SuaraLutim.com, Bulukumba – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan keuangan (BK) senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Dana itu diarahkan untuk peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman kepada Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, didampingi Wakil Bupati Edy Manaf. Penyerahan berlangsung di kawasan Pantai Merpati, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu, 13 September 2026.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp17 miliar dari APBD Provinsi Tahun Anggaran 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba,” kata Andi Sudirman.
Berita Luwu Timur: Rincian BK Rp17 Miliar untuk Bulukumba
Dalam bantuan tersebut, salah satu dukungan utama adalah pembangunan Masjid Terapung Pantai Merpati di Kecamatan Ujung Bulu dengan nilai Rp8 miliar. Proyek ini menjadi bagian paling menonjol dari paket bantuan yang diserahkan.
“InsyaAllah, masjid ini nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, para nelayan, dan pengunjung untuk beribadah,” ujar Gubernur Andi Sudirman.
Selain masjid terapung, bantuan diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan di Bulukumba. Cakupannya meliputi infrastruktur strategis, pariwisata, pertanian, rumah ibadah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Infrastruktur Jalan dan Kawasan Strategis
Dukungan infrastruktur mencakup pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten menuju kawasan strategis Herlang–Pantai Mandala Ria. Ruas tersebut dinilai penting karena menghubungkan kawasan permukiman dengan area wisata.
Peningkatan jalan kabupaten menuju kawasan strategis biasanya berdampak langsung pada mobilitas warga. Akses yang lebih baik memangkas waktu tempuh, memudahkan distribusi hasil pertanian, dan membuka peluang usaha di sepanjang ruas jalan.
Pola penyaluran seperti ini bukan hal baru dalam belanja bantuan keuangan provinsi ke kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi menempatkan bantuan sebagai pelengkap anggaran daerah, terutama untuk kegiatan yang bersinggungan langsung dengan layanan publik.
Dukungan Pertanian untuk Petani Bulukumba
Di sektor pertanian, bantuan meliputi 1 unit traktor roda empat, 2 unit traktor roda dua, 10 unit pompa Alcon 3 inci, serta 2 unit sumur bor. Peralatan itu diharapkan mempercepat pengolahan lahan dan membantu irigasi saat musim kemarau.
Untuk mendukung pembangunan dan aktivitas keagamaan masyarakat, Gubernur Andi Sudirman juga memberikan hibah kepada 6 masjid, masing-masing senilai Rp50 juta. Selanjutnya ada bantuan pembangunan 6 rumah baru layak huni, masing-masing senilai Rp50 juta.
Selain itu, terdapat bantuan bagi korban kebakaran sebesar Rp15 juta. Jenis bantuan ini menyasar warga yang membutuhkan penanganan cepat setelah musim bencana.
Rincian Bantuan per Sektor
Jika dirinci, paket bantuan menyentuh empat sektor utama. Sektor infrastruktur mendapat porsi terbesar melalui pembangunan masjid terapung dan peningkatan jalan kabupaten menuju kawasan strategis. Sektor pertanian menerima dukungan alat mesin dan sarana air.
Adapun sektor keagamaan menerima hibah untuk enam masjid, masing-masing Rp50 juta. Sementara sektor sosial mendapat alokasi untuk rumah layak huni dan santunan bagi warga yang terdampak kebakaran.
Semua peruntukan itu tertulis dalam dokumen penyerahan, sehingga bisa dijadikan dasar pemeriksaan bersama-sama. Publik cukup mengacu pada rincian yang disampaikan saat penyerahan di kawasan Pantai Merpati.
Bagaimana Bantuan Keuangan Provinsi Bekerja
Bantuan keuangan merupakan skema transfer dari pemerintah provinsi ke kabupaten dan kota. Dana itu disalurkan setelah ada kesepakatan peruntukan antara kedua pihak, lalu dieksekusi oleh pemerintah daerah penerima.
Karena posisinya sebagai pelengkap, bantuan ini tidak menggantikan belanja daerah. Tujuannya adalah mempercepat kegiatan yang dinilai strategis dan menyentuh langsung kepentingan warga di kabupaten penerima.
Pengawasannya berjalan berlapis. Pemerintah daerah menyusun laporan realisasi, sementara DPRD dan inspektorat daerah ikut memeriksa pelaksanaannya, termasuk memastikan pekerjaan fisik benar-benar berjalan.