Kaitan dengan Luwu Timur: Kader BPC dan Nasib UMKM Daerah
Bagi Luwu Timur, program ini penting bukan karena lokasinya, melainkan karena rantai kaderisasinya. HIPMI Sulawesi Selatan menaungi BPC di seluruh kabupaten dan kota, termasuk HIPMI Luwu Timur yang beranggotakan pengusaha muda daerah. Andi Amar menyebut program tiga hari itu akan menjadi cetak biru kaderisasi, dan bila berhasil akan direplikasi ke BPC kabupaten/kota.
Artinya, kader asal Luwu Timur yang ikut serta dalam kegiatan ini berpotensi menjadi penggerak ketika materi serupa dijalankan di daerah. Sebelumnya, HIPMI Sulawesi Selatan juga membuka jalur peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kabupaten dan kota melalui HIPMI Institute, sebagaimana pernah diberitakan dalam artikel HIPMI Sulawesi Selatan Buka Jalur UMKM Luwu Timur Naik Kelas.
Di tingkat daerah, pengurus HIPMI Luwu Timur sebelumnya menegaskan bahwa pengusaha lokal tidak boleh hanya menjadi penonton aktivitas ekonomi di wilayahnya, seperti diulas dalam artikel HIPMI Luwu Timur Tegaskan Pengusaha Lokal Bukan Penonton. Agenda lain yang masih menunggu realisasi adalah HIPMI BizTrip: Vale Experience 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober.
Perlu dicatat, sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi soal jadwal khusus replikasi program kaderisasi tersebut untuk HIPMI Luwu Timur. Yang bisa dipastikan adalah arah kebijakan BPD HIPMI Sulawesi Selatan di bawah Andi Amar Ma’ruf Sulaiman: memperkuat kapasitas kader lebih dulu, lalu menyebarkannya ke daerah.
Bagi daerah yang struktur ekonominya bertumpu pada usaha mikro, kecil, dan menengah, pasokan pemimpin usaha menjadi persoalan nyata. Usaha baru jarang lahir dari nol tanpa pendampingan; ia biasanya muncul dari orang yang pernah bekerja di usaha lain, belajar, lalu membuka lapangan kerja sendiri. Kaderisasi semacam ini menyiapkan orang-orang tersebut sebelum mereka membuka usaha.
Karena itu, materi kepemimpinan dinilai relevan untuk kader di kabupaten dan kota, bukan hanya pengurus provinsi. Mereka yang nantinya memimpin HIPMI di daerah akan berhadapan langsung dengan anggota yang usahanya masih kecil dan butuh pendampingan praktis.
Mengapa Kapasitas Kepemimpinan Menentukan Nasib Usaha Kecil
Di banyak kabupaten, termasuk Luwu Timur, usaha kecil tumbuh dari keahlian teknis: ada yang mahir bertani, mengolah hasil laut, membuat kue, atau memperbaiki mesin. Namun keahlian itu sering tidak cukup ketika usaha mulai berkembang dan membutuhkan orang lain untuk menjalankannya.
Di titik itulah kapasitas kepemimpinan diuji. Pemilik usaha harus bisa menetapkan target yang jelas, membagi tugas, mengawasi mutu, menagih piutang tanpa merusak hubungan, dan mengambil keputusan saat modal terbatas. Banyak usaha berhenti di skala kecil bukan karena produknya jelek, tetapi karena tidak ada sistem dan tim yang berjalan tanpa kehadiran pemiliknya setiap saat.
Pilihan Andi Amar melatih kader lewat materi kepemimpinan, bukan sekadar pelatihan teknis usaha, karena itu menyasar persoalan tersebut. Pelatihan teknis memperbaiki produk; pelatihan kepemimpinan memperbaiki cara usaha dikelola dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Yang Bisa Diambil Pengusaha Muda Luwu Timur Sekarang
Materi yang diberikan dalam program itu sebenarnya bisa mulai dipraktikkan pelaku usaha daerah tanpa harus menunggu pelatihan resmi. Beberapa langkah yang relevan:
- Tulis target usaha tiga bulan. Target yang tertulis memaksa pemilik usaha berpikir sebagai pemimpin, bukan hanya sebagai pekerja.
- Latih berbicara di depan orang. Kemampuan menjelaskan produk di depan pembeli, mitra, atau perbankan menentukan akses pasar dan pembiayaan.
- Bangun satu tim kecil yang bisa dipercaya. Mulai dari satu orang yang menangani pembukuan atau pengiriman agar pemilik tidak mengerjakan semuanya sendiri.
- Ambil satu keputusan dengan data. Catat penjualan harian, lalu pakai catatan itu untuk memutuskan stok atau produksi berikutnya.
Bagi kader organisasi, kegiatan seperti di Makassar juga menegaskan satu hal: jabatan di kepengurusan bukan sekadar status, melainkan ruang latihan memimpin sebelum benar-benar memimpin perusahaan sendiri.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa agenda Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dalam kegiatan ini?
Ia memimpin HIPMI Sulawesi Selatan dalam menggandeng Coach Armala untuk program kaderisasi kepemimpinan tiga hari di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, 28 September 2026.
Apakah kegiatan ini diikuti kader dari Luwu Timur?
Pesertanya adalah puluhan pengurus inti dan perwakilan kader BPC HIPMI se-Sulawesi Selatan. Belum ada keterangan resmi berapa kader dari Luwu Timur yang hadir maupun jadwal replikasi di daerah.
Materi apa saja yang dibahas?
Leadership Fundamental, Character Building, Public Speaking, Strategic Decision Making, dan Team Management, dibawakan Coach Armala bersama timnya.
Dengan agenda ini, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menempatkan kaderisasi kepemimpinan sebagai pekerjaan jangka panjang organisasi, bukan seremonial. Bagi Luwu Timur, gagasan tersebut baru bermakna bila benar-benar turun ke daerah dan menyentuh pengusaha kecil di kecamatan.
Sumber: Inisulsel.com (28 September 2026), Ruminews.id (28 September 2026), dan pemberitaan Tribun Timur soal penggandengan Coach Armala (28 September 2026). Foto: Dok. Inisulsel.com.
Gambar: Dok. Inisulsel.com.


