Penyerapan Aspirasi dan Prioritas Pembangunan Daerah
Dalam beberapa kesempatan, Firman menegaskan DPRD Luwu Timur akan terus menyerap aspirasi petani. Ia mendorong agar kebutuhan dasar pertanian masuk dalam prioritas program pembangunan daerah, mulai dari kepastian air hingga sarana pendukung lainnya. Menurutnya, sektor pertanian punya peran besar menopang ekonomi masyarakat, sehingga keberlangsungan produksi perlu didukung.
Cara kerja semacam itu sejalan dengan peran fraksi dalam fungsi legislasi dan pengawasan. Ranperda yang sedang dibahas menjadi instrumen, sementara kunjungan ke desa-desa menjadi sumber informasi untuk menyusun kebijakan yang tidak berhenti di atas kertas. Kombinasi keduanya yang diharapkan membuat perlindungan petani tidak hanya menjadi janji, tetapi terbaca dalam aturan yang bisa dijalankan.
Fraksi PAN sendiri memiliki 5 kursi di DPRD Kabupaten Luwu Timur periode 2024-2029. Nama Firman Udding tercatat sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN, anggota Komisi II Bidang Ekonomi, anggota Bapemperda, dan anggota Badan Anggaran dalam susunan alat kelengkapan dewan periode tersebut. Fraksi menilai agenda pertanian perlu tetap menjadi perhatian karena mayoritas warga Luwu Timur menggantungkan hidup di sektor ini.
Mengapa regulasi ini penting bagi petani Luwu Timur
Persoalan yang dibahas Pansus bukan hal baru di desa-desa Luwu Timur. Petani menghadapi musim kemarau yang membuat debit air turun, serangan hama, hingga harga jual yang naik-turun menjelang panen. Ketika persoalan itu datang bersamaan, hasil yang sudah diusahakan berbulan-bulan bisa berkurang nilainya.
Peraturan daerah tidak bisa menghapus cuaca atau memaksa harga pasar naik. Namun regulasi bisa menyiapkan rambu-rambu: bagaimana pemerintah daerah bertindak ketika terjadi gagal panen, bagaimana kelompok tani memperoleh sarana produksi, dan bagaimana akses permodalan dibuka secara lebih terukur. Inilah yang membuat pembahasan di Pansus dinilai penting, bukan semata urusan administratif.
Yang juga dicatat dalam proses ini, pansus membahas rancangan bersama perwakilan masyarakat. Dalam keterangan Firman pada akhir Juni 2026, rancangan tersebut disebut telah didukung penuh oleh pemerintah daerah dan dibahas secara intensif bersama perwakilan warga. Pola itu memberi ruang bagi petani untuk mengoreksi pasal-pasal yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Bagi Fraksi PAN, hasil akhirnya akan diuji pada dua hal: apakah regulasi benar-benar bisa dijalankan, dan apakah petani merasakan manfaatnya pada musim tanam berikutnya. Karena itu fraksi menempatkan pendampingan warga sebagai bagian dari pekerjaan yang berjalan seiring pembahasan aturan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa agenda utama Fraksi PAN DPRD Luwu Timur di sektor pertanian?
Fraksi PAN mengawal Pansus Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Fokusnya mencakup perlindungan risiko gagal panen, antisipasi fluktuasi harga, jaminan sarana produksi, dan akses permodalan bagi kelompok tani.
Mengapa harga panen menjadi perhatian?
Karena peningkatan produksi tanpa kepastian pasar dapat merugikan petani. Petani sudah mengeluarkan modal dan tenaga, sehingga harga yang layak serta pasar yang jelas dinilai sama penting dengan naiknya hasil panen.
Apakah anggota dewan juga turun langsung ke lapangan?
Ya. Ada catatan kunjungan ke sawah Pongkeru yang kesulitan air pada 1 September 2026 dan kegiatan kemasyarakatan di Desa Baruga pada 26 September 2026. Aspirasi dari kunjungan itu dibawa ke pembahasan di DPRD.
Pembaca yang ingin mengikuti liputan lain soal kerja Fraksi PAN Luwu Timur bisa membaca artikel kami tentang pelatihan vokasi gratis dan perjuangan anggaran sekolah dan irigasi. Untuk konteks lain, tersedia juga catatan soal kuliah gratis dan peluang pelajar Luwu Timur.
Sumber rujukan: Gaskan Indonesia, Koranta.id, dan Lutim-news.com.


