhir bagi badan usaha merapikan dokumen sebelum pintu pengajuan ditutup.
Hingga pertengahan Oktober, Tri belum memastikan angka kuota nikel 2027. “Soon,” ujarnya singkat saat ditanya kapan RKAB 2027 ditetapkan, dan “Belum, kan masih evaluasi,” jawabnya soal kuota produksi nikel tahun depan, seperti dilaporkan Warta Ekonomi (26/10/2026). Untuk 2026, revisi RKAB sudah ditetapkan pada rentang 290 juta hingga 300 juta ton bijih nikel, lebih tinggi dari proyeksi awal 260–270 juta ton.
Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau menilai pengaturan produksi melalui RKAB harus memperhitungkan kebutuhan industri hilir agar perubahan kebijakan tidak mengganggu rencana investasi. “Kita percaya value added yang lebih tinggi ada pada downstream industri, sehingga tugas utama kita sebenarnya adalah mendorong peningkatan downstream industri di Indonesia,” katanya dalam BIG Forum awal Oktober 2026.
Dari sisi penambang, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey menyoroti masa transisi mekanisme tahunan. “Di awal-awal semester pertama itu memang struggling banget. Banyak perusahaan yang belum mendapatkan persetujuan RKAB, bahkan sampai September masih ada perusahaan yang belum mendapatkannya,” ujarnya, dikutip Media Nikel Indonesia (30/10/2026).
Bagi tambang Luwu Timur, implikasinya berlapis. PT Vale Indonesia (INCO) mencatat produksi nikel matte 18.341 ton pada kuartal III 2026, tertinggi sepanjang tahun, dengan total Januari–September 48.114 ton dan target 67.645 ton hingga akhir 2026. Operasi Blok Sorowako berjalan di atas RKAB yang telah disetujui penuh, dengan izin berbentuk IUPK sampai 2035 dan Blok Tanamalia ditargetkan beroperasi pada 2029.
Kepastian kuota juga menyangkut pasokan bijih untuk proyek pengembangan. Fasilitas HPAL di Malili dirancang menyerap 11,5 juta wet metric ton limonit per tahun dengan kadar minimum 1,10 persen, untuk menghasilkan 60.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Tanpa alokasi bijih yang jelas, jadwal komisioning fasilitas sebesar itu rawan bergeser.


